Senin, 26 Oktober 2026
01:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Raksa sulfida

Raksa sulfida

senyawa kimia

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang garam merkurat. Untuk garam merkurit hipotesis, lihat raksa(I) sulfida.
Raksa sulfida
250px-Mercury%28II%29_sulfide.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama
Nama IUPAC
Raksa sulfida
Nama lain
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
Nomor UN 2025
  • InChI=1S/Hg.S
    Key: QXKXDIKCIPXUPL-UHFFFAOYSA-N
  • [S]=[Hg]
Sifat
HgS
Massa molar 232,66 g/mol
Densitas 8,10 g/cm3
Titik lebur 580 °C (1.076 °F; 853 K)terurai
tidak larut
Celah pita 2,1 eV (langsung, α-HgS) [1]
−55,4·10−6 cm3/mol
Indeks bias (nD) w=2,905, e=3,256, bire=0,3510 (α-HgS) [2]
Termokimia
Entropi molar standar (So) 78 J·mol−1·K−1[3]
Entalpi pembentukan standar (ΔfHo) −58 kJ·mol−1[3]
Bahaya
Lembar data keselamatan Fisher Scientific
Piktogram GHS GHS06: BeracunGHS07: Tanda SeruGHS08: Bahaya KesehatanGHS09: Bahaya Lingkungan
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
H300, H310, H317, H330, H373, H410
P261, P272, P280, P302+P352, P321, P333+P313, P363, P501
Titik nyala Non-flammable
Senyawa terkait
Anion lain
Raksa oksida
Raksa selenida
Raksa telurida
Kation lainnya
Seng sulfida
Kadmium sulfida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Raksa sulfida atau raksa(II) sulfida adalah suatu senyawa kimia yang tersusun dari unsur kimia raksa dan belerang. Senyawa ini memiliki rumus kimia HgS dan bersifat hampir tidak larut dalam air.[4]

Struktur kristal

250px-HgS-alpha-cinnabar-xtal-1999-looking-down-a-axis-CM-3D-balls.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Struktur α-HgS jika dilihat sepanjang sumbu-a
250px-HgS-alpha-cinnabar-xtal-1999-looking-down-c-axis-CM-3D-balls.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Struktur α-HgS jika dilihat sepanjang sumbu-c

HgS bersifat dimorfik dengan dua bentuk kristal:

  • Sinabar merah (α-HgS, trigonal, hP6, P3221) merupakan bentuk di mana merkuri paling umum ditemukan di alam. Sinabar memiliki sistem kristal rombohedral. Kristal berwarna merah ini bersifat aktif secara optik, yang disebabkan oleh adanya heliks Hg–S dalam strukturnya.[5]
  • Metasinabar hitam (β-HgS) lebih jarang ditemukan di alam dan mengadopsi struktur kristal zinc blende. (T2d-F43m).

Sejarah

Raksa sulfida terutama ditemukan sebagai mineral sinabar, yaitu mineral sulfida berwarna merah yang berasal dari proses geologi seperti endapan hidrotermal pada suhu rendah. Sinabar telah diidentifikasi di berbagai wilayah di dunia, termasuk Tiongkok, Eropa, dan Amerika sejak zaman prasejarah, seringkali dikaitkan dengan aktivitas vulkanik atau mata air panas.[6]

Sejak masa Neolitik dan Zaman Tembaga, manusia telah menambang sinabar untuk mendapatkan raksa logam dan penggunaan pigmen merahnya. Bukti arkeologis menunjukkan penggunaan sinabar dalam pewarnaan dan ritual kuno di Iberia dan tempat lain, serta perdagangan mineral ini di wilayah Mediterania dan Eropa barat.[7]

Sinabar digunakan sebagai pigmen merah dalam seni dan kerajinan di banyak peradaban kuno serta dikenal sebagai bahan dalam obat tradisional Asia. Banyak masyarakat Tiongkok dan India kuno memanfaatkan HgS sebagai komponen dalam pengobatan herbo-metallic untuk berbagai penyakit, meskipun pemahaman ilmiah mengenai toksisitasnya belum berkembang saat itu.[8]

Preparasi dan sifat kimia

β-HgS mengendap sebagai padatan hitam ketika garam Hg(II) direaksikan dengan H2S. Reaksi ini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan larutan asam asetat dari raksa(II) asetat. Dengan pemanasan ringan pada suspensi tersebut, polimorf hitam akan berubah menjadi bentuk merah.[9] β-HgS tidak reaktif terhadap hampir semua pereaksi kecuali asam pekat.[4]

Merkuri diproduksi dari bijih sinabar dengan cara dipanggang di udara, kemudian uapnya dikondensasikan.[4]

HgS → Hg + S

Kegunaan

250px-Cinnabarit_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinabar (bagian berwarna merah pada spesimen)

Ketika α-HgS digunakan sebagai pigmen merah, senyawa ini dikenal sebagai sinabar. Kecenderungan sinabar untuk menggelap selama ini dikaitkan dengan perubahan dari α-HgS merah menjadi β-HgS hitam. Namun, β-HgS tidak terdeteksi pada penggalian di Pompeii, tempat dinding yang awalnya berwarna merah menjadi gelap. Perubahan warna tersebut justru diatribusikan pada pembentukan senyawa Hg–Cl (misalnya kordeorit, kalomel, dan terlinguait) serta kalsium sulfat, gipsum.[10]

Seiring dengan sel merkuri yang digunakan dalam industri klor-alkali (proses Castner–Kellner) dihentikan secara bertahap karena kekhawatiran terhadap emisi merkuri, merkuri logam dari instalasi tersebut diubah menjadi raksa sulfida untuk penyimpanan bawah tanah.

Dengan celah pita sebesar 2,1 eV dan kestabilannya, senyawa ini berpotensi digunakan sebagai sel fotoelektrokimia.[11]

Netralisasi dengan belerang pernah diusulkan untuk membersihkan tumpahan merkuri, tetapi reaksi tersebut tidak berlangsung cukup cepat dan tidak cukup sempurna untuk digunakan dalam situasi darurat.[12]

Toksikologi dan dampak kesehatan

Walaupun HgS tidak larut dan sering dipandang kurang berbahaya dibanding bentuk merkuri lain seperti metilmerkuri, bukti ilmiah menunjukkan bahwa HgS tetap dapat diabsorbsi dari saluran pencernaan dan tersebar ke jaringan tubuh, termasuk otak, setelah paparan oral yang cukup tinggi.[13]

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa HgS dapat mengganggu fungsi sistem saraf, termasuk mempengaruhi refleks vestibulo-okular dan aktivitas enzim otak seperti Na⁺/K⁺-ATPase. Studi pada tikus dan marmut menunjukkan adanya gangguan motorik dan neurofisiologis setelah paparan HgS dan sinabar dalam dosis tinggi. Meskipun HgS dianggap kurang larut dibanding merkuri organik, penelitian eksperimental mencatat bahwa merkuri dari HgS dapat terdeteksi dalam darah, hati, ginjal, dan otak setelah pemberian oral dalam dosis besar kepada hewan, menunjukkan adanya penyerapan dari saluran pencernaan dan akumulasi jaringan.[14]

Paparan jangka panjang, bahkan pada dosis rendah dari HgS (mis. sinabar dalam persiapan tradisional) juga berpotensi menyebabkan efek neurotoksik pada keturunan dalam studi hewan, termasuk akumulasi Hg di otak dan defisit perilaku.[15]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ L. I. Berger, Semiconductor Materials (1997) CRC Press ISBN 0-8493-8912-7
  2. ↑ Webminerals
  3. 1 2 Zumdahl, Steven S. (2009). Chemical Principles 6th Ed. Houghton Mifflin Company. hlm. A22. ISBN 978-0-618-94690-7.
  4. 1 2 3 Greenwood, Norman N.; Earnshaw, Alan (1984). Chemistry of the Elements. Oxford: Pergamon Press. hlm. 1406. ISBN 0-08-022057-6.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  5. ↑ A. M. Glazer, K. Stadnicka (1986). "On the origin of optical activity in crystal structures". J. Appl. Crystallogr. 19 (2): 108–122. Bibcode:1986JApCr..19..108G. doi:10.1107/S0021889886089823. S2CID 96545158.
  6. ↑ Emslie, S., Brasso, R., Patterson, W.; et al. (2015). "Chronic mercury exposure in Late Neolithic/Chalcolithic populations in Portugal from the cultural use of cinnabar". Sci Rep (dalam bahasa Inggris). 5 (14679). doi:10.1038/srep14679.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |author=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ Jie Liu, Li-Xin Wei, Qi Wang, Yuan-Fu Lu, Feng Zhang, Jing-Zhen Shi, Cen Li, M. George Cherian (2018). "A review of cinnabar (HgS) and/or realgar (As4S4)-containing traditional medicines". Journal of Ethnopharmacology (dalam bahasa Inggris). 210: 340–350. doi:10.1016/j.jep.2017.08.037. ISSN 0378-8741.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  8. ↑ Kamath SU, Pemiah B, Sekar RK, Krishnaswamy S, Sethuraman S, Krishnan UM (2012). "Mercury-based traditional herbo-metallic preparations: a toxicological perspective". Arch Toxicol. (dalam bahasa Inggris). 86 (6): 831–8. doi:10.1007/s00204-012-0826-2. PMID 22441626.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  9. ↑ Newell, Lyman C.; Maxson, R. N.; Filson, M. H. (1939). "Red Mercuric Sulfide". Inorganic Syntheses. Vol. 1. hlm. 19–20. doi:10.1002/9780470132326.ch7. ISBN 9780470132326.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  10. ↑ Cotte, M; Susini J; Metrich N; Moscato A; Gratziu C; Bertagnini A; Pagano M (2006). "Blackening of Pompeian Cinnabar Paintings: X-ray Microspectroscopy Analysis". Anal. Chem. 78 (21): 7484–7492. doi:10.1021/ac0612224. PMID 17073416.
  11. ↑ Davidson, R. S.; Willsher, C. J. (Maret 1979). "Mercury(II) sulphide: a photo-stable semiconductor". Nature (dalam bahasa Inggris). 278 (5701): 238–239. Bibcode:1979Natur.278..238D. doi:10.1038/278238a0. ISSN 1476-4687. S2CID 4363745.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Hegedüs, Kristof (20 Des 2014). "How NOT to clean up mercury..." Pictures from an Organic Chemistry Laboratory. Tumblr. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-11-11. Diakses tanggal 4 Januari 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Chuu JJ, Liu SH, Lin-Shiau SY (2001). "Effects of methyl mercury, mercuric sulfide and cinnabar on active avoidance responses, Na+/K+-ATPase activities and tissue mercury contents in rats". Proc Natl Sci Counc Repub China B (dalam bahasa Inggris). 25 (2): 128–36. PMID 11370760.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  14. ↑ Yi-Ho Young, Jiunn-Jye Chuu, Shing-Hwa Liu, Shoei-Yn Lin-Shiau (2002). "Neurotoxic Mechanism of Cinnabar and Mercuric Sulfide on the Vestibulo-Ocular Reflex System of Guinea Pigs". Toxicological Sciences (dalam bahasa Inggris). 67 (2): 256–263. doi:10.1093/toxsci/67.2.256.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  15. ↑ Huang CF, Hsu CJ, Liu SH, Lin-Shiau SY (2012). "Exposure to low dose of cinnabar (a naturally occurring mercuric sulfide (HgS)) caused neurotoxicological effects in offspring mice". J. Biomed. Biotechnol. (dalam bahasa Inggris). doi:10.1155/2012/254582. PMC 3408718. PMID 22888198.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan