Kamis, 08 Oktober 2026
22:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Cethe

Cethe

Bagikan:
500px-Kopi_lelet_rokok.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Membatik di sebatang rokok menggunakan ampas kopi.

Cethe atau lelet adalah tradisi mengoleskan endapan kopi ke permukaan rokok. Kopi untuk membuat cethe biasanya disebut dengan kopi cethe/lelet.[1] Kata céthé diambil dari bahasa Jawa yang artinya ampas atau endapan kopi. Endapan ini kemudian bisa dioles-oleskan dengan menggunakan lidi atau tusuk gigi pada batang rokok untuk menciptakan gambar atau hiasan batik.[2] Melukis pada batang rokok dengan ampas kopi dipercaya juga dapat menambah kenikmatan rokok ketika diisap.[3]

Istilah

Céthé berarti ampas kopi dalam bahasa Jawa. Istilah cethe lebih populer di daerah Jawa Timur, khususnya daerah Tulungagung dan sekitarnya.[4] Sementara itu, istilah lêlêt lebih populer di daerah Rembang dan sekitarnya untuk menyebut kegiatan yang sama.[3][5]

Sejarah

Kopi cethe muncul sekitar tahun 1980-an di antara para petani di Tulungangung, Jawa Timur. Para petani membuat lukisan-lukisan pada batang rokoknya setelah menikmati kopinya. Cethe juga dikaitkan dengan tradisi ngrawit, yakni membuat hiasan batik yang rumit dan indah.[6] Lesem yang terkenal dengan tradisi batiknya juga mengenal tradisi membatik di media rokok ini.

Versi sejarah lain mengatakan kopi cethe sudah ada sejak 1930-an di Rembang dengan nama kopi sedulit.[3]

Pemerintah Kabupaten Tulungangung pernah memecahkan Rekor MURI kegiatan membuat cethe terbanyak, yakni dengan 2.710 peserta.[7]

Budaya

Kopi cethe tidak memiliki perbedaan mencolok dengan jenis kopi yang lain, perbedaannya terletak pada kekentalan racikan kopi dan lembutnya buliran pada kopi cete. Hal yang paling ikonik terletak pada cara menikmatinya, yakni dengan menggunakan ampas kopi untuk menggambar pada media rokok.

Kopi cethe umumnya direbus bersamaan dengan gula, tidak dituangkan langsung pada gelas. Teknik ini dikenal dengan sebutan kothok. Banyak penggemar kopi cethe adalah para perokok. Perokok-perokok ini menggunakan endapan kopi yang sedang dinikmati untuk membuat lukisan-lukisa di batang rokok mereka.

Referensi

  1. ↑ "Tradisi Nyethe di Tulungagung". rradio.net. Diakses tanggal 2020-05-16.
  2. ↑ Liputan6.com (2015-05-30). "Cethe: "Manunggaling" Rokok-Kopi". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-05-16.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  3. 1 2 3 News, Tagar (2017-12-23). "Kopi Lelet Lasem Rembang, dari Isengnya Tukang Kapal". TAGAR. Diakses tanggal 2020-05-16.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  4. ↑ Januariani (2018-06-05). Tulungagung Dalam Rasa. Deepublish. ISBN 978-602-475-375-7.
  5. ↑ Prakoso, Panji (2016-05-12). "Kopi Indonesia untuk Dunia". Boleh Merokok (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-07-30.
  6. ↑ "Lebih Dekat dengan Cethe, Seni Batik dengan Ampas Kopi". Republika Online. 2017-07-11. Diakses tanggal 2020-05-16.
  7. ↑ Sarwono, Aylawati (2009). Rekor-rekor Muri. Elex Media Komputindo. ISBN 978-979-27-4180-3.
Spesies
Sejarah
Kopi Seasal
Sumatra
Jawa
Kalimantan
Bali Nusa Tenggara
Sulawesi
Maluku dan Papua
Olahan khusus
Racikan
Kedai
Rumah sangrai
Barista
Sosial Budaya
Seni dan Sastra
Perusahaan
Acara
Serbaneka
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan