Rabu, 30 September 2026
15:56 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu
Kabupaten Sragen

Kabupaten Sragen

kabupaten di Provinsi Jawa Tengah

Bagikan:
Kabupaten Sragen
Transkripsi bahasa daerah
 • Jawiسراڬين
 • Hanacarakaꦯꦿꦒꦺꦤ꧀
 • Pegonسۤراڮَين
 • Alfabet JawaṠragèn
250px-Bendera_KABUPATEN_SRAGEN.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera
lossless-page1-120px-Lambang_Kabupaten_Sragen.tif.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang
Julukan: 
  • Bumi Sukowati Dan Kota Fosil
Motto: 
THE LAND OF JAVA MAN
osm-intl,a,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kabupaten_Sragen&revid=29839327&groups=_022b736d9abf813efd2cc79343dd4ec887f18ae2&parser=parsoid
Peta Kabupaten Sragen
Kabupaten Sragen di Jawa
Kabupaten Sragen
Kabupaten Sragen
Peta Kabupaten Sragen
Tampilkan peta Jawa
Kabupaten Sragen di Indonesia
Kabupaten Sragen
Kabupaten Sragen
Kabupaten Sragen (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 7°24′46″S 110°56′06″E / 7.41278°S 110.935°E / -7.41278; 110.935
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Dasar hukumUU No. 13/1950
Hari jadi27 Mei 1746 (umur 280)
Ibu kotaSragen
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 20
  • Kelurahan: 12
  • Desa: 196
Pemerintahan
 • JenisPemerintah Daerah Kabupaten
 • BupatiSigit Pamungkas
 • Wakil BupatiSuroto
 • Sekretaris DaerahHargiyanto
 • Ketua DPRDSuparno
Luas
 • Total941,55 km2 (363,53 sq mi)
Populasi
 (31 Desember 2025)[1]
 • Total1.026.492
 • Kepadatan1,100/km2 (2,800/sq mi)
Demografi
 • Agama
 • BahasaIndonesia, Jawa (dominan)
 • IPMKenaikan 75,53 (2024)
 tinggi [3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode BPS
3314 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0271
Kode ISO 3166ID-JT
Pelat kendaraanAD xxxx **E/*N/*Y
Kode Kemendagri33.14 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 2.403.010.000.000,- (2024)[4]
PADRp 439.370.000.000,- (2024)[4]
DAURp 1.071.083.438.000,- (2024)[5]
DAKRp 407.339.048.000,- (2024)[6]
Semboyan daerahSragen ASRI
(Aman, Sehat, Rapi, Indah)
Flora resmiSalam
Fauna resmiBranjangan
Situs webwww.sragenkab.go.id

Kabupaten Sragen (bahasa Jawa:Hanacaraka: ꦯꦿꦒꦺꦤ꧀, Pegon: سۤراڮَين translit. Ṡragèn) adalah kabupaten di wilayah metropolitan Solo Raya, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kotanya adalah kecamatan Sragen, sekitar 30 km sebelah Timur Laut Kota Surakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Grobogan di Utara, Kabupaten Ngawi di Timur, Kabupaten Karanganyar di Selatan, serta Kabupaten Boyolali di Barat. Penduduk kabupaten Sragen berjumlah 1.026.492 jiwa pada tahun 2025.[1][7]

Kabupaten ini dikenal dengan sebutan "Kabupaten Fosil" dan juga dikenal sebagai "Bumi Sukowati",[8] nama yang digunakan sejak masa kekuasaan Kerajaan (Kasunanan) Surakarta. Nama Sragen dipakai karena pusat pemerintahan berada di Sragen. Kawasan Sangiran merupakan tempat ditemukannya fosil manusia purba dan binatang purba.[butuh rujukan] Fosil-fosil tersebut kemudin menjadi koleksi Museum Fosil Sangiran.[9]

Sejarah

Hari Jadi Kabupaten Sragen[pranala nonaktif permanen] ditetapkan dengan Perda Nomor: 4 Tahun 1987, yaitu pada hari Selasa Pon, tanggal 27 Mei 1746. tanggal dan waktu tersebut adalah dari hasil penelitian serta kajian pada fakta sejarah, ketika Pangeran Mangkubumi yang kelak menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono yang ke- I menancapkan tonggak pertama melakukan perlawanan terhadap Belanda menuju bangsa yang berdaulat dengan membentuk suatu Pemerintahan lokal di Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati sebelah timur.

Kronologi

Pangeran Mangkubumi adik dari Sunan Pakubuwono II di Mataram sangat membenci Kolonialis Belanda. Apalagi setelah Belanda banyak mengintervensi Mataram sebagai Pemerintahan yang berdaulat. Oleh karena itu dengan tekad yang menyala bangsawan muda tersebut lolos dari istana dan menyatakan perang dengan Belanda. Dalam sejarah peperangan tersebut, disebut dengan Perang Mangkubumen ( 1746–1757 ). Dalam perjalanan perangnya Pangeran Muda dengan pasukannya dari Keraton bergerak melewati Desa-desa Cemara, Tingkir, Wonosari, Karangsari, Ngerang, Butuh, Guyang. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati.

Di Desa ini Pangeran Mangkubumi membentuk Pemerintahan Pemberontak. Desa Pandak, Karangnongko di jadikan pusat Pemerintahan Projo Sukowati, dan dia meresmikan namanya menjadi Pangeran Sukowati serta mengangkat pula beberapa pejabat pemerintahan.

Karena secara geografis terletak di tepi Jalan Lintas Tentara Kompeni Surakarta – Madiun, pusat Pemerintahan tersebut dianggap kurang aman, maka kemudian sejak tahun 1746 dipindahkan ke Desa Gebang yang terletak disebelah tenggara Desa Pandak Karangnongko.

Sejak itu Pangeran Sukowati memperluas daerah kekuasaannya meliputi Desa Krikilan, Pakis, Jati, Prampalan, Mojoroto, Celep, Jurangjero, Grompol, Kaliwuluh, Jumbleng, Lajersari dan beberapa desa Lain.

Dengan daerah kekuasaan serta pasukan yang semakin besar Pangeran Sukowati terus menerus melakukan perlawanaan kepada Kompeni Belanda bahu membahu dengan saudaranya Raden Mas Said, yang berakhir dengan perjanjian Giyanti pada tahun 1755, yang terkenal dengan Perjanjian Palihan Negari, yaitu kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, di mana Pangeran Sukowati menjadi Sultan Hamengku Buwono ke-1 dan perjanjian Salatiga tahun 1757, di mana Raden Mas Said ditetapkan menjadi Mangkunegara I dengan mendapatkan separuh wilayah Kasunanan Surakarta.

Selanjutnya sejak tanggal 12 Oktober 1840 dengan Surat Keputusan Sunan Paku Buwono VII yaitu serat Angger – angger Gunung, daerah yang lokasinya strategis ditunjuk menjadi Pos Tundan, yaitu tempat untuk menjaga ketertiban dan keamanan Lalu Lintas Barang dan surat serta perbaikan jalan dan jembatan, termasuk salah satunya adalah Pos Tundan Sragen.

Perkembangan selanjutnya sejak tanggal 5 juni 1847 oleh Sunan Paku Buwono VIII dengan persetujuan Residen Surakarta Baron de Geer ditambah kekuasaan yaitu melakukan tugas kepolisian dan karenanya disebut Kabupaten Gunung Pulisi Sragen. Kemudian berdasarkan Staatsblaad No 32 Tahun 1854, maka disetiap Kabupaten Gunung Pulisi dibentuk Pengadilan Kabupaten, di mana Bupati Pulisi menjadi Ketua dan dibantu oleh Kliwon, Panewu, Rangga dan Kaum.

Sejak tahun 1869, daerah Kabupaten Pulisi Sragen memiliki 4 ( empat ) Distrik, yaitu Distrik Sragen, Distrik Grompol, Distrik Sambungmacan dan Distrik Majenang.

Selanjutnya sejak Sunan Paku Buwono VIII dan seterusnya diadakan reformasi terus menerus dibidang Pemerintahan, di mana pada akhirnya Kabupaten Gunung Pulisi Sragen disempurnakan menjadi Kabupaten Pangreh Praja. Perubahan ini ditetapkan pada zaman Pemerintahan Paku Buwono X, Rijkblaad No. 23 Tahun 1918, di mana Kabupaten Pangreh Praja sebagai Daerah Otonom yang melaksanakan kekuasaan hukum dan Pemerintahan.

Dan Akhirnya memasuki Zaman Kemerdekaan Pemerintah Republik Indonesia, Kabupaten Pangreh Praja Sragen menjadi Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen.

Geografi

Secara geografis, Kabupaten Sragen terletak di 7°15' – 7°30' Lintang Selatan dan 110°45' – 111°10' Bujur Timur. Luas wilayah kabupaten ini adalah 941,55 km² yang terbagi menjadi dua wilayah akibat aliran Sungai Bengawan Solo yang menjulur dari barat ke timur. Wilayah di sisi utara aliran sungai memiliki luas sebesar 613,95 km² (65,2% dari total luas wilayah kabupaten ini) dan wilayah di sisi selatan aliran sungai mempunyai wilayah seluas 327,6 km² (34,8% dari total luas wilayah kabupaten Sragen).[10]

Topografi

Wiayah Kabupaten Sragen memiliki ketinggian di antara 70 hingga 500 meter di atas permukaan laut. Wilayah kabupaten ini berada di lembah daerah aliran Sungai Bengawan Solo yang mengalir ke arah timur. Sebelah utara berupa perbukitan yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Kendeng. Sementara wilayah tengah dan selatannya berupa dataran rendah dengan sebagian kecil wilayah tenggara berupa perbukitan kaki Gunung Lawu.[10]

Batas wilayah

Batas wilayah kabupaten Sragen adalah sebagai berikut:[11]

Utara Kabupaten Grobogan
Timur Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
Selatan Kabupaten Karanganyar
Barat Kabupaten Boyolali

Iklim

Berdasar pada klasifikasi iklim dan curah hujan, wilayah Sragen termasuk dalam kategori iklim muson tropis (Am) dengan dua musim yang berbeda akibat pergerakan angin monsun. Suhu udara di wilayah Sragen cenderung konstan di antara 24°–34°C dengan kelembapan udara bervariasi antara 60%–90%. Dua musim yang dialami wilayah Sragen adalah musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan di Kabupaten Sragen berlangsung pada periode November hingga April saat angin monsun baratan berhembus dari wilayah Asia yang sifatnya basah dan lembap. Sementara itu, musim kemarau terjadi di wilayah ini pada periode Mei hingga Oktober ketika angin monsun tenggara berhembus dari wilayah Australia yang sifatnya kering. Berdasarkan data curah hujan tahunan dari BMKG, wilayah Sragen berada pada kategori curah hujan tahunan menengah antara 1.500 hingga 2.500 mm per tahunnya.

Data iklim Sragen, Jawa Tengah, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29.3
(84.7)
29.4
(84.9)
30.0
(86)
30.3
(86.5)
30.5
(86.9)
31.1
(88)
32.1
(89.8)
32.5
(90.5)
33.5
(92.3)
33.6
(92.5)
32.6
(90.7)
30.0
(86)
31.24
(88.23)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.8
(73)
22.9
(73.2)
23.0
(73.4)
23.1
(73.6)
22.8
(73)
22.4
(72.3)
21.7
(71.1)
22.1
(71.8)
22.9
(73.2)
23.8
(74.8)
23.9
(75)
23.3
(73.9)
22.89
(73.19)
Curah hujan mm (inci) 341
(13.43)
337
(13.27)
308
(12.13)
231
(9.09)
112
(4.41)
63
(2.48)
37
(1.46)
29
(1.14)
38
(1.5)
137
(5.39)
262
(10.31)
283
(11.14)
2.178
(85,75)
Rata-rata hari hujan 15 14 14 11 5 4 2 1 2 7 12 13 100
% kelembapan 87 89 86 79 72 67 63 60 61 68 75 81 74
Rata-rata sinar matahari harian 6.3 6.5 7.4 7.8 8.2 8.6 9.0 9.3 9.2 8.3 7.7 7.5 7.98
Sumber #1: Climate-Data.org[12]
Sumber #2: BMKG[13]

Pemerintahan

Daftar Bupati

Artikel utama: Daftar Bupati Sragen
No Foto Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati
18. Sigit Pamungkas, S.IP, M.A. 20 Februari 2025 Petahana Suroto

Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Sragen dalam empat periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014[14] 2014–2019[15] 2019–2024[16] 2024–2029[17]
PKB 5 Kenaikan 7 Steady 7 Penurunan 6
Gerindra (baru) 1 Kenaikan 5 Steady 5 Kenaikan 6
PDI-P 17 Penurunan 11 Kenaikan 13 Kenaikan 15
Golkar 6 Kenaikan 8 Penurunan 6 Kenaikan 7
NasDem (baru) 0 Kenaikan 1 Kenaikan 2
PKS 4 Kenaikan 6 Steady 6 Penurunan 5
Hanura (baru) 0 Kenaikan 1 Penurunan 0 Steady 0
PAN 3 Steady 3 Penurunan 2 Kenaikan 4
Demokrat 7 Penurunan 3 Kenaikan 5 Steady 5
PPP 1 Steady 1 Penurunan 0 Steady 0
PPRN (baru) 1
Jumlah Anggota 45 Steady 45 Steady 45 Kenaikan 50
Jumlah Partai 9 Steady 9 Penurunan 8 Steady 8

Kecamatan

Kabupaten Sragen terdiri dari 20 kecamatan, 12 kelurahan, dan 196 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 981.416 jiwa dengan luas wilayah 941,54 km² dan sebaran penduduk 1.042 jiwa/km².[18][19]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Sragen, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Kodepos[20]StatusDaftar
Desa/Kelurahan
33.14.13 Gemolong

ꦒꦼꦩꦺꦴꦭꦺꦴꦁ (gĕmoloŋ)

41057274Desa
Kelurahan
33.14.18 Gesi

ꦒꦼꦱꦶ (gĕsi)

757262Desa
33.14.06 Gondang

ꦒꦺꦴꦤ꧀ꦝꦁ (gonḍaŋ)

957254Desa
33.14.20 Jenar

ꦗꦼꦤꦂ (jĕnar)

757256Desa
33.14.01 Kalijambe

ꦏꦭꦶꦗꦩ꧀ꦧꦺ (kalijambé)

1457275Desa
33.14.09 Karangmalang

ꦏꦫꦁꦩꦭꦁ (karaŋmalaŋ)

2857291Desa
Kelurahan
33.14.04 Kedawung

ꦏꦼꦢꦮꦸꦁ (kedawuŋ)

1057292Desa
33.14.03 Masaran

ꦩꦱꦂꦫꦤ꧀ (masaran)

1357282Desa
33.14.14 Miri

ꦩꦶꦫꦶ (miri)

1057276Desa
33.14.16 Mondokan

ꦩꦺꦴꦤ꧀ꦝꦺꦴꦏ꧀ꦏꦤ꧀ (monḍokan)

957271Desa
33.14.08 Ngrampal

ꦔꦿꦩ꧀ꦥꦭ꧀ (ŋrampal)

857252Desa
33.14.02 Plupuh

ꦥ꧀ꦭꦸꦥꦸꦃ (plupuh)

1657283Desa
33.14.05 Sambirejo

ꦱꦩ꧀ꦧꦶꦉꦗ (sambirĕjå)

957293Desa
33.14.07 Sambungmacanꦱꦩ꧀ꦧꦸꦁꦩꦕꦤ꧀

(sambuŋmacan)

957253Desa
33.14.11 Sidoharjo

ꦱꦶꦢꦲꦂꦗ (sidåhårjå)

1257281Desa
33.14.10 Sragen

ꦱꦿꦒꦺꦤ꧀ (sragèn)

6257211-57218Desa
Kelurahan
33.14.17 Sukodono

ꦱꦸꦏꦢꦤ (sukådånå)

957263Desa
33.14.15 Sumberlawang

ꦱꦸꦩ꧀ꦧꦼꦂꦭꦮꦁ (sumbĕrlawaŋ)

1157272Desa
33.14.19 Tangen

ꦠꦔꦺꦤ꧀ (tangèn)

757261Desa
33.14.12 Tanon

ꦠꦤꦺꦴꦤ꧀ (tanon)

1657277Desa
TOTAL12196

Transportasi

Darat

Sragen terletak di poros Jalan Nasional Nasional 17 di {{Rute/Kode daerah . Kabupaten ini merupakan gerbang utama jalur tengah Provinsi Jawa Tengah, berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, Sragen juga dilintasi Jalan Tol Trans Jawa Ruas Solo–Ngawi dan memiliki 2 Gerbang Tol, yakni Gerbang Tol Sragen Barat yang berada di Pungkruk dan Gerbang Tol Sragen Timur yang berada di Sambungmacan. Gerbang Tol Sragen Timur juga melayani arus kendaraan dari dan menuju Ngawi bagian barat.

Bus

Sragen memiliki terminal tipe B, yakni Terminal Pilangsari. Terminal ini melayani bus antarkota menuju seluruh wilayah Pulau Jawa hingga Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu juga terdapat Terminal Tipe C Gemolong yang melayani Trans Jateng koridor S1 Tirtonadi–Sangiran–Sumberlawang dan bus antarkota, letaknya tidak begitu jauh dari Stasiun Salem.

Selain itu Sragen juga memiliki transportasi antar desa yang berupa bus kecil/minibus dan angkot, yang menghubungkan desa-desa di pelosok Sragen.

Perkeretaapian

250px-Stasiun_Sragen_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Sragen

Sragen dilintasi jalur kereta api Solo Balapan–Wonokromo di lintas selatan Jawa dan jalur kereta api Semarang–Vorstenlanden cabang Gundih–Solo Balapan di lintas utara Jawa serta memiliki 6 stasiun aktif, yakni Masaran, Sragen, Kebonromo, Kedungbanteng, Sumberlawang, dan Salem. Namun hanya 2 stasiun yang melayani naik turun penumpang, yaitu Stasiun Sragen yang melayani kereta api antarkota serta kereta api Bandara Adi Soemarmo dan Stasiun Salem di Kecamatan Gemolong yang hanya melayani layanan kereta api aglomerasi.

Pariwisata

Tempat Wisata

  • Wisata Gunung Kemukus, merupakan makam Pangeran Samudro dan Ibu Ontrowulan. Setiap hari Wisata Gunung Kemukus selalu rame didatangi peziarah, terutama malam Jumat Pahing. Saat ini Wisata Gunung Kemukus direvitalisasi menjadi New Kemukus, sebagai wisata religi keluarga yang diresmikan oleh ketua DPR RI Puan Maharani
  • Alun-alun Kabupaten Sragen.

Museum Fosil Sangiran

Museum Fosil Sangiran berlokasi di Situs Purbakala Sangiran yang menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.[21] Di dalam museum ini terdapat fosil manusia purba.[22] Letak Museum Fosil Sangiran sebagian dalam wilayah di Kecamatan Kalijambe dan Kecamatan Plupuh dalam wilayah Kabupaten Srage, dan sebagian dalam wilayah Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.[23] Contoh dari fosil purbakala di Museum Sangiran adalah rahang dari Homo erectus, salah satu manusia jawa purba yang berada di Pulau Jawa.

  • Pemandian Air Panas Bayanan.
  • Dayu Park.
  • Waduk Botok.
  • Waduk Brambang
  • sendang Kun gerit
  • Waduk Kedungombo, sebuah Bendungan yang berada di 3 kabupaten yakni Sragen, Grobogan, dan Boyolali. Salah satu wilayah dari bagian Waduk Kedungombo di Sragen adalah di Sumberlawang.
  • Museum Manyar Rejo.[24]
  • Ganesha Techno Park.
  • Kolam Renang Kartika.
  • Edupark Gemolong.
  • Waduk ketro
  • Alaska
  • Kedung grujug
  • Taman doa ngrawoh
  • Taman krido Anggo
  • Kolam renang doung cuo
  • Dan lain lain

Kuliner Daerah

Sragen memiliki beberapa makanan khas, yaitu:

Seni Budaya

Referensi

  1. 1 2 3 "Data Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sragen 2025" (pdf). www.dukcapil.sragenkab.go.id/. Kementerian Dalam Negeri Indonesia. 2025. hlm. 32. Diakses tanggal 13 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Pemeluk Agama Menurut Kecamatan". sragenkab.bps.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 7 Agustus 2023.
  3. ↑ "Indeks Pembangunan Manusia (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020), 2023-2024". www.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 23 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "Postur APBD Kabupaten Sragen Tahun 2024". www.djpk.kemenkeu.go.id. 2024. Diakses tanggal 23 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  6. ↑ "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi Jawa Tengah". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. XI-46. Diakses tanggal 23 November 2024. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  7. ↑ "Kabupaten Sragen Dalam Angka 2023" (pdf). www.sragenkab.bps.go.id. hlm. 53. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 7 Agustus 2023.
  8. ↑ "Sukowati, Sragen yang Indah". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2012-03-03.
  9. ↑ BPSMP Sangiran (14 November 2022). "Mengapa Koleksi di Museum Sangiran Perlu dikaji Terlebih Dahulu?". Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. Diakses tanggal 4 Juni 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 "Tinjauan Wilayah Kabupaten Sragen" (PDF). Universitas Muhammadiyah Surakarta. hlm. 50–52. Diakses tanggal 26/06/2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  11. ↑ Kabupaten Sragen dalam Angka 2020 (PDF). BPS Kabupaten Sragen. 2020. hlm. 3. ISBN 978-602-71013-8-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. ↑ "Sragen, Jawa Tengah, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 2026-06-26.
  13. ↑ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 76 & 140. Diakses tanggal 2026-06-26.
  14. ↑ "Sragen Dalam Angka 2013". Badan Pusat Statistik Kabupaten Sragen. 22-11-2013. Diakses tanggal 02-04-2023. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  15. ↑ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Sragen Periode 2014-2019
  16. ↑ Perolehan Kursi DPRD Sragen Periode 2019-2024
  17. ↑ Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sragen Nomor 729 Tahun 2024 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sragen Dalam Pemilihan Umum Tahun 2024
  18. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  19. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  20. ↑ Kode Pos Kabupaten Sragen
  21. ↑ Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (25 Februari 2024). "Museum Manusia Purba Sangiran: Wisata Edukasi Sejarah Purbakala yang Mendunia". Wonderful Image. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
  22. ↑ Asosiasi Museum Indonesia (2025). "Museum Sangiran". Asosiasi Museum Indonesia. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
  23. ↑ Visit Jateng (Maret 2022). "Museum Arkeologi Sangiran, Situs Warisan Dunia Unesco". Interest News. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
  24. ↑ BPSMP Sangiran (7 Agustus 2019). "Museum Manusia Purba Sangiran Museum Situs Manyarejo; Kolaborasi Peneliti dan Penduduk Lokal". Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. Diakses tanggal 4 Juni 2025.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan