Minggu, 20 September 2026
23:40 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Timurbugha

politikus

Timurbugha
al-Malik al-Zāhir
Sultan Mesir dan Suriah
Berkuasa5 Desember 1467 – 30 Januari 1468
PendahuluSaifuddin Bilbay
PenerusQaitbay
LahirTidak diketahui
Meninggal1475
Damietta
Nama lengkap
Sultan, al-Malik al-Zāhir Timurbugha

Al-Malik al-Zahir Timurbugha al-Rumi (meninggal 1475) adalah sultan Burji ke-17 dari Kesultanan Mamluk Mesir yang memerintah secara singkat dari akhir 1467 hingga awal 1468 sebelum diturunkan dari takhta.[1][2] Ia menggunakan gelar al-Malik al-Zahir.[3]

Biografi

Timurbugha berasal dari keturunan Yunani atau Albania.[4][5] Sekitar tahun 1421 ia dibawa oleh seorang pedagang kepada Shahin al-Zardakash, na'ib Tripoli, kemudian ia diserahkan kepada Saifuddin Jaqmaq. Pada sekitar 1442 ia menjadi hazinedar pada masa pemerintahan Jaqmaq.[5] Ia kemudian memimpin pertahanan melawan mamluk Saifuddin Inal yang akhirnya berhasil menurunkan Al-Mansur Fakhruddin Utsman dari takhta. Setelah itu ia dipenjarakan di Aleksandria selama lima tahun, lalu di Benteng Nimrod selama enam tahun. Sekitar 1458 ia dibebaskan oleh Inal untuk menemani rombongan haji ke Mekah.

Sekitar 1461 ia kembali ke Kairo pada masa pemerintahan Khushqadam, dan memegang beberapa jabatan hingga kematian sultan tersebut. Saifuddin Bilbay sempat memerintah secara singkat pada akhir 1467 sebelum Timurbugha menjadi sultan baru pada 5 Desember 1467. Timurbugha dikenal berpendidikan baik dan menonjol dalam bidang hukum, sejarah, sastra, dan puisi. Selama masa pemerintahannya, para tahanan politik dibebaskan dari Aleksandria, termasuk Al-Mu'ayyad Shihabuddin Ahmad.[6]

Namun pemerintahannya berlangsung kurang dari dua bulan karena ia digulingkan dalam kudeta istana pada 30 Januari 1468.[7] Qaitbay, atabak yang diangkat oleh Timurbugha, berhasil mengalahkan para pemberontak yang dipimpin oleh Khairbek dan membebaskan Timurbugha. Setelah itu ia pensiun di Damietta hingga meninggal pada 1475.[5]

Referensi

  1. Schultz 2017, hlm. 251.
  2. Morby, John E. (2014). Rozier, Charlie (ed.). Dynasties of the World (Oxford Quick Reference) (Edisi 2). Oxford University Press. hlm. 1–625.
  3. Schultz 2017, hlm. 258.
  4. Abdul Ali (1996). Islamic dynasties of the Arab East : state and civilization during the later medieval times. New Delhi: M D Publications Pvt Ltd. hlm. 64. ISBN 81-7533-008-2. OCLC 36151450.
  5. 1 2 3 Natho 2009, hlm. 220.
  6. Natho 2009, hlm. 219.
  7. Petry 1993, hlm. 22.

Bibliografi

  • Natho, Kadir I. (2009). Circassian History. Xlibris Corporation. ISBN 9781465316998.
  • Petry, C.F. (1993). Twilight of majesty: the reigns of the Mamlūk Sultans al-Ashrāf Qāytbāy and Qānṣūh al-Ghawrī in Egypt. Seattle.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  • Schultz, Warren C. (2017). "Mamluk Coins, Mamluk Politics and the Limits of the Numismatic Evidence". Dalam Ben-Bassat, Yuval (ed.). Developing Perspectives in Mamluk History: Essays in Honor of Amalia Levanoni. BRILL. ISBN 978-9004340466.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan