Minggu, 27 September 2026
04:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Daftar sultan Mamluk

Daftar sultan Mamluk

Sultan Kesultanan Mamluk
Bekas Kerajaan
120px-Citadel_of_Salah_el_deen_al_ayoubi_03.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Benteng Kairo, pusat pemerintahan para sultan Mamluk
Penguasa pertama Izzuddin Aybak
Penguasa terakhir Tuman Bay II
Kediaman resmi Kairo
Pendirian 1250
Pembubaran 1517

Berikut adalah daftar para sultan Mamluk. Kesultanan Mamluk didirikan pada tahun 1250 oleh para mamluk dari Sultan Ayyubiyah, as-Salih Ayyub, dan menjadi penerus negara Ayyubiyah. Kesultanan ini berpusat di Kairo dan selama sebagian besar masa kekuasaannya, wilayahnya meliputi Mesir, Suriah, sebagian Anatolia, Mesopotamia Hulu, serta wilayah Hijaz. Kesultanan Mamluk berakhir dengan datangnya Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 1517.

Periode Mamluk umumnya dibagi menjadi dua masa, yaitu masa Bahri dan masa Burji. Para sultan Bahri sebagian besar berasal dari etnis Turk, sedangkan para sultan Burji umumnya berasal dari etnis Sirkasia. Tiga sultan Mamluk pertama—Aybak, putranya al-Mansur Ali, dan Qutuz—biasanya dianggap sebagai bagian dari dinasti Bahri, meskipun mereka bukan anggota pasukan mamluk Bahriyya dan menentang kepentingan politik kelompok tersebut.[1] Sultan pertama yang berasal dari kalangan Bahriyya adalah Baybars. Para mamluk Burji merebut takhta pada tahun 1382 dengan naiknya Sultan Barquq. Sultan ke-34, al-Musta’in Billah, juga merupakan khalifah Abbasiyah Mamluk yang diangkat oleh para emir Burji sebagai penguasa boneka.[2]

Daftar

  Mamluk Salihi   Dinasti Bahri   Dinasti Burji

No.GelarNamaAwal pemerintahanAkhir pemerintahanEtnisCatatanKoin
1 Al-Malik al-Mu'izz Izzuddin Aybak 31 Juli 1250[3] 10 April 1257[4] Turkmen Seorang Mamluk tingkat menengah dari sultan Ayyubiyah as-Salih Ayyub. Menikahi jandanya, Syajaruddur, yang menjadi sultanah pada 2 Mei 1250 hingga ia turun takhta dan digantikan oleh Aybak.[3] 120px-Silver_dirham_of_Aybak.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
2 Al-Malik al-Mansur Nuruddin Ali 15 April 1257[5] November 1259[5] Turkmen Putra Aybak. Berkas:Gold dinar of al-Mansur Nuruddin Ali.jpg
3 Al-Malik al-Muzaffar Saifuddin al-Qutuz November 1259[5] 24 Oktober 1260[5] Turk Khwarazmi[6] Seorang mamluk Aybak dan kepala faksi mamluk Aybak, Mu'izziya,[7] wakil utama Aybak, dan orang kuat di kesultanan Ali.[8] 120px-Qutuz_gold_dinar_obverse.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
4 Al-Malik az-Zahir Ruknuddin Baibars 24 Oktober 1260[5] 1 Juli 1277[5] Turk Kipchak Mamluk Bahri dan pendiri dinasti Bahri.[7] 120px-Egitto%2C_califfo_al_baybars%2C_dinar_mamelucco%2C_1260-1277.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
5 Al-Malik as-Sa'id Nasiruddin Barakah 3 Juli 1277[5] Agustus 1279[5] Turk Kipchak Putra Baibars dan istrinya, yang merupakan putri Husamuddin Baraka Khan, seorang kepala prajurit Khwarazmi, yang namanya kemudian menjadi asal nama Barakah.[6][9][10] 120px-Barakah_coin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
6 Al-Malik al-Adil Badaruddin Salamish Agustus 1279[5] November 1279[5] Turk Kipchak Putra Baibars.
7 Al-Malik al-Mansur Saifuddin Qalawun November 1279[5] 10 November 1290[5] Turk Kipchak[11] Mamluk Bahri dan wakil kepala Baibars 120px-Silver_dirham_of_Sultan_Qalawun.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
8 Al-Malik al-Ashraf Salahuddin Khalil 12 November 1290[5] 12 Desember 1293[5] Turk Kipchak Putra Qalawun. 120px-Ashraf_Khalil_coin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
9 Al-Malik an-Nasir Nasiruddin Muhammad 14 Desember 1293[5] Desember 1294[5] Turk Kipchak Putra Qalawun. Pemerintahan pertama. 120px-Gold_dinar_of_an-Nasir_Muhammad.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
10 Al-Malik al-Adil Zaynuddin Kitbugha Desember 1294[5] 7 Desember 1296[5] Mongol[12] Seorang mamluk Qalawun.[12] 120px-Mamluk_Kitbugha_copper_fals_1294_1296.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
11 Al-Malik al-Mansur Husamuddin Lajin 7 Desember 1296[5] 16 Januari 1299[5] Sirkasia[13] Seorang mamluk Qalawun.[12] Berhubungan dengan Ruknuddin Baibars al-Jashnakir[13] 120px-Gold_dinar_of_Lajin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
12 Al-Malik an-Nasir Nasiruddin Muhammad 16 Januari 1299[5] Maret 1309[5] Turk Kipchak Pemerintahan kedua. 120px-Gold_dinar_of_an-Nasir_Muhammad.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
13 Al-Malik al-Muzaffar Ruknuddin Baibars al-Jashnakir April 1309[5] 5 Maret 1310[5] Sirkasia[13] Seorang mamluk Qalawun.[14] Berhubungan dengan Husamuddin Lajin[13]
14 Al-Malik an-Nasir Nasiruddin Muhammad 5 Maret 1310[5] 6 Juni 1341[5] Turk Kipchak Pemerintahan ketiga 120px-Gold_dinar_of_an-Nasir_Muhammad.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
15 Al-Malik al-Mansur Sayfuddin Abu Bakr 8 Juni 1341[5] Agustus 1341[15] Turk Kipchak Putra an-Nasir Muhammad dan selirnya Narjis.[16] Kekuasaan sesungguhnya di kesultanan Abu Bakr dipegang oleh Qawsun, seorang mamluk dan amir senior an-Nasir Muhammad.[15]
16 Al-Malik al-Ashraf Ala'auddin Kujuk Agustus 1341[17] 21 Januari 1342[18] Turk Kipchak dan Tatar Putra dari an-Nasir Muhammad dan selirnya Tatar Ardu.[16] Masih kecil ketika ia diangkat menjadi sultan oleh orang kuat Qawsun.[15]
17 Al-Malik an-Nasir Shihabuddin Ahmad 21 Januari 1342[18] 27 Juni 1342[19] Turk Kipchak Putra an-Nasir Muhammad dan selirnya Bayad, seorang gadis budak yang dibebaskan.[16]
18 Al-Malik as-Salih Imaduddin Abu'l Fida Isma'il 27 Juni 1342[18] 3 Agustus 1345[2] Turk Kipchak Putra an-Nasir Muhammad dan salah satu selirnya, tidak disebutkan namanya oleh sumber.[16]
19 Al-Malik al-Kamil Saifuddin Sha'ban 3 Agustus 1345[2] 18 September 1346[2] Turk Kipchak Putra an-Nasir Muhammad dan salah satu selirnya, tidak disebutkan namanya oleh sumber (ibu yang sama dari as-Salih Isma'il).[16]
20 Al-Malik al-Muzaffar Sayfuddin Hajji 18 September 1346[2] 10 Desember 1347[2] Turk Kipchak Putra an-Nasir Muhammad dan salah satu selirnya yang tidak disebutkan namanya.[16] 120px-Copper_fals_of_Muzaffar_Hajji.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
21 Al-Malik an-Nasir Badruddin Hasan Desember 1347 21 Agustus 1351[2] Turk Kipchak Putra an-Nasir Muhammad dan selirnya, Kuda, yang meninggal saat Hasan masih bayi. Masa pemerintahan pertama. Hasan menjadi sultan sejak kecil dan kekuasaan sesungguhnya dipegang oleh empat amir senior, Syaikh an-Nasiri, Taz an-Nasiri, Manjak al-Yusufi, dan Baybugha al-Qasimi. Hasan digulingkan ketika ia menantang kekuasaan mereka. 120px-Copper_fals_of_an-Nasir_Hasan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
22 Al-Malik as-Salih Salahuddin Salih 21 Agustus 1351[2] 20 Oktober 1354[2] Turk Kipchak Putra an-Nasir Muhammad dan istrinya Qutlumalik, putri amir Tankiz al-Husami.[16] 120px-Copper_fals_of_as-Salih_Salih.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
23 Al-Malik an-Nasir Badruddin Hasan 20 Oktober 1354[2] 16 Maret 1361[2] Turk Kipchak Pemerintahan kedua. Dia dibunuh oleh amir Yalbugha al-Umari.[2] 120px-Copper_fals_of_an-Nasir_Hasan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
24 Al-Malik al-Mansur Salahuddin Muhammad 17 Maret 1361[2] 29 Mei 1363[2] Turk Kipchak Putra Hajji. Kekuasaan sesungguhnya dipegang oleh Amir Yalbugha al-Umari, yang kemudian menggulingkannya.[2] 120px-Dinar_LACMA_M.2006.143.8_%281_of_2%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
25 Al-Malik al-Ashraf Zainuddin Sha'ban (Sha'ban II) 29 Mei 1363[2] 15 Maret 1377[2] Turk Kipchak Putra al-Amjad Husain (d. 21 Januari 1363), putra terakhir an-Nasir Muhammad yang tidak pernah memerintah,[20] dan Khawand Baraka.[21] 120px-Mamluk_Shaban_II_copper_fals_Hama.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
26 Al-Malik al-Mansur Ala'auddin Ali 15 Maret 1377[2] 19 Mei 1381[2] Turk Kipchak Putra Sha'ban II. Ia masih anak-anak saat naik takhta, dan kekuasaan sesungguhnya awalnya dipegang oleh amir Ibek dan Qartay hingga Qartay digulingkan oleh Ibek. Ibek kemudian terbunuh dan kekuasaan diserahkan kepada Barquq, seorang mantan mamluk dari Yalbugha an-Nasiri. 120px-M56_fals_Bahrites_1ar85_%288594902625%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
27 Al-Malik as-Salih Salahuddin Hajji 19 Mei 1381[2] 26 November 1382[2] Turk Kipchak Putra al-Ashraf Sha'ban. Ia masih anak-anak pada masa pemerintahannya dan kekuasaan sebenarnya dipegang oleh Barquq. 120px-Mamluk_Haji_II_copper_fals_1382.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
28 Al-Malik az-Zahir Saifuddin Barquq 26 November 1382[2] 1 Juni 1389[2] Sirkasia Seorang "mamluk" dari Yalbugha al-Umari. Putra Anas, yang dibawa ke Mesir oleh Barquq pada tahun 1381 dan masuk Islam. Pemerintahan pertama. Mendirikan dinasti Burji. 120px-Mamluk_Barquq_copper_fals_Damascus_1382_1389.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
29 Al-Malik as-Salih Salahuddin Hajji 1 Juni 1389[2] Januari 1390[2] Turk Kipchak Pemerintahan kedua. Dilantik saat pemberontakan melawan Barquq yang akhirnya digulingkan.[2] Ketika Barquq kembali berkuasa, Hajji diizinkan untuk terus tinggal di Benteng Kairo. 120px-Mamluk_Haji_II_copper_fals_1382.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
30 Al-Malik az-Zahir Saifuddin Barquq 21 Januari 1390[2] 20 Juni 1399[2] Sirkasia Pemerintahan kedua 120px-Mamluk_Barquq_copper_fals_Damascus_1382_1389.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
31 Al-Malik an-Nasir Nasiruddin Faraj 20 Juni 1399[2] 20 September 1405[2] Sirkasia Putra Barquq.[2] 120px-Gold_dinar_of_an-Nasir_Faraj.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
32 Al-Malik al-Mansur Izzuddin Abdul Aziz 20 September 1405[2] November 1405[2] Sirkasia Putra Barquq.[2]
33 Al-Malik an-Nasir Nasiruddin Faraj November 1405[2] 23 Mei 1412[2] Sirkasia Pemerintahan kedua 120px-Gold_dinar_of_an-Nasir_Faraj.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
34 Al-Malik al-Adil Al-Musta'in Billah 23 Mei 1412[2] 6 November 1412[2] Arab Khalifah Abbasiyah di Kairo. Ia diangkat oleh amir Burji, Syaikh Mahmudi, sebagai pemimpin boneka, tetapi kemudian memaksanya untuk turun takhta.[2]
35 Al-Malik al-Mu'ayyad Shaykh al-Mahmudi 6 November 1412[2] 13 Januari 1421[2] Sirkasia Seorang mamluk Barquq. 120px-Gold_dinar_of_Shaykh_al-Mahmudi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
36 Al-Malik al-Muzaffar Ahmad 13 Januari 1421[2] 29 Agustus 1421[2] Sirkasia Putra Syekh. Masih anak-anak saat naik takhta.
37 Al-Malik az-Zahir Saifuddin Tatar 29 Agustus 1421[2] 30 November 1421[2] Sirkasia Seorang mamluk Barquq[22]
38 Al-Malik as-Salih Al-Nasiruddin Muhammad 30 November 1421[2] 1 April 1422[2] Sirkasia Putra Tatar. Masih anak-anak saat aksesi.[2]
39 Al-Malik al-Ashraf Saifuddin Barsbay 1 April 1422[2] 7 Juni 1438[2] Sirkasia Seorang mamluk Barquq.[22] Dia adalah guru Muhammad sebelum dia menggulingkannya.[2] 120px-Barsbay_gold_ashrafi_1422_1438.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40 Al-Malik al-Aziz Jamaluddin Abu al-Mahasin Yusuf 7 Juni 1438[2] 9 September 1438[2] Sirkasia Putra Barsbay. Masih anak-anak saat masa aksesi.
41 Al-Malik az-Zahir Saifuddin Jaqmaq 9 September 1438[2] 1 Februari 1453[2] Sirkasia Seorang mamluk Barquq[22] 120px-Gold_dinar_of_Jaqmaq.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
42 Al-Malik al-Mansur Fakhruddin Utsman 1 Februari 1453[2] 15 Maret 1453[2] Sirkasia Putra Jaqmaq.[2]
43 Al-Malik al-Ashraf Saifuddin Inal 15 Maret 1453[2] 26 Februari 1461[2] Sirkasia Seorang mamluk Barquq[22] Berkas:Silver dirham of Sayfuddin Inal.jpg
44 Al-Malik al-Mu'ayyad Shihabuddin Ahmad 26 Februari 1461[2] 28 Juni 1461[2] Sirkasia Putra Inal.[2]
45 Al-Malik az-Zahir Saifuddin Khushqadam 28 Juni 1461[2] 9 Oktober 1467[2] Yunani[2] atau Turki[23] Seorang mamluk Shaykh.[22] 120px-Gold_dinar_of_Khushqadam.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
45 Al-Malik az-Zahir Saifuddin Bilbay 9 Oktober 1467[2] 4 Desember 1467[2] Sirkasia Seorang mamluk Shaykh.[24]
46 Al-Malik az-Zahir Timurbugha 4 Desember 1467[2] 31 Januari 1468[2] Yunani[25] Seorang mamluk Jaqmaq.[22]
47 Al-Malik al-Ashraf Saifuddin Qa'itbay 31 Januari 1468[2] 7 Agustus 1496[2] Sirkasia Seorang mamluk Barsbay.[26] 120px-Gold_dinar_of_Qaitbey.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
48 Al-Malik an-Nasir Muhammad 7 Agustus 1496[2] 31 Oktober 1498[2] Sirkasia Putra Qa'itbay[2]
49 Al-Malik az-Zahir Abu Sa'id Qansuh 31 Oktober 1498[2] 30 Juni 1500[2] Sirkasia Seorang mamluk Qa'itbay.[27]
50 Al-Malik al-Ashraf Abu al-Nasir Janbalat 30 Juni 1500[2] 25 Januari 1501[2] Sirkasia Awalnya seorang mamluk dari amir Yashbak min Mahdi, yang memberikan Janbalat kepada Qa'itbay, yang kemudian membebaskannya.[28]
51 Al-Malik al-Adil Saifuddin Tumanbay 25 Januari 1501[2] 20 April 1501[2] Sirkasia Seorang mamluk Qa'itbay.[29]
52 Al-Malik al-Ashraf Qansuh al-Ghawri 20 April 1501[2] 24 Agustus 1516[2] Sirkasia Asal usul mamluk-nya tidak jelas, tetapi ia dilatih di Barak Ghawr di Kairo, oleh karena itu ia diberi nama "al-Ghawri".[30] Sebelum naik takhta kesultanan, ia menjadi amir sepuluh kerajaan dan gubernur provinsi.[30]
53 Al-Malik al-Ashraf Tumanbay II 17 Oktober 1516[2] 15 April 1517[2] Sirkasia Sultan Mamluk terakhir 120px-Gold_dinar_of_Tumanbay_II.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ Northrup 1998, pp. 69–70.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Egypt/3 History" . Encyclopædia Britannica. Vol. 09 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 80–130, see pages 100 to 103. Kalā'ūn....Malik al-Nāṣir....Mongol Wars....Decline of the Bahri power....Timur in Syria....Wars with European Powers....Early relations with Turkey....The Turkish conquest
  3. 1 2 Northrup 1998, p. 69.
  4. ↑ Northrup 1998, p. 70.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Stewart, John (2006). African States and Rulers. McFarland & Company. hlm. 86. ISBN 9780786425624.
  6. 1 2 Hathaway, Jane (2003). Tale of Two Factions, A: Myth, Memory, and Identity in Ottoman Egypt and Yemen. State University of New York Press. hlm. 50–52. ISBN 9780791486108.
  7. 1 2 Northrup, ed. Petry 1998, p. 250.
  8. ↑ Northrup 1998, p. 71.
  9. ↑ Thorau, Peter (1992). The Lion of Egypt: Sultan Baybars I and the Near East in the Thirteenth Century. Longman. hlm. 261. ISBN 9780582068230.
  10. ↑ Holt 2004, p. 99.
  11. ↑ Yosef 2012b, hlm. 394.
  12. 1 2 3 Northrup, ed. Petry 1998, p. 252.
  13. 1 2 3 4 Yosef 2012b, hlm. 396.
  14. ↑ Tarikh, Volumes 5-6: Peoples and Kingdoms of West Africa in the Pre-Colonial Period. Longman. 1974. hlm. 9. ISBN 9780582608733.
  15. 1 2 3 Drory 2006, p. 20.
  16. 1 2 3 4 5 6 7 Bauden 2009, p. 63.
  17. ↑ Levanoni 1995, p. 102.
  18. 1 2 3 Drory 2006, p. 24.
  19. ↑ Drory 2006, p. 28.
  20. ↑ Holt, eds. Vermeulen and De Smet, p. 319.
  21. ↑ Al-Harithy, Howayda (2005). "Female Patronage of Mamluk Architecture in Cairo". Dalam Sonbol, Amira El Azhary (ed.). Beyond The Exotic: Women's Histories In Islamic Societies. Syracuse University Press. hlm. 332. ISBN 9780815630555.
  22. 1 2 3 4 5 6 Garcin, ed. Petry 1998, p. 293.
  23. ↑ Natho, Kadir I. (2010). Sirkasia History. Xlibris Corporation. ISBN 978-1441523884
  24. ↑ Levanoni, eds. Winter and Levanoni 2004, p. 82.
  25. ↑ Ali, Abdul (1996). Islamic Dynasties of the Arab East: State and Civilization During the Later Medieval Times. M.D. Publications Private Limited. hlm. 64. ISBN 9788175330085.
  26. ↑ Garcin, ed. Petry 1998, p. 295.
  27. ↑ Dobrowolski, Jarosław (2001). The Living Stones of Cairo. American University in Cairo Press. hlm. 60. ISBN 9789774246326.
  28. ↑ Mayer, L. A. (1933). Saracenic Heraldry: A Survey. Clarendon Press. hlm. 127.
  29. ↑ Garcin, ed. Petry 1998, p. 297.
  30. 1 2 Petry 1994, p. 20.

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan