Sabtu, 03 Oktober 2026
14:53 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Saifuddin Tatar

Bagikan:
Saifuddin Tatar
Sultan Mesir dan Suriah
Berkuasa29 Agustus 1421 – 30 November 1421
PendahuluAl-Muzaffar Ahmad
PenerusAl-Nasiruddin Muhammad
Lahirtidak diketahui
Meninggal30 November 1421
PasanganKhawand Sa'adat
Keturunan

Saifuddin Tatar (bahasa Arab:الظاهر سيف الدين ططر; meninggal 30 November 1421) adalah seorang sultan Mamluk Mesir yang memerintah dari 29 Agustus hingga 30 November 1421.[1][2]

Biografi

Berasal dari keturunan Sirkasia, Tatar tiba di Kairo sekitar 1399 sebagai seorang budak muda.[3] Ia berhasil meniti jalan menuju kedudukan penting dan akhirnya naik ke pangkat emir.[4] Bahkan sebelum pemakaman Sultan Al-Mu'ayyad Shaykh, ia telah memperkuat posisinya di kalangan elite Mamluk dan dengan cepat mengambil kendali sebagai wali bagi sultan muda Al-Muzaffar Ahmad.[5]

Namun, kenaikan Tatar ke tampuk kekuasaan tidak berlangsung tanpa perlawanan. Wakil penguasa Damaskus memberontak terhadap kekuasaannya secara de facto,[6] tetapi akhirnya berhasil ditundukkan oleh pasukannya.[7] Setelah kemenangannya, Tatar menguasai Damaskus, menyingkirkan banyak lawannya, dan menikahi ibu sultan muda tersebut, Khawand Sa'adat.[8] Ia akhirnya menurunkan sultan itu di Benteng Damaskus pada 29 Agustus 1421, mengklaim takhta Mamluk untuk dirinya sendiri sebelum kembali ke Kairo.[3]

Namun, ia kemudian terserang penyakit kronis, dan kesehatannya memburuk dengan cepat hingga akhirnya meninggal pada 30 November 1421.[9] Dua hari sebelumnya, ia telah menetapkan putranya, Al-Nasiruddin Muhammad, sebagai penerus takhta.[10]

Keluarga

Salah satu istrinya adalah putri Qutlubugha Hajji al-Banaqusi al-Turkmani al-Halabi. Dari pernikahan ini mereka memiliki seorang putri, Khawand Fatima,[11]: 409  yang menikah dengan Sultan Barsbay[12] dan meninggal pada 30 Agustus 1469.[13] Istri lainnya adalah putri Sudun al-Faqih.[11]: 43  Istri lainnya lagi adalah Khawand Sa'adat.[14] Ia adalah putri Sirghitmish dan sebelumnya pernah menikah dengan Sultan Al-Mu'ayyad Shaykh. Mereka menikah pada 4 Agustus 1421. Ia meninggal pada 1430.[15]

Ia memiliki seorang putra, An-Nasiruddin Muhammad, yang memerintah antara 1421 dan 1422.[16] Putri lainnya adalah Sitt al-Muluk. Ia menikah dengan Yashbak as-Suduni, panglima tertinggi.[17][18]

Referensi

  1. ↑ 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Egypt/3 History" . Encyclopædia Britannica. Vol. 09 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 80–130, see page 102, para (7). Period of Burjī Mamelukes & "Timur in Syria."
  2. ↑ Eduard von Zambaur (1980). معجم الأنساب والأسرات الحاكمة في التاريخ الإسلامي للمستشرق زامباور (dalam bahasa Arab). Beirut: IslamKotob. hlm. 163.
  3. 1 2 Ibn Taghribirdi 1929, hlm. 198.
  4. ↑ Ibn Taghribirdi 1929, hlm. 199–200.
  5. ↑ Ibn Taghribirdi 1929, hlm. 168–176.
  6. ↑ Ibn Taghribirdi 1929, hlm. 179–186.
  7. ↑ Ibn Taghribirdi 1929, hlm. 188.
  8. ↑ Ibn Taghribirdi 1929, hlm. 190.
  9. ↑ Ibn Taghribirdi 1929, hlm. 204–206.
  10. ↑ Ibn Taghribirdi 1929, hlm. 206.
  11. 1 2 Ben-Bassat, Y. (2017). Developing Perspectives in Mamluk History: Essays in Honor of Amalia Levanoni. Islamic History and Civilization. Brill. ISBN 978-90-04-34505-8.
  12. ↑ Akkuş Yiğit, Fatma (2016-04-20). "Memlûk Sarayında Tek Eşlilik ve Çok Eşlilik Üzerine Bir İnceleme" (PDF). Journal of International Social Research. 9 (43). The Journal of International Social Research: 560. doi:10.17719/jisr.20164317631. ISSN 1307-9581.
  13. ↑ Keddie, N.R.; Baron, B. (2008). Women in Middle Eastern History: Shifting Boundaries in Sex and Gender. Yale University Press. hlm. 131. ISBN 978-0-300-15746-8.
  14. ↑ Taghrībirdī, A.M.Y.I.; Popper, W. (1954). History of Egypt, 1382-1469 A.D.: 1412-1422 A.D. University of California Press. hlm. 142.
  15. ↑ D'hulster, Kristof; Steenbergen, Jo Van. "Family Matters: The Family-In-Law Impulse in Mamluk Marriage Policy". Annales Islamologiques. 47: 61–82. Diakses tanggal 2021-11-30.
  16. ↑ Petry, C.F. (2008). The Cambridge History of Egypt. Cambridge histories online. Cambridge University Press. hlm. 520. ISBN 978-0-521-06885-7.
  17. ↑ Taghrībirdī, A.M.Y.I.; Popper, W.; Fischel, W.J. (1967). History of Egypt: An Extract from Abū L-Mahāsin Ibn Taghrī Birdī's Chronicle Entitled Hawādith Ad-Duhūr Fī Madā L-'Ayyām Wash-Shuhūr (845-854., A.H., A.D. 1441-1450). American oriental series: Essay. American Oriental Society. hlm. 23.
  18. ↑ Conermann, S. (2014). Everything is on the Move: The Mamluk Empire as a Node in (trans-)regional Networks. Mamluk studies. V&R Unipress. hlm. 102. ISBN 978-3-8471-0274-8.

Bibliografi

  • Ibn Taghribirdi (1929). Al-Nujūm al-Zāhirah fī Mulūk Miṣr wa-al-Qāhirah (dalam bahasa Arab). Vol. 14. Egyptian Dar al-Kutub Press in Cairo.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan