Selasa, 03 November 2026
03:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kopi Golulada

Bagikan:

Kopi Golulada adalah jenis kopi yang berasal dari Desa Golulada Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur.[1]

Kopi Golulada termasuk jenis kopi arabika yang tumbuh di atas ketinggian 1050-1150 di atas permukaan laut. Untuk mendapatkan kopi yang berkualitas baik, petani kopi Golulada melalui beberapa tahapan yang menggunakan metode P3S (Pangkas, Pupuk, Panen Seri dan Sanitasi yang baik dan benar). Kopi yang dipanen adalah kopi yang berwarna merah dan akan dilakukan proses sortir biji kopi atau rambang.[2]

Setelah dilakukan penyortiran maka akan dilakukan palper basah dan fermentasi selama 36 jam. Tahapan berikutnya adalah proses pencucian yaitu untuk memisahkan lendir yang mengandung zat gula sehingga unsusr asamnya menghilang. Proses pencucian kopi dilakukan selama sepuluh kali. Lalu dilakukan penjemuran menggunakan yufi atau warikoko sampai kadar air minimal 11 persen.[2]

Proses selanjutnya adalah Penyimpanan di lumbung atau bangunan berlantai papan. Setelah melalui proses penyortiran pada bagaian green bean maka dilakukan roasting. Roasting kopi adalah proses pemanggangan biji yang masih mentah (green bean) hingga tingkat kematangan tertentu. Biji yang dipanggang akan siap untuk dikonsumsi setelah melewati first crack, biasanya ditandai dengan aroma manis karena proses karamelisasi di dalam biji.[2]

Referensi

  1. ↑ "Kopi Golulada 100gr - Gerai Nusantara". www.gerainusantara.com. Diakses tanggal 2019-10-03.
  2. 1 2 3 "Kopi Golulada Ende Dikirim ke Atlanta Amerika Serikat". SERGAP [Media Berita Kita]. Diakses tanggal 2019-10-03.
Spesies
Sejarah
Kopi Seasal
Sumatra
Jawa
Kalimantan
Bali Nusa Tenggara
Sulawesi
Maluku dan Papua
Olahan khusus
Racikan
Kedai
Rumah sangrai
Barista
Sosial Budaya
Seni dan Sastra
Perusahaan
Acara
Serbaneka
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan