Kamis, 01 Oktober 2026
18:51 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Aybak

Aybak

Bagikan:
Izzuddin Aybak
250px-Silver_dirham_of_Aybak.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dirham perak Aybak dicetak di Kairo pada tahun 1256
Sultan Mesir
Pemerintahan pertamaJuli 1250 (lima hari)
PendahuluShajar al-Durr
PenerusAl-Ashraf Musa
Pemerintahan kedua1254–1257
PendahuluAl-Ashraf Musa
PenerusAl-Mansur Ali
Lahir1205
Meninggal1257
Pemakaman
PasanganShajar al-Durr
KeturunanAl-Mansur Ali
Nama lengkap
al-Malik al-Mu'izz Izzuddin Aybak al-Jawshangir al-Turkmani al-Salihi
Nama dan tanggal periode
Mamluk Bahri: 1250, 1254–1382, 1389
AgamaIslam Sunni

Izzuddin Aybak[dn 1] (Arab: عز الدين أيبك), gelar: al-Malik al-Muizz Izzuddin Aybak al-Jashankir at-Turkumani as-Salihiy (Arab: الملك المعز عز الدين أيبك (الجاشنكير) التركماني الصالحي) adalah sultan Mamluk pertama di Mesir dari garis Turkik Bahri.[dn 2][dn 3][dn 4][1] Ia memerintah dari tahun 1250 hingga wafat pada tahun 1257.

Mendapatkan kekuasaan

Merasa tidak nyaman ketika para amir Suriah menolak memberikan penghormatan kepada Syajaruddur dan menyerahkan Damaskus kepada an-Nasir Yusuf, amir Ayyubiyah dari Aleppo, Syajaruddur menikahi Aybak dan kemudian mengundurkan diri, menyerahkan takhta kepada Aybak setelah memerintah Mesir selama 80 hari, mulai 2 Mei 1250.[2]

Aybak, yang mulai menjabat sebagai sultan baru Mesir pada akhir Juli 1250, diberi nama resmi al-Malik al-Muizz. Hingga saat itu, Aybak terutama mengandalkan empat Mamluk: Faris ad-Din Aktai, Baibars al-Bunduqdari, Qutuz, dan Bilban al-Rashidi.[3][4]

Kepemimpinan formal Aybak hanya berlangsung selama lima hari.[5] Untuk mengokohkan posisinya dan mencoba menenangkan lawan-lawannya di Suriah dan Baghdad, para Mamluk Bahri menobatkan al-Ashraf Musa yang berusia 6 tahun,[dn 5][dn 6] anggota cabang Suriah dari keluarga Ayyubiyah,[dn 7] sebagai sultan, sambil mengumumkan bahwa Aybak hanyalah wakil dari khalifah Abbasiyah di Baghdad. Selain itu, untuk menunjukkan kesetiaannya kepada tuan Ayyubiyah yang telah meninggal, as-Salih Ayyub, Aybak mengadakan upacara pemakaman untuk as-Salih dan menguburkannya di makam yang telah dibangun as-Salih untuk dirinya sendiri sebelum wafat, dekat madrasahnya di distrik Bain al-Qasrain, Kairo.[6][7][dn 8] Meskipun demikian, kekuasaan nyata di Mesir tetap dipegang oleh Aybak, yang kembali menjabat sebagai atabak (atabeg).[5]

Catatan

  1. ↑ Nama Aybeg atau Aibak atau Aybak merupakan gabungan dua kata Turki, "Ay" = Bulan dan "Beg" atau varian "Bak" = Emir dalam bahasa Arab. -(Al-Maqrizi, Note p.463/vol.1 )
  2. ↑ Meskipun Aybak dianggap oleh sejarawan sebagai seorang Mamluk, ia sebenarnya bertugas di istana as-Salih Ayyub sebagai Emir/komandan militer, bukan sebagai seorang Mamluk. - Shayal, hlm. 153/ jilid 2 - Al-Maqrizi, hlm. 463/ jilid 1 – Menurut Ibnu Taghribirdi, as-Salih Ayyub membelinya sebelum ia menjadi Sultan dan ia mempromosikannya ke posisi Emir. Pangkat yang digunakan Aybak adalah Khawanja (akuntan Sultan). Ibn Taghri, hlm. 103-273/ Kesultanan al-Muizz Aybak al-Turkumani.
  3. ↑ Namun, beberapa sejarawan menganggap Shajar Adurr sebagai Sultan Mamluk pertama.. Shayal, p.115/vol.2.
  4. ↑ Al-Maqrizi juga menggambarkan Shajar Adurr sebagai sultan Mamluk pertama yang berasal dari Turkik. al-Maqrizi, p.459/ vol.1
  5. ↑ Juga dikenal sebagai Al-Nasir Salahuddin Yusuf. – Al-Maqrizi, p.464/vol.1- Ibn Taghri, pp.103-273/ The Sultanate of al-Muizz Aybak al-Turkumani.
  6. ↑ Koin-koin Musa menunjukkan bahwa ia adalah seorang Sultan dan bukan rekan-sultan.
  7. ↑ al-Malik Sharaf Muzafiruddin Musa adalah cucu al-Malik al-Kamil. Al-Maqrizi, p.464/vol.1 – Shayal, p.115/ vol.2 – Ibn Taghri, pp.103-273/ The Sultanate of al-Muizz Aybak al-Turkumani,
  8. ↑ Kematian as-Salih Ayyub disembunyikan oleh istrinya, Shajar al-Durr, karena Mesir sedang diserang dalam Perang Salib Ketujuh. Jenazahnya yang dikafani kemudian diam-diam diangkut dengan perahu ke benteng di Pulau al-Rudah di Sungai Nil, tempat jenazah itu disimpan hingga kemudian dikuburkan oleh Aybak di makam Sultan dekat Madrasah as-Salih. ( Al-Maqrizi, pp. 441-443/vol.1 ) Lihat pula Shajar al-Durr.

Referensi

  1. ↑ Encyclopædia Britannica Online – Aybak article. web page
  2. ↑ Al-Maqrizi, pp.462-463/vol.1
  3. ↑ Al-Maqrizi, p.472/vol.1
  4. ↑ Ibn Taghri, pp.103-273/ The Sultanate of al-Muizz Aybak al-Turkumani.
  5. 1 2 P. M. Holt (1986). The Age of the Crusades: The Near East from the Eleventh Century to 1517. A History of the Near East. London: Routledge. hlm. 84. ISBN 9780582493025. Diakses tanggal 12 September 2015.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Al-Maqrizi, p. 464/vol.1
  7. ↑ Shayal, p.116/vol.2

Bibliografi

  • Abu al-Fida, The Concise History of Humanity
  • Al-Maqrizi, Al Selouk Leme'refatt Dewall al-Melouk, Dar al-kotob, 1997.
  • Idem in English: Bohn, Henry G., The Road to Knowledge of the Return of Kings, Chronicles of the Crusades, AMS Press, 1969.
  • Al-Maqrizi, al-Mawaiz wa al-'i'tibar bi dhikr al-khitat wa al-'athar, Matabat aladab, Cairo 1996, ISBN977-241-175-X.
  • Idem in French: Bouriant, Urbain, Description topographique et historique de l'Egypte, Paris 1895
  • Ibn Taghri, al-Nujum al-Zahirah Fi Milook Misr wa al-Qahirah, al-Hay'ah al-Misreyah 1968
  • History of Egypt, 1382–1469 A.D. by Yusef. William Popper, translator Abu L-Mahasin ibn Taghri Birdi, University of California Press 1954
  • Mahdi, Dr. Shafik, Mamalik Misr wa Alsham ( Mamluks of Egypt and the Levant), Aldar Alarabiya, Beirut 2008
  • Qasim, Abdu Qasim Dr., Asr Salatin AlMamlik ( era of the Mamluk Sultans ), Eye for human and social studies, Cairo 2007
  • Sadawi, H., Al-Mamalik, Maroof Ikhwan, Alexandria.
  • Shayal, Jamal, Prof. of Islamic history, Tarikh Misr al-Islamiyah (History of Islamic Egypt), dar al-Maref, Cairo 1266, ISBN977-02-5975-6
  • The New Encyclopædia Britannica, Macropædia, H.H. Berton Publisher, 1973–1974
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan