Kamis, 24 September 2026
03:09 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Chiangisme

Chiangisme

250px-%E8%94%A3%E4%B8%AD%E6%AD%A3%E7%B8%BD%E7%B5%B1%E7%8E%89%E7%85%A7.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi Chiang Kai-shek, 1955

Chiangisme (Hanzi:蔣介石主義; Wade–Giles:Chiang3 Chieh4-shih2 chu3i4), juga dikenal sebagai Filsafat Politik Chiang Kai-shek (Hanzi:蔣介石的學說; Wade–Giles:Chiang3 Chieh4-shih2 ti4 hsüeh2shuo1), atau Pemikiran Chiang Kai-shek, adalah filsafat politik Presiden Generalissimo Chiang Kai-shek, yang memakainya pada masa kekuasaannya di Tiongkok di bawah naungan Kuomintang baik di daratan utama maupun Taiwan. Pemikiran tersebut adalah sebuah ideologi nasionalis otoritarian sayap kanan[a] yang berdasarkan pada sebagian besar prinsip Tridemist yang bercampur dengan Konfusianisme.[3] Pemikiran tersebut utamanya diterapkan sebagai bagian dari Gerakan Kehidupan Baru, serta gerakan Pembaharuan Budaya Tiongkok. Pemikiran tersebut dipengaruhi oleh ideologi politik lain, yang meliputi, sosialisme, fasisme, kapitalisme partai-negara dan konservatisme paternalistik, serta kepercayaan Kristen Methodis Chiang.

Chiangisme berlawanan dengan feodalisme, komunisme, dan imperialisme sesambil mempromosikan gagasan identitas nasional Tiongkok terpadu. Pemikiran tersebut awalnya nampak sosialis tetapi menjadi makin bersekutu dengan kapitalisme otoritarian setelah 1955. Keberadaan pengaruh fasis pada Chiang diperdebatkan di kalangan cendekiawan. Chiangisme banyak ditinggalkan di Tiongkok Daratan oleh Kampanye Penekanan Kontrarevolusioner komunis dan dimulainya permulaan demokratisasi di Taiwan.[4]

Catatan

  1. Pada 1920an dan awal 1930an, Chiang dan para pendukungnya dipandang sebagai 'sayap tengah'[1][2] di antara pendukung Hu Hanmin 'sayap kanan' dan pendukung Wang Jingwei 'sayap kiri', tetapi Partai Komunis Tiongkok (atau Maoisme) kemudian timbul sebagai pesaing utama KMT, membuat Chiangisme menjadi ideologi 'sayap kanan'.

Referensi

  1. Donald A. Jordan (Maret 31, 2019). The Northern Expedition: China's National Revolution of 1926–1928. Humanities Open Books program, a joint initiative of the National Endowment for the Humanities and the Andrew W. Mellon Foundation. hlm. 50.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Peter Gue Zarrow (2005). China in War and Revolution, 1895-1949. Routledge. hlm. 239.
  3. Dirlik, Arif (1975). "The Ideological Foundations of the New Life Movement: A Study in Counterrevolution". The Journal of Asian Studies. 34 (4): 945–980. doi:10.2307/2054509. JSTOR 2054509. S2CID 144316615.
  4. Rev. Wendell P. Karsen (16 September 2022). The Church Under the Cross: Taiwan - The Cross of Fascism (dalam bahasa Inggris). Taipei, Taiwan: Taiwan Foundation for Democracy. ISBN 979-8759126652. Diakses tanggal 2024-06-28 via Amazon.com.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


40px-Flag-map_of_the_Greater_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Sejarah
120px-Kuomintang_Emblem.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pendiri
Ideologi
Ketua Umum
Faksi
Kongres Partai
Leadership elections
Situs penting
Lihat pula
Notes: Pj. ketua umum dicetak miring ; Pemilihan sela ditandai dengan (b)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan