Selasa, 03 November 2026
09:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kerajaan Sintang

Kerajaan Sintang

kerajaan di Asia Tenggara

Bagikan:
330px-Istana_Al_Mukarramah_Kesultanan_Sintang_05.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Istana Al Mukarramah Kesultanan Sintang
Kesultanan Sintang
Kesultanan Sintang
1365–1950
Bendera Kesultanan Sintang
Bendera
Ibu kotaSintang
Bahasa umumMelayu, Dayak
Agama Islam
PemerintahanMonarki
Panembahan 
Sejarah 
• Awal berdiri
1365
• Bergabung dengan Indonesia
1950
Digantikan oleh
Indonesia

Kerajaan Sintang adalah kerajaan Hindu kemudian menjadi kerajaan Islam yang pernah berdiri di Kota Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Daftar Penguasa Sintang

Penguasa-penguasa Kerajaan Sintang tidak terputus dan nasabnya masih bersambung pada penguasa pendahulunya baik pada masa Hindu-Buddha maupun pada masa Kesultanan hingga pada masa modern saat ini. Berikut adalah nama penguasa Kerajaan Sintang:

1. Raja Aji

2. Ratu Dayang Lengkong

3. Ratu Dayang Randung

4. Abang Panjang

5. Demong Karang

6. Demong Kara

7. Patih Kara

8. Demong Minyak

9. Sentari

10. Hasan

11. Demong Irawan

12. Ratu Dara Juanti

13. Abang Samad (Jubair II)

14. Jubair Irawan III

15. Abang Suruh

16. Abang Temilang

17. Sultan Abang Pencin, bergelar Pangeran Agung (Raja Sintang pertama yang memeluk Islam) (1610 M - 1643 M)

18. Sultan Abang Tunggal, bergelar Pangeran Tunggal (Raja Islam ke-2) (1643 M - 1672 M)

19. Sultan Muhammad Syamsuddin (Abang Nata), bergelar "Sultan Nata Muhammad Syamsuddin Sa'adul Khairiwaddin" Ibnu Mangku Negara Milik (Raja Islam ke-3) (1083 H - 1150 H) atau (1672 M - 1737 M)

20. Sultan Ade Abdul Rahman Als. Abang Pikai, bergelar Sultan Abdurrahman Muhammad Jalaluddin (Sultan Aman) (Raja Islam ke-4) (1150 H - 1200 H) atau (1737 M - 1785 M)

21. Sultan Ade Abdurrasyid, bergelar "Sultan Abdurrasyid Muhammad Jamaluddin" (Sultan Acip) (Raja Islam ke-5) (1200 H - 1211 H) atau (1785 M - 1796 M)

22. Sultan Ade Mohammad Noeh, bergelar: Pangeran Ratu Ahmad Qamaruddin (Raja Islam ke-6) (1211 H - 1238 H) atau (1796 M - 1822 M)

23. Sultan Ade Mohammad Yasin Als. Abang Singkil, bergelar: Pangeran Ratu Adipati Mohamad Djamaloedin (Raja Islam ke-7) (1238 H - 1272 H) atau (1823 M - 1855 M)

24. Panembahan Ade Abdurrasyid, bergelar: Panembahan Ade Tuan Gusti Abdurrasyid Kesuma Negara I (1272 H - 1307 H) atau (1855 M - 1889 M)

25. Panembahan Abang Ismail, bergelar: Panembahan Muda Pangeran Ratu Gusti Ismail Kesuma Negara II (1323 H - 1332 H) atau (1889 M - 1905 M)

26. Panembahan Haji Gusti Adi Abdul Madjid, bergelar: Panembahan Haji Gusti Adi Abdul Madjid Kesuma Negara III (1323 H - 1332 H) atau (1905 M - 1913 M)

27. Wedana/Wakil Penembahan Ade Mohammad Djoeun Ibnu Pangeran Temenggung Setia Agama Haji Gusti Mohammad Isya (Wedana Penembahan Sintang Ade Mohammad Djoeun Syahibulwilayah, 1913 M - 1934 M)

28. Panembahan Raden Abdul Bahri Danu Perdana, bergelar: Panembahan Raden Abdul Bahri Danu Perdana Al-Mukarram Kesuma Negara IV (1356 H - 1363 H) atau (1937 M - 1944 M)

29. Panembahan Raden Mohd Syamsuddin Kesuma Negara V, masa tugas dari bulan Juli 1946 M s/d Desember 1946 M

30. Sultan H. Raden Muhammad Ihsan Perdana, bergelar Pangeran Ratu Sri Negara, dinobatkan sebagai Sultan Sintang pada Sabtu, 22 Juli 2006 Wafat: Kamis, 16 Juli 2020

31. Sultan Raden Barrie Danu Brata, S.E., M.A.P., bergelar Pangeran Ratu Rahmatullah Kusuma Negara VII, dinobatkan Kamis, 16 Juli 2020 dan masih menjabat sekarang. []

Referensi

Pranala luar

Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Malaysia Timur dan Brunei
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan