Minggu, 04 Oktober 2026
06:45 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Kopi Toratima

Bagikan:

Kopi Toratima adalah kopi robusta khas Sigi, Sulawesi Tengah. Keunikan kopi Toratima terletak pada cara pemilihan biji kopinya. Biji kopi diambil dari lepehan binatang-binatang nokturnal yang memakan buah kopi di malam hari, seperti tarsius, kelelawar, tangali, dll. Biji-biji kopi yang tertinggal di permukaan tanah ini kemudian diolah dan dijadikan kopi Toratima. Walaupun pada awalnya kopi Toratima hanya dikonsumsi masyarakat setempat sebagai suguhan tamu atau kegiatan adat, kopi Toratima kemudian menjadi sajian khas yang dijual ke pelbagai daerah di Sulawesi, seperti di Palu.[1][2]

Warga dataran tinggi Gempu, Pipikoro, Sigi hampir semuanya menanam kopi. Sebanyak 19 desa di Sigi juga mendapatkan pendampingan sejak 2012 untuk mengembangkan produksi dan mutu kopinya.[1] Di daerah dataran tinggi Gempu, terdapat banyak kuskus kerdil yang memiliki peran serupa sebagaimana luwak dalam pembuatan kopi luwak. Bedanya, kuskus kerdil tidak memakan biji kopi, melainkan melepehkannya. Karena kuskus kerdil hanya memilih buah kopi matang terbaik, kopi pilihan kuskus kerdil ini dipercaya memiliki cita rasa yang istimewa.[3]

Asal kata

Toratima berasal dari kata bahasa Kulawi yang artinya diambil atau dipungut dari tanah.[4]

Sejarah

Bagi masyarakat Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kopi sudah menjadi komoditas utama sejak dua abad silam. Pada tahun 1820-an, masyarakat Sulawesi Tengah sudah mulai berkebun kopi, terpengaruh oleh kebiasaan tanam yang diperkenalkan Belanda di Minahasa, Sulawesi Utara. Akan tetapi, Belanda melarang warga lokal untuk turut menikmati kopi yang mereka tanam. Sebagai gantinya, warga mengumpulkan biji kopi sisa makanan hewan-hewan liar untuk kemudian mereka nikmati secara pribadi.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Tarigan, Mitra (2017-09-30). "Toratima, Kopi Lepehan Mamalia Asal Sulawesi". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-30.
  2. ↑ Galikano, Silvia. "Saingan Kopi Luwak dari Sulawesi: Kopi Toratima". detikTravel. Diakses tanggal 2019-07-30.
  3. ↑ "'Sentuhan' Tangali, Dalam Cita Rasa Kopi Toratima". pesona indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-30. Diakses tanggal 2019-07-30.
  4. ↑ "Kopi Toratima dan Valuasi Jasa Lingkungan | WRI Indonesia". wri-indonesia.org. Diakses tanggal 2019-07-30.
Spesies
Sejarah
Kopi Seasal
Sumatra
Jawa
Kalimantan
Bali Nusa Tenggara
Sulawesi
Maluku dan Papua
Olahan khusus
Racikan
Kedai
Rumah sangrai
Barista
Sosial Budaya
Seni dan Sastra
Perusahaan
Acara
Serbaneka
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan