Minggu, 20 September 2026
07:08 WIB
TERKINI
Cek Fakta Membongkar Hoaks Tilang: Isu Denda Fantastis dan Tilang Manual Kembali Beredar Cek Fakta Waspada Hoaks! Video Menkeu Suahasil Umumkan Dana Hibah Ternyata Rekayasa AI Cek Fakta Memahami Desil Bansos dan Kiat Aman Mengecek Status Bantuan Sosial Online Peristiwa Solidaritas Prabowo untuk Palestina Menggema di Gontor, Terima Keffiyeh Emosional Climate BMKG Prediksi Hujan Sedang-Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Hingga Oktober 2026 Makro Vietnam Sambut Investor Asing, Kaji Potensi Obligasi Negara dan Peringkat Kredit Hukum Harapan Tertunda: Tiga Tahun Pengungsi Rohingya Bertahan di Pekanbaru Teroka Misi Jurnalistik di Benghazi: Menembus Kekacauan Perang Saudara Libya 2011 Gaya Hidup Fenomena Sound Horeg di Mata MUI: Isu Lingkungan dan Kesehatan Menjadi Sorotan Bola Fabregas Tolak Disamakan dengan Cruyff Meski Bawa Como Berjaya di Eropa Cek Fakta Membongkar Hoaks Tilang: Isu Denda Fantastis dan Tilang Manual Kembali Beredar Cek Fakta Waspada Hoaks! Video Menkeu Suahasil Umumkan Dana Hibah Ternyata Rekayasa AI Cek Fakta Memahami Desil Bansos dan Kiat Aman Mengecek Status Bantuan Sosial Online Peristiwa Solidaritas Prabowo untuk Palestina Menggema di Gontor, Terima Keffiyeh Emosional Climate BMKG Prediksi Hujan Sedang-Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Hingga Oktober 2026 Makro Vietnam Sambut Investor Asing, Kaji Potensi Obligasi Negara dan Peringkat Kredit Hukum Harapan Tertunda: Tiga Tahun Pengungsi Rohingya Bertahan di Pekanbaru Teroka Misi Jurnalistik di Benghazi: Menembus Kekacauan Perang Saudara Libya 2011 Gaya Hidup Fenomena Sound Horeg di Mata MUI: Isu Lingkungan dan Kesehatan Menjadi Sorotan Bola Fabregas Tolak Disamakan dengan Cruyff Meski Bawa Como Berjaya di Eropa
Zaman Tembaga

Zaman Tembaga

periode prasejarah, aslinya didefinisikan sebagai transisi antara Neolitikum dan Zaman Perunggu

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Zaman Tembaga"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Oktober 2019)
250px-Los_Millares_recreacion_cuadro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekonstruksi kota Zaman Tembaga, Los Millares, Iberia.

Zaman Tembaga, atau khalkolithik (Yunani: χαλκός khalkos "tembaga" + Yunani: λίθος lithos "batu"), dikenal juga dengan eneolithik (Latin aeneus "dari tembaga") adalah satu tahapan pada Zaman Perunggu di mana proses penambahan timah terhadap tembaga yang menghasilkan perunggu belum diketahui oleh para ahli metalurgi pada zaman itu. Zaman Tembaga didefinisikan sebagai masa transisi antara Neolitikum dan Zaman Perunggu.

Sebuah situs arkeologi di Eropa tenggara (Serbia) memiliki bukti tertua pembuatan tembaga pada temperatur tinggi, berasal dari 7000 tahun yang lalu. Penemuan ini mengindikasikan suatu kemungkinan bahwa peleburan tembaga mungkin telah ditemukan di berbagai daerah berbeda di Asia dan Eropa pada waktu yang sama dibandingkan berkembang dari satu daerah. Zaman tembaga ini tidak pernah berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia, zaman tembaga berkembang di semenanjung Malaya, Kamboja, Thailand, Vietnam.

Asal-usul penamaan

Awalnya istilah "Zaman Perunggu" memiliki arti bahwa baik tembaga atau perunggu digunakan sebagai bahan untuk manufaktur alat perkakas dan senjata. Pada tahun 1881 John Evans menemukan bahwa penggunaan tembaga kerap mendahului penggunaan perunggu. Dia tidak memasukkan masa transisi ini dalam sistem tripartit Awal, Tengah, dan Akhir Zaman Perunggu tetapi meletakkannya pada diawal dari ketiga masa itu. Walaupun begitu, dia tidak mengartikan Zaman Tembaga sebagai zaman keempat namun lebih memilih mengadopsi sistem tradisional tiga zaman.

Pada tahun 1884 Gaetano Chierici, memberi nama ulang Zaman Tembaga dalam bahasa Italia sebagai Eneo-litika atau transisi "batu-perunggu". Penggunaan istilah itu tidak berarti periode di mana baik perunggu dan batu digunakan. Karakteristik Zaman Tembaga adalah penggunaan tembaga, di luar penggunaan perunggu; sebagai tambahan, batu tetap digunakan dalam industri kecil selama Zaman Perunggu dan Zaman Besi. "Litika" berarti bahwa transisi tersebut dimulai dari Zaman Batu. Eneolithik tidak pernah menjadi bagian dari Zaman Batu, yang berakhir tepat ketika perajin pertama berhasil mendapatkan tembaga dari biji tembaga untuk pertama kalinya.

Zaman Tembaga adalah salah satu zaman transisional namun tidak di luar dari sistem tradisional tiga zaman. Ada perkiraan bahwa tembaga belum banyak dieksploitasi ketika zaman itu tetapi ternyata usaha melebur tembaga dan timah telah dimulai tidak lama setelah itu, sehingga sulit untuk membedakan karakteristik Zaman Tembaga dengan zaman setelahnya.

Eropa

Sebuah situs arkeologi di Eropa tenggara (Serbia) memiliki bukti pembuatan tembaga tertua dari 7000 tahun lalu. Penemuan pada Juni 2010 menambah daftar penemuan bukti peleburan tembaga selama sekitar 500 tahun,dan mengindikasikan bahwa usaha peleburan tembaga telah ditemukan di berbagai daerah di Benua Asia dan Eropa pada saat yang sama. Di Prokuplje, Serbia ditemukan sebuah kapak tembaga, mengindikasikan bahwa manusia telah menggunakan logam di Eropa sejak 7500 tahun lalu (~5500 BC), jauh lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya. Ötzi sang Manusia Es, yang ditemukan di Ötztal Alps pada tahun 1991 dan diperkirakan berasal dari 3300 BC, ditemukan dengan sebuah kapak tembaga Mondsee. Karena teknik pembuatan tembaga sudah diketahui sejak 7000 BC dengan bukti berupa kapak perunggu besar yang diproduksi secara massal pada 5500 BC, dan juga karena perunggu murni, yang dibuat dengan mencampurkan tembaga dengan timah telah digunakan di berbagai daerah di Eropa timur-tengah sejak 3700 BC, maka kapak Ötzi merupakan penemuan yang wajar menurut para arkeolog-arkeolog.

Asia Selatan

Penduduk Mehrgarh di Asia Selatan telah menggunakan perkakas yang terbuat dari biji tembaga dari 7700 - 3300 SM.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Copper Age.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan