Senin, 21 September 2026
12:04 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Semprot hidung

Semprot hidung

Semprot hidung
Intervensi
330px-Action_photo_of_nasal_spray_on_a_black_background.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengoperasian botol semprot hidung, digunakan untuk memberikan obat melalui lubang hidung
Sinonimtetes hidung
250px-Nasal_Spray_%28Spray_Into_Nostril%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyemprotan ke lubang hidung sambil menutup lubang hidung yang berlawanan untuk memastikan dosisnya

Semprot hidung adalah alat yang digunakan untuk melepaskan zat tertentu ke dalam hidung dalam bentuk tetesan halus.

Zat yang dilepaskan dapat berupa air jika tujuannya hanya untuk menghidrasi hidung, atau bahan aktif jika tujuannya adalah agar bahan tersebut diserap oleh membran mukosa hidung. Bahan aktifnya dapat berupa obat-obatan atau vaksin.[1]

Macam-macam bahan aktif

Antihistamin

Antihistamin bekerja dengan cara bersaing memperebutkan lokasi reseptor untuk memblokir fungsi histamin, sehingga mengurangi efek peradangan. Semprotan hidung antihistamin meliputi:

Kortikosteroid

Semprot hidung kortikosteroid dapat digunakan untuk meredakan gejala sinusitis, rinitis alergi, dan rinitis nonalergi (perenial). Semprotan ini dapat mengurangi peradangan dan produksi histamin di saluran hidung, serta terbukti dapat meredakan hidung tersumbat, hidung berair, hidung gatal, dan bersin.[2] Semprotan hidung kortikosteroid meliputi:

Larutan garam fisiologi

Semprotan larutan garam fisiologi biasanya tidak mengandung obat. Semprotan larutan garam fisiologi yang mengandung natrium klorida diberikan untuk membantu melembapkan lubang hidung yang kering atau teriritasi. Ini adalah bentuk irigasi hidung. Semprotan ini juga dapat melegakan hidung tersumbat dan menghilangkan iritan di udara seperti serbuk sari dan debu sehingga meredakan alergi sinus.

Tersedia tiga jenis semprotan hidung yang mengandung natrium klorida, yaitu hipertonik (3% natrium klorida atau air laut), isotonik (0,9% natrium klorida), dan hipotonik (0,65% natrium klorida). Larutan isotonik memiliki konsentrasi garam yang sama dengan tubuh manusia, sedangkan larutan hipertonik memiliki kadar garam yang lebih tinggi dan larutan hipotonik memiliki kadar garam yang lebih rendah. Semprotan hidung garam isotonik umumnya digunakan pada bayi dan anak-anak untuk membersihkan lendir kental dari hidung jika terjadi rinitis alergi. Larutan hipertonik mungkin lebih bermanfaat untuk mengeluarkan kelembapan dari selaput lendir dan melegakan hidung tersumbat.

Semprot hidung alami yang mengandung kompleks kimia yang berasal dari sumber tanaman seperti jahe, kapsaisin, dan minyak pohon teh juga tersedia. Namun, tidak ada bukti yang diverifikasi melalui uji klinis bahwa semprotan tersebut memiliki efek terukur terhadap gejala.

Dekongestan topikal

Semprot hidung dekongestan tersedia secara bebas di banyak negara. Semprotan ini bekerja dengan sangat cepat untuk membuka saluran hidung dengan menyempitkan pembuluh darah di lapisan hidung. Penggunaan jenis semprotan ini dalam jangka waktu lama dapat merusak membran mukosa halus di hidung. Hal ini menyebabkan peningkatan peradangan, efek yang dikenal sebagai rinitis medikamentosa atau efek rebound. Semprot hidung dekongestan disarankan untuk penggunaan jangka pendek saja, sebaiknya maksimal 5 hingga 7 hari. Beberapa dokter menyarankan untuk menggunakannya maksimal 3 hari. Uji klinis baru-baru ini menunjukkan bahwa semprotan hidung kortikosteroid dapat berguna untuk membalikkan kondisi ini.[3] Dekongestan hidung topikal meliputi:

Kombinasi antialergi

Semprot hidung
Kombinasi dari
Azelastin hidrokloridaAntihistamin
Flutikason propionatKortikosteroid
Data klinis
Nama dagangDymista
License data
Rute
pemberian
Nasal
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Pengenal
Nomor CAS
KEGG

Kombinasi penggunaan dua obat tersedia dalam bentuk semprot hidung.

Daftar beberapa semprotan hidung kombinasi:

Di beberapa negara, Azelastin/flutikason propionat dipasarkan oleh Viatris setelah Upjohn bergabung dengan Mylan untuk menciptakan Viatris.[7][8]

Referensi

  1. Stephani Sutherland (mei 2025). "Bientôt des vaccins par spray nasal ?". hlm. 52–61.{{cite news}}: Parameter tidak dikenal |acces-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |numéro= diabaikan; Parameter tidak dikenal |périodique= diabaikan (|publisher= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |date=.
  2. Rizzo MC, Solé D, Naspitz CK (2007). "Corticosteroids (inhaled and/or intranasal) in the treatment of respiratory allergy in children: safety vs. efficacy". Allergologia et Immunopathologia. 35 (5): 197–208. doi:10.1157/13110315. PMID 17923074. S2CID 13622570.
  3. Vaidyanathan S, Williamson P, Clearie K, Kahn F, Lipworth B (Juli 2010). "Fluticasone reverses oxymetazoline-induced tachyphylaxis of response and rebound congestion". American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. 182 (1): 19–24. doi:10.1164/rccm.200911-1701OC. PMID 20203244.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "Dymista/Dylastine (Viatris Pty Ltd)". Therapeutic Goods Administration (TGA). 1 Juli 2024. Diakses tanggal 8 Juli 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. "Dymista Product information". Health Canada. 31 Juli 2018. Diakses tanggal 17 Februari 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Dymista- azelastine hydrochloride and fluticasone propionate spray, metered". DailyMed. 4 Desember 2024. Diakses tanggal 20 Januari 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "Pfizer Completes Transaction to Combine Its Upjohn Business with Mylan". Pfizer. 16 November 2020. Diakses tanggal 17 Juni 2024 via Business Wire.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. "Brands". Viatris. 16 November 2020. Diakses tanggal 17 Juni 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan