Senin, 21 September 2026
05:14 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Penyiaran

Penyiaran

distribusi konten audio dan video kepada pemirsa yang tersebar melalui medium komunikasi massa visual atau audio

250px-TVRI_Kalimantan_Timur.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menara pemancar TVRI Kalimantan Timur di Samarinda

Penyiaran adalah pengagihan muatan audio atau video kepada pemirsa yang tersebar melalui berbagai medium komunikasi massa, namun umumnya menggunakan spektrum elektromagnetik (gelombang radio), dalam suatu model satu-untuk-banyak.[1][2] Penyiaran merupakan kegiatan penyelenggaraan siaran, yaitu rangkaian mata acara dalam bentuk audio, suara atau visual gambar yang ditransmisikan dalam bentuk sinyal suara atau gambar, baik melalui udara maupun melalui kabel dan atau serat optik yang dapat diterima oleh pesawat penerima di rumah-rumah.[3]

Penyiaran dimulai dengan radio AM, yang menjadi populer pada sekitar tahun 1920 seiring dengan banyaknya penggunaan tabung vakum, pemancar dan penerima radio. Sebelumnya, seluruh bentuk komunikasi elektronik (radio, telepon, dan telegraf) berbasis satu-untuk-satu, dengan pesan yang ditujukan hanya untuk satu penerima. Istilah penyiaran, dipinjam dari suatu metode pertanian untuk menebar benih di ladang dengan melempar benih-benih tersebut,[4] diciptakan oleh baik manager KDKA Frank Conrad atau sejarawan RCA George Clark[5] pada sekitar tahun 1920 untuk membedakan aktivitas ini dengan komunikasi "satu-untuk-banyak; suatu stasiun radio tunggal dapat mentransimisikan kepada banyak pendengar. [6]

Sejarah

250px-A.Pestel_RIAS.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Alexander Pestel bersiaran untuk RIAS Berlin, 1951

Penyiaran pada mulanya terdiri dari pengiriman sinyal telegraf melalui gelombang udara, menggunakan kode Morse, sebuah sistem yang dikembangkan pada tahun 1830-an oleh Samuel F. B. Morse, fisikawan Joseph Henry dan Alfred Vail. Mereka mengembangkan suatu sistem telegraf listrik yang mengirimkan pulsa pada arus listrik melalui kawat yang dikendalikan oleh suatu magnet listrik yang berada di ujung penerima sistem telegraf. Sebuah kode diperlukan untuk mentransmisikan bahasa alami hanya dengan menggunakan pulsa ini, dan keheningan di antara keduanya. Oleh karena itu, Morse mengembangkan cikal bakal kode Morse Internasional modern.

Penyiaran audio mulai bereksperimen pada dekade pertama abad ke-20. Pada awal 1920-an, penyiaran radio menjadi media rumah tangga, pada awalnya di pita AM dan kemudian di FM. Penyiaran televisi dimulai secara eksperimental pada tahun 1920-an dan menyebar luas setelah Perang Dunia II, dengan menggunakan VHF dan UHF. Penyiaran satelit dimulai pada tahun 1960-an dan beralih ke penggunaan industri secara umum pada tahun 1970-an, dengan DBS (Direct Broadcast Satellites) yang muncul pada tahun 1980-an.

Awalnya seluruh penyiaran terdiri dari sinyal analog menggunakan teknik transmisi analog. Namun, pada tahun 2000-an, penyiaran berpindah menggunakan sinyal digital menggunakan teknik transmisi digital. Dalam penggunaan secara umum, penyiaran paling sering mengacu pada transmisi informasi dan pemrograman hiburan dari berbagai sumber kepada masyarakat umum.

Kapasitas teknologi dunia untuk menerima informasi melalui jaringan siaran satu arah lebih dari empat kali lipat selama dua dekade dari tahun 1986 sampai 2007, dari 432 eksabita informasi (yang secara optimal terkompresi), menjadi 1.9 zettabita.[7] Informasi ini setara dengan 55 surat kabar per orang per hari pada tahun 1986, dan 175 surat kabar per orang per hari pada tahun 2007.[8]

Lihat pula

Catatan dan referensi

  1. Peters, John Durham (1999). Speaking into the Air. University of Chicago Press. ISBN 9780226662763.
  2. "Speaking into the Air". Press.uchicago.edu. Diakses tanggal 11 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Suprapto, T. (2006) Berkarier di Bidang Broadcasting Media Pressindo, Yogyakarta.
  4. Douglas, Susan J. (1987). Inventing American Broadcasting, 1899-1922. Johns Hopkins University Press. ISBN 9780801838323.
  5. Greb, Gordon; Adams, Mike (2003). Charles Herrold, Inventor of Radio Broadcasting. McFarland. hlm. 220–221. ISBN 0786483598.
  6. "broadcasting". Britannica.com. Diakses tanggal 11 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "The World's Technological Capacity to Store, Communicate, and Compute Information", Martin Hilbert and Priscila López (2011), Science, 332(6025), 60-65; akses gratis ke artikel melalui: martinhilbert.net/WorldInfoCapacity.html
  8. "video animation on The World's Technological Capacity to Store, Communicate, and Compute Information from 1986 to 2010". Ideas.economist.com. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Januari 2012. Diakses tanggal 26 Desember 2011.

Bibliografi

  • Carey, James (1989) Communication as Culture, Routledge, New York and London, pp. 201–30
  • Kahn, Frank J., ed. Documents of American Broadcasting, fourth edition (Prentice-Hall, Inc., 1984).
  • Lichty Lawrence W., and Topping Malachi C., eds. American Broadcasting: A Source Book on the History of Radio and Television (Hastings House, 1975).
  • Meyrowitz, Joshua., Mediating Communication: What Happens? in Downing, J., Mohammadi, A., and Sreberny-Mohammadi, A., (eds) Questioning The Media (Sage, Thousand Oaks, 1995) pp. 39–53
  • Peters, John Durham. "Communication as Dissemination." Communication as...Perspectives on Theory. Thousand Oakes, CA: Sage, 2006. 211-22.
  • Thompson, J., The Media and Modernity, in Mackay, H and O'Sullivan, T (eds) The Media Reader: Continuity and Transformation., (Sage, London, 1999) pp. 12–27

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Penyiaran.
Lihat entri penyiaran di kamus bebas Wikikamus.
Sejarah
120px-Telecom-icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelopor
Transmisi
media
Topologi jaringan
dan alihan
Multiplexing
Konsep
Jenis jaringan
Jaringan penting
Lokasi(menurut wilayah)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan