Jumat, 30 Oktober 2026
04:07 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Dinasti Burji

Bagikan:
Negara Sirkasia
دولة الجراكسة  (Arab)
Daulat al-Jarākisa
1382–1517
StatusKesultanan, secara nominal di bawah Kekhalifahan Abbasiyah
Ibu kotaKairo
BahasaArab
Kipchak Turki
Sirkasia
Agama Islam Sunni
Sejarah 
• Didirikan
1382
• Dibubarkan
1517
Didahului olehDigantikan oleh
dnsDinasti
Bahri
kslKesultanan
Utsmaniyah

Mamluk Burji (bahasa Arab:المماليك البرجية, translit. al-Mamalik al-Burjiya) atau Mamluk Sirkasia (bahasa Arab:المماليك الشركس, translit. al-Mamalik al-Syarkas), kadang disebut juga Dinasti Burji,[1][2] merupakan para penguasa Kesultanan Mamluk di Mesir dari tahun 1382 hingga 1517. Seperti halnya Mamluk Bahri sebelumnya, anggota kelas penguasa Mamluk Burji dibeli sebagai budak (mamluk) dan kemudian dibebaskan, dengan mereka yang paling berkuasa menjadi sultan di Kairo. Pada masa ini, para penguasa Mamluk umumnya berasal dari etnis Sirkasia, yang direkrut dari penduduk Kristen di wilayah Kaukasus Utara.[3][4][5][6] Nama Burji, yang berarti 'menara', merujuk pada tempat tinggal tradisional para Mamluk ini di barak-barak Benteng Kairo.[3][7][8]

Meskipun para sultan biasanya menunjuk putra mereka untuk menggantikan setelah meninggal, para penerus ini jarang bertahan lebih dari beberapa tahun sebelum digulingkan oleh salah satu komandan Mamluk yang berkuasa, biasanya dari kalangan Mamluk yang dibeli oleh sultan-sultan sebelumnya.[3] Perebutan kekuasaan politik sering kali menjadi faktor penting dalam penentuan sultan baru.[9]

Pada masa ini, Mamluk berperang melawan Timur dan menaklukkan Siprus. Sepanjang abad ke-15, kesultanan melemah akibat pertikaian internal dan kemunduran ekonomi yang disebabkan oleh berbagai faktor. Meskipun masih memiliki kekuatan militer yang besar, mereka akhirnya tidak mampu bersaing dengan pasukan Utsmaniyah yang lebih modern, sehingga pada tahun 1517 kesultanan mereka ditaklukkan oleh Kesultanan Utsmaniyah.[9]

Referensi

  1. ↑ Shoup, John A. (2017). The Nile: An Encyclopedia of Geography, History, and Culture (dalam bahasa Inggris). ABC-CLIO. hlm. 170. ISBN 978-1-4408-4041-8.
  2. ↑ Flood, Finbarr Barry; Necipoğlu, Gülru (2017). A Companion to Islamic Art and Architecture (dalam bahasa Inggris). Wiley Blackwell. hlm. 579. ISBN 978-1-119-06857-0.
  3. 1 2 3 Bosworth, C. E. (1996). "The Mamluks". New Islamic Dynasties: A Chronological and Genealogical Manual (dalam bahasa Inggris). Edinburgh University Press. hlm. 76–80. ISBN 978-1-4744-6462-8.
  4. ↑ McGregor, Andrew James (2006). A Military History of Modern Egypt: From the Ottoman Conquest to the Ramadan War. Greenwood Publishing Group. hlm. 15. ISBN 9780275986018. By the late fourteenth century Circassians from the north Caucasus region had become the majority in the Mamluk ranks.
  5. ↑ Isichei, Elizabeth (1997). A History of African Societies to 1870 (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-45599-2.
  6. ↑ Heng, Geraldine (2018). The Invention of Race in the European Middle Ages (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 978-1-108-42278-9.
  7. ↑ Petry, Carl F. (2014). The Civilian Elite of Cairo in the Later Middle Ages (dalam bahasa Inggris). Princeton University Press. hlm. 18. ISBN 978-1-4008-5641-1.
  8. ↑ AlSayyad, Nezar (2013). Cairo: Histories of a City (dalam bahasa Inggris). Harvard University Press. hlm. 117. ISBN 978-0-674-07245-9.
  9. 1 2 Petry 2022, hlm. 23–52.

Bibliografi

  • Petry, Carl F. (2022). The Mamluk Sultanate: A History. Cambridge University Press. ISBN 978-1-108-47104-6.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan