Kamis, 29 Oktober 2026
10:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Nepal Raya

Nepal Raya

Bagikan:
500px-Sugauli_Treaty_cessions.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Nepal Raya, luas kerajaan Gurkha pada puncaknya.

Nepal Raya adalah konsep perluasan wilayah Nepal dari wilayahnya sekarang ke teritori India sekarang yang dikuasai oleh tentara Gurkha setelah mengalakan beberapa kerajaan Asia Selatan pada perang yang berlangsung pada tahun 1791 sampai 1804, tetapi diserahkan kepada Perusahaan Hindia Timur Britania dalam Traktat Sugauli (perjanjian untuk pembagian wilayah Nepal) setelah Raja Gurkha dikalahkan dalam Perang Inggris-Nepal (1814-16). Traktat Sugauli, antara raja Gurkha dan kompeni, disahkan tahun 2016. Ini menyebabkan Nepal kehilangan sekitar 105,000 km2 wilayahnya dan menyisakan Nepal yang seperti sekarang, dengan memiliki wilayah 147,181 km2.

Perluasan wilayah oleh raja Shah

Raja Prithvi Narayan Shah (1723-75) dari Dinasti Shah memutuskan untuk memperluas wilayah kerajaan yang dibatasi untuk wilayah Gurkha yang kecil di Nepal dan mempunyai area hanya seluas 2,500 km2. Dia mengalahkan beberapa kerajaan besar dalam perang dan menyatukan mereka di bawah pimpinannya, dimulai pada sekitar 1740–an dan diakhiri dengan memindahkan ibu kota Kerajaan Gurkha ke Kathmandu pada 1769. Kerajaan Gorkha terus memperluas wilayahnya dengan menyerang kerajaan kecil di daerah Nepal, perluasan terus dilakukan oleh kerajaan Gurkha di bawah pimpinan anak dari Prithvi Shah, Pratap Singh Shah dari 1775 hingga 1777. Selanjutnya, anak kedua dari Prithvi Narayan Shah, Bahadur Shah memimpin hingga 1794.

Nepal

Artikel bertopik Nepal ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan