Selasa, 06 Oktober 2026
23:22 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Pemberontakan Darul Islam

Pemberontakan Darul Islam

Bagikan:
Pemberontakan Darul Islam
Bagian dari dampak Revolusi Nasional Indonesia dan Perang Dingin di Asia
330px-Proclamation_of_Islamic_State_of_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proklamasi berdirinya Negara Islam Indonesia
Tanggal7 Agustus 1949 – 2 September 1962
Lokasi
Hasil

Kemenangan pemerintah

Perubahan
wilayah
Semua wilayah yang dikuasai pemberontak direbut kembali oleh pemerintah
Pihak yang terlibat
Indonesia Republik Indonesia Angkatan Perang Ratu Adil (sampai 1950)
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Indonesia Soekarno
Indonesia Soedirman
Indonesia T.B. Simatupang
Indonesia Abdul Haris Nasution
Indonesia Soerjadi Soerjadarma
Indonesia Alex Kawilarang
Indonesia Soeharto
Indonesia Ahmad Yani
Indonesia Achmad Darip Mahmud
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo  Dihukum mati
Abdul Kahar Muzakkar †
Daud Beureu'eh Menyerah
Hasan di Tiro
Ibnu Hadjar Dihukum mati
Amir Fatah Menyerah
Sanusi Daris
C.H. van Kleef  Dihukum mati[1]
Raymond Westerling (sampai 1950)
Piet Colson
Korban jiwa dan kerugian
13.000+ tewas (yang terdiri dari orang Sunda, tentara Indonesia dan anggota Organisasi Keamanan Desa (OKD) yang tewas)[2] Tidak diketahui
22.895 total korban tewas[3]
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Indonesia
250px-Nicolaes_Visscher_Indiae_Orientalis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerajaan Kutai 400–1635
Tarumanagara 450–900
Kerajaan Kalingga 500–782
Kerajaan Melayu 671–1347
Sriwijaya 671–1028
Kerajaan Sunda 662–1579
Kerajaan Galuh 669–1482
Kerajaan Bima 709–1621
Mataram Kuno 716–1016
Kerajaan Bali 914–1908
Kerajaan Kahuripan 1019–1046
Kerajaan Janggala 1042–1135
Kerajaan Kadiri 1042–1222
Kerajaan Singasari 1222–1292
Majapahit 1293–1478
Kesultanan Peureulak 840–1292
Kerajaan Haru 1225–1613
Kesultanan Ternate 1257–1914
Kesultanan Samudera Pasai 1267–1521
Kesultanan Bone 1300–1905
Kerajaan Kaimana 1309–1963
Kesultanan Gowa 1320–1957
Kesultanan Limboto 1330–1863
Kerajaan Pagaruyung 1347–1833
Kesultanan Brunei 1368–1888, sekarang Brunei
Kesultanan Gorontalo 1385–1878
Kesultanan Melaka 1405–1511
Kesultanan Sulu 1405–1851
Kesultanan Cirebon 1445–1677
Kesultanan Demak 1475–1554
Kerajaan Giri 1481–1680
Kesultanan Bolango 1482–1862
Kesultanan Aceh 1496–1903
Kerajaan Balanipa 1511–sekarang
Kesultanan Banten 1526–1813
Kesultanan Banjar 1526–sekarang
Kerajaan Kalinyamat 1527–1599
Kesultanan Johor 1528–1877
Kesultanan Pajang 1568–1586
Kesultanan Mataram 1586–1755
Kerajaan Fatagar 1600–1963
Kesultanan Jambi 1615–1904
Kesultanan Bima 1620–1958
Kesultanan Palembang 1659–1823
Kesultanan Sumbawa 1674–1958
Kesultanan Kasepuhan 1679–1815
Kesultanan Kanoman 1679–1815
Kesultanan Siak 1723–1945
Kesunanan Surakarta 1745–sekarang
Kesultanan Yogyakarta 1755–sekarang
Kesultanan Kacirebonan 1808–1815
Kesultanan Deli 1814–1946
Kesultanan Lingga 1824–1911
Awal Kemerdekaan 1945–1949
Republik Indonesia Serikat 1949–1950
Demokrasi Liberal 1950–1959
Demokrasi Terpimpin 1959–1965
Transisi 1965–1966
Orde Baru 1966–1998
Reformasi 1998–sekarang
Garis waktu
20px-Flag_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalIndonesia

Pemberontakan Darul Islam adalah perang yang dilancarkan antara tahun 1949 dan 1962 oleh Negara Islam Indonesia, yang umumnya dikenal sebagai Darul Islam, untuk mendirikan negara Islam di Indonesia.[4] Pemberontakan dilancarkan oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, mantan nasionalis Indonesia yang menolak mengakui Republik Indonesia baru. Sebaliknya, ia memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia pada 7 Agustus 1949.

Kartosoewirjo memimpin perang Darul Islam melawan pemerintah Indonesia selama 13 tahun sebelum ia ditangkap oleh TNI Angkatan Darat pada tahun 1962 dan dieksekusi pada tahun 1965. Setelah ditangkap, Kartosoewirjo mengeluarkan perintah agar para pengikutnya menyerah, meskipun beberapa kantong perlawanan tetap ada di Sulawesi Tenggara hingga tahun 1965.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Matanasi, Oleh Petrik (2023-05-19). "Van Kleef, Polisi Nakal yang Ikut DI/TII". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. Diakses tanggal 2024-08-18.
  2. ↑ "History of Railways in Indonesia". keretapi.tripod.com. Diakses tanggal 28 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Holk H.Dengel. 1962. Darul Islam dan Kartosuwiryo : Langkah perwujudan angan-angan yang gagal.1995.
  4. ↑ Andrea HP. "The History of Darul Islam (DI) and Kartosuwiryo". academia.edu. Diakses tanggal 16 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Periode
250px-Sejarah_Indonesia.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kolonialisme
Nasionalisme
1945–1965
1966–1998
1998–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan