Sabtu, 07 November 2026
18:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Raden

Raden

gelar bangsawan jawa

Bagikan:
Peringkat raja-raja, kaum bangsawan, dan
kesatria
Mahkota Kekaisaran Susuhunan Surakarta
Kaisar / Padisyah / Maharaja / Rajadiraja / Raja Agung / Sultan Agung / Susuhunan
Raja / Aji / Somba
Mo'ang Ratu / Sultan
Adipati Utama  / Penembahan Agung
Pangeran Agung / Panembahan
Adipati Agung / Haryapatih
Mahasenapati
Pangeran Darah  / Infante
Adipati
Senapati
Pangeran Berdaulat / Fürst / Datu / Umbu / Arung Matoa
Kakang / Mo'ang / Fettor / Karaeng / Arung
Tumenggung / Marquis / Margraf / Landgraf /
Penglingsir Puri
Bupati / Kepala Suku / Sibayak / Po (Suku Lema)
Bupati Muda / Tuan Muda / Urung
Baron / Raden / Penghulu Kampung / Tana Alant / Tuan Tanah
Baronet  / Mas
Kesatria Turunan
Kesatria
Bentara
Bangsawan / Raden / Priayi

Raden adalah gelar keturunan raja (untuk kerabat yang sudah jauh), selain itu juga sebagai sapaan atau panggilan kepada bangsawan (keturunan raja).[1]

Gelar kebangsawanan ini digunakan dalam kebudayaan Jawa, Sunda, Madura, Sintang, dan beberapa wilayah lainnya di luar pulau Jawa. Gelar ini sejak abad ke-14 misalnya juga dipakai di Kalimantan (Kerajaan Negara Daha) dan masih dipakai pada sebagian keraton misalnya Kesultanan Sambas. Dalam menulis nama, "Raden"biasa disingkat "R. Di Inggris ada juga gelar yang sepadan dengan Raden yaitu Lord, yang merupakan Gelar Kebangsawanan tingkat awal. Ada juga di wilayah pulau Sumatera terdapat di Kota Palembang keturunan-keturunan Sultan Palembang terdahulu hingga saat ini banyak memakai gelar Raden ( Keturunan Kesultanan Palembang Darussalam ) tersebut . Di Kesultanan Palembang identik dengan muslim maka gelar raden di sandingkan dengan nama Nabi yang mulia Muhammad SAW. Seperti R M atau R A ( Raden Muhammad ) / ( Raden Ahmad ) untuk laki laki, jika untuk perempuan ( R.A / Raden Ayu ) ini yg membedakan gelar bangsawan ( keturunan raja ) jawa dan sumatera bagian selatan . Apabila di pulau Jawa R M ( Raden Mas ) untuk laki laki. R A ( Raden Ajeng ) untuk perempuan

Asal kata

Kata "raden" berasal dari kata rahadian chaidir mandala atau roh-adi-an. Roh berarti ruh atau suksma. Adi berarti besar, luhur, mulia. Kata raden ini juga setara dengan radin atau rasa, perasaan. Kata raden juga mengacu pada kata radya yang berarti negara, keraton, atau pemangku negeri. Gelar umum bagi para bangsawan Jawa ini dahulunya berarti pemangku negeri yang telah mencapai keluhuran rohani dan kemuliaan akhlak. Bahkan juga telah mencapai “ketajaman perasaan” dan kelembutan hati nurani. Gelar ini juga dahulunya menunjuk kepada kewajiban para pemangku negeri, yakni para bangsawan atau pangeran di tanah Jawa.[2]

Catatan Kaki

  1. ↑ https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/raden
  2. ↑ "Arti Raden". 10 Maret 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-10. Diakses tanggal 2014-03-10.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik gelar ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan