Rabu, 28 Oktober 2026
04:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Kopi Jitu

Bagikan:

Kopi Jitu (lakuran dari kopiné siji jangungé pitu "kopinya satu jagungnya tujuh") atau dikenal juga dengan nama kopi jagung dari adalah percampuran antara biji kopi dan biji jagung untuk membuat bubuk kopi.[1] Satu dan tujuh dalam kopi jitu merujuk pada setiap satu gram biji kopi, disertakan tujuh gram biji jagung. Karena adanya jagung yang dominan dalam campuran kopi, rasa kopi jitu relatif gurih. Kopi Jitu saat ini sudah jarang dijumpai, terlebih di kota-kota besar.[2][3]

Sejarah

Sebelum tahun 2000, harga kopi relatif tidak terjangkau masyarakat luas. Oleh karenanya, pembuatan kopi bubuk sering kali dicampur dengan biji jagung untuk menurunkan harga produksi. Akan tetapi, harga kopi dan jagung menjadi setara antara tahun 2000-2010, sehingga produsen kopi mulai memproduksi bubuk kopi yang murni 100% terbuat dari biji kopi.[4]

Kopi jagung ditengarai telah ada sejak era penjajahan Belanda. Kopi ini menjadi pilihan karena lebih terjangkau bagi masyarakat kebanyakan.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Wahyuni, Tri. "Tren Kopi dari Masa ke Masa di Indonesia". gaya hidup. Diakses tanggal 2020-05-16.
  2. 1 2 Indonesia, INI BARU (2018-04-26). "Kopi Jagung dan Masyarakat Melarat Zaman Kolonial". INI BARU Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-10-22. Diakses tanggal 2020-05-16.
  3. ↑ Savitri, Rizki Akbari (2015-06-25). "Kopi Jagung". Minum Kopi (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-02-09. Diakses tanggal 2021-02-04.
  4. ↑ Mustinda, Lusiana. "Tren Kopi di Indonesia, dari Kopi Jitu hingga Spesialiti Kopi yang Populer". detikfood. Diakses tanggal 2020-05-16.
Spesies
Sejarah
Kopi Seasal
Sumatra
Jawa
Kalimantan
Bali Nusa Tenggara
Sulawesi
Maluku dan Papua
Olahan khusus
Racikan
Kedai
Rumah sangrai
Barista
Sosial Budaya
Seni dan Sastra
Perusahaan
Acara
Serbaneka
Ikon rintisan

Artikel bertopik kopi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan