Kamis, 29 Oktober 2026
13:01 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Al-Muzaffar Ahmad

Sultan Mamluk Kairo

Bagikan:
Al-Muzaffar Ahmad
Sultan Mesir dan Suriah
Berkuasa13 Januari 1421 – 29 Agustus 1421
PendahuluShaykh al-Mahmudi
PenerusSaifuddin Tatar
Lahir(1419-05-27)27 Mei 1419
Kairo
Meninggal1430 (umur 10–11)
Aleksandria
AyahShaykh al-Mahmudi
IbuKhawand Sa'adat

Al-Muzaffar Ahmad (bahasa Arab:المظفر أحمد بن الشيخ; lahir 27 Mei 1419 – 1430) adalah putra Shaykh al-Mahmudi dan seorang sultan Mamluk Mesir yang memerintah dari 13 Januari hingga 29 Agustus 1421.[1][2]

Biografi

Al-Muzaffar Ahmad menjadi sultan pada usia 18 bulan setelah kematian ayahnya pada 13 Januari 1421. Emir Saifuddin Tatar dengan cepat mengonsolidasikan kekuasaan dan akhirnya menurunkan sultan muda tersebut pada 29 Agustus 1421, kemudian menikahi ibunya, Putri Sa'adat, sebelum akhirnya menceraikannya. Al-Muzaffar Ahmad dan saudaranya, Ibrahim, dipenjarakan di Aleksandria, tempat keduanya meninggal akibat wabah. Mereka awalnya dimakamkan di Aleksandria, tetapi kemudian dipindahkan ke kompleks makam ayah mereka di Kairo.[3]

Referensi

  1. ↑ 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Egypt/3 History" . Encyclopædia Britannica. Vol. 9 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 80–130, see page 102. ...(January 13th, 1421), and another infant son, Aḥmad, was proclaimed with the title Malik al-Moẓaffar, the proclamation being followed by the usual dissensions between the amirs, ending with the assumption of supreme power by the amir Tatar, who, after defeating his rivals, on the 29th of August 1421 had himself proclaimed sultan with the title Malik al-Ẓāhir
  2. ↑ Eduard von Zambaur (1980). معجم الأنساب والأسرات الحاكمة في التاريخ الإسلامي للمستشرق زامباور (dalam bahasa Arab). Beirut: IslamKotob. hlm. 163.
  3. ↑ Ibn Taghribirdi 1929, hlm. 198.

Bibliografi

  • Ibn Taghribirdi (1929). Al-Nujūm al-Zāhirah fī Mulūk Miṣr wa-al-Qāhirah (dalam bahasa Arab). Vol. 14. Egyptian Dar al-Kutub Press in Cairo.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan