Selasa, 06 Oktober 2026
17:20 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Stasiun Tarik

Stasiun Tarik

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Tarik
Kereta Api Indonesia
PD55 J09

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

120px-PapanNamaStasiun_TRK.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Calon_bangunan_baru_Stasiun_Tarik_2023.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak depan calon bangunan baru Stasiun Tarik, 2023
Lokasi
Koordinat 7°27′22″S 112°31′23″E / 7.45611°S 112.52306°E / -7.45611; 112.52306
Ketinggian+16 m
Operator
Otoritas transportasiDirektorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda
Letak
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang tinggi, dua peron pulau yang tinggi, dan satu peron pulau yang cukup tinggi)
Jumlah jalur5:
  • jalur 1: sepur lurus jalur ganda arah Surakarta
  • jalur 3: sepur lurus jalur ganda arah Surabaya
  • jalur 4: sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Sidoarjo
LayananLokal: Commuter Line Dhoho dan Penataran
Komuter: Commuter Line Jenggala
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiII[3]
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya 20px-KRL_CL_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail KAI Commuter Stasiun berikutnya
Mojokerto
Perjalanan satu arah
Commuter Line Penataran Kedinding
Kedinding
Perjalanan satu arah
Commuter Line Dhoho Mojokerto
Mojokerto
Terminus
Commuter Line Jenggala Tulangan
menuju Indro melalui Tulangan
Kedinding
menuju Babat atau Indro melalui Sepanjang
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Pusat informasi Musala Toilet Ruang menyusui Isi baterai Area merokok 
Jenis persinyalan
  • * Elektrik tipe Ansaldo[4] (s.d. 2014)
Diagram lintasan stasiun
ke Bangsal
arah Mojokerto
±
800 m
875 yd
JPL 34
Jl. Raya Balongbendo-Tarik
Bangunan lama
JPO penumpang
ke Prambon
arah Sidoarjo
±
600 m
656 yd
JPL 84
ke Kedinding
arah Wonokromo
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.4561111111111,112.52305555556,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Tarik&revid=30028236&groups=_da79f0c2a5321a8bcdde12f463298f8f36043c2b&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Tarik (TRK) merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Tarik, Tarik, Sidoarjo. Stasiun yang terletak pada ketinggian +16 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya dan hanya melayani penumpang kereta api lokal. Stasiun ini juga melayani penyusulan antarkereta api dan berjarak 37,8 km arah barat dari Surabaya Kota.

Stasiun ini merupakan stasiun yang lokasinya paling barat di Kabupaten Sidoarjo. Stasiun ini cukup ramai karena terletak di dekat pusat Kecamatan Tarik, tepatnya di sebelah timur jalan raya Balongbendo-Tarik.

Bangunan dan tata letak

Stasiun ini memiliki lima jalur kereta api. Pada awalnya jalur 2 merupakan sepur lurus arah Surabaya Kota maupun Kertosono dan jalur 4 merupakan sepur lurus percabangan arah Sidoarjo via Tulangan. Jalur cabang tersebut sempat dinonaktifkan sejak tahun 1970,[5] tetapi mulai tahun 2014 diaktifkan kembali sebagai bagian dari relokasi rel ke arah barat akibat dari banjir lumpur panas Sidoarjo. Bersamaan dengan diaktifkannya jalur cabang tersebut, sistem persinyalan elektrik yang lama (tipe Ansaldo) di stasiun ini digantikan dengan tipe SIL-02 produksi PT Len Industri.

Setelah jalur ganda segmen Mojokerto–Sepanjang dioperasikan per 1 Desember 2023 oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian,[6] tata letak jalur di stasiun ini diubah. Jalur 1 dijadikan sebagai sepur lurus baru untuk arah Solo Balapan, jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus baru untuk arah Surabaya Kota, dan jalur 2 diubah menjadi sepur belok. Jalur 4 dan 5 kini hanya dapat melayani pemberhentian kereta api dari dan ke arah Sidoarjo via Tulangan saja karena wesel yang menghubungkan keduanya dari dan ke arah Surabaya Kota via Krian sudah dicabut. Terdapat sepur badug baru yang arah masuknya dari sisi barat jalur 5. Emplasemen stasiun ini diperpanjang hingga melewati tikungan besar yang terletak di sebelah timur bangunan stasiun. Kini, emplasemen stasiun ini memiliki panjang sekitar 1,2 km; menjadikan emplasemen stasiun tersebut merupakan yang terpanjang di Daop VIII sekaligus di Pulau Jawa. Sistem persinyalan elektrik di stasiun ini diganti lagi dengan yang terbaru produksi Elsicom.

| Sepur badug ↔
Jalur 5 ← (Tulangan) J Commuter Line Jenggala, tujuan Indro via Sidoarjo
Peron pulau
Jalur 4 ↔ Sepur lurus dari dan ke arah Sidoarjo
← (Tulangan) J Commuter Line Jenggala, tujuan Indro via Sidoarjo dan tujuan Mojokerto → (Mojokerto)
Peron pulau
Jalur 3 ← Sepur lurus arah Surabaya Kota
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah timur
← (Kedinding) P Commuter Line Penataran, tujuan Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam)
J Commuter Line Jenggala, tujuan Babat/Indro via Krian
Jalur 2 ← (Kedinding) D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota/Malang/Blitar/Kertosono (rute memutar berlawanan arah jarum jam) → (Mojokerto)
P Commuter Line Penataran, tujuan Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam)
J Commuter Line Jenggala, tujuan Babat/Indro via Krian dan tujuan Mojokerto
Peron pulau
Jalur 1 Sepur lurus arah Kertosono →
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah barat
D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota/Malang/Blitar/Kertosono (rute memutar berlawanan arah jarum jam) → (Mojokerto)
J Commuter Line Jenggala, tujuan Mojokerto
Peron sisi
G Bangunan utama stasiun

Operasional stasiun ini sudah menggunakan bangunan baru berukuran lebih besar yang dibangun oleh oleh Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur (BTP Jatim, sekarang BTP Surabaya) Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Posisi bangunan baru stasiun ini berada di sebelah timur bangunan lama. Bangunan lama stasiun ini masih dipertahankan meskipun sudah tidak digunakan. Peron-peron pulau di stasiun ini sudah dibangun ulang menjadi peron tinggi dan panjang agar memudahkan naik turun penumpang kereta api serta dilengkapi kanopi agar penumpang yang menunggu kereta api tidak lagi basah kuyup kehujanan maupun terkena panas terik matahari. Selain itu, dibangun pula jembatan penyeberangan di dekat bangunan baru stasiun agar penumpang yang ingin berpindah peron tidak harus melalui jalur rel.

Dahulu ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Mojokerto, terdapat bekas Perhentian Bangsal yang sudah tidak aktif karena tingkat pemasukan penumpang yang rendah dan akhirnya dibongkar imbas proyek jalur ganda tersebut.

Layanan kereta api

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 1 Juli 2025.[7]

Lokal dan komuter (Commuter Line)

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
J Jenggala Indro Mojokerto Via Krian–Wonokromo

Hanya jadwal siang.

Via Tulangan–Sidoarjo

Perjalanan menuju Gresik dua kali pada jadwal pagi dan sekali pada jadwal siang, sedangkan sebaliknya hanya sekali masing-masing pada jadwal pagi dan siang.

Babat Via Krian–Wonokromo

Perjalanan menuju Babat hanya jadwal petang, sedangkan sebaliknya hanya jadwal pagi.

P Penataran Surabaya Kota Surabaya Kota Perjalanan memutar searah jarum jam via Malang–Blitar–Kertosono.
Malang Perjalanan memutar searah jarum jam via Blitar–Kertosono pada jadwal pagi.
Blitar Perjalanan searah jarum jam via Kertosono pada jadwal pagi.
Kertosono Perjalanan searah jarum jam pada jadwal pagi.
D Dhoho Surabaya Kota Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via Kertosono–Blitar–Malang.
Malang Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via Kertosono–Blitar pada jadwal sore.
Blitar Perjalanan berlawanan arah jarum jam via Kertosono pada jadwal pagi.
Kertosono Perjalanan berlawanan arah jarum jam pada jadwal malam.

Insiden

Pada dini hari tanggal 24 April 2004, dua kereta api pengangkut BBM bersinggungan di tikungan yang berjarak 300 meter sebelah barat Stasiun Tarik sehingga mengakibatkan beberapa gerbong terbakar. Akibat kecelakaan itu, sedikitnya delapan gerbong KA pengangkut BBM jenis premium itu keluar dari rel sejauh 3 hingga 5 meter.[8]

Galeri

  • Peron Stasiun Tarik, 2019
    Peron Stasiun Tarik, 2019
  • Tampak depan Stasiun Tarik, 2020
    Tampak depan Stasiun Tarik, 2020

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ↑ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ PT Kereta Api Indonesia (Persero) (21 Januari 2020). "Selayang Pandang Daerah Operasi 8 Surabaya" (PDF). e-PPID PT Kereta Api Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-10-08. Diakses tanggal 5 Oktober 2020.
  4. ↑ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).
  5. ↑ "Dimanfaatkan WTS". Surabaya Post. 1979-01-31.
  6. ↑ Kurnia, Dadang (1 Desember 2023). "Jalur Ganda Mojokerto-Sepanjang Beroperasi, Perjalanan Kereta Lebih Singkat". Republika. Surabaya: MahakaX.
  7. ↑ "Grafik Perjalanan Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025" (Dokumen). Bandung: PT Kereta Api Indonesia. 30 Desember 2024.{{cite document}}: Parameter tidak dikenal |access-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |url= diabaikan; Parameter tidak dikenal |via= diabaikan
  8. ↑ "Kereta Api Pengangkut BBM Bertabrakan di Sidoarjo". Liputan6.com. Liputan6.com. 24 April 2004. Diakses tanggal 31 Januari 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

(Indonesia) Jadwal Commuter Line Wilayah VIII Surabaya

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Bangsal Solo Balapan–Wonokromo Kedinding
menuju Wonokromo
Terminus Solo Balapan–Wonokromo
Tarik–Sidoarjo
Prambon
menuju Wonokromo
Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Timur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan