Senin, 21 September 2026
05:52 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
NTT Docomo

NTT Docomo

perusahaan asal Jepang

NTT Docomo
250px-NTT_Docomo_2025.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Sanno-Park-Tower-03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
IndustrITelekomunikasi nirkabel
Kantor pusat
Tokoh kunci
Kazuhiro Yoshizawa, Presiden & CEO
ProdukPDC, i-mode, W-CDMA, FOMA, HSDPA, PHS, Xi, PREMIUM 4G, dan 5G
PendapatanKenaikan ¥6.06 triliun (2022)
Kenaikan ¥771.8 triliun (2022)
Jumlah karyawan
27.558 (2019)
IndukNippon Telegraph and Telephone (100%)

NTT Docomo, Inc. (株式会社NTTドコモ, Kabushiki-gaisha Enutiti Dokomo) adalah nama perusahaan operator telekomunikasi seluler di Jepang, sekaligus merek layanan telekomunikasi seluler perusahaan tersebut. NTT Docomo adalah anak perusahaan Nippon Telegraph and Telephone (NTT).

NTT Docomo merupakan salah satu operator telekomunikasi seluler yang utama di Jepang. Populer dengan sebutan Docomo yang merupakan singkatan dari "Do Communications Over The Mobile Network". Selain itu, Docomo dalam bahasa Jepang berarti "di mana saja", dengan maksud telepon genggam Docomo bisa digunakan di mana saja.

Selain sebagai operator telepon genggam, Docomo juga menyediakan layanan PHS (Personal Handy-phone System). Layanan PHS tidak lagi menerima pelanggan baru sejak 30 April 2005, dan dihentikan pada 7 Januari 2008. Pada 31 Agustus 2006, Docomo meluncurkan HSDPA dalam bentuk layanan FOMA High Speed.

Diluncurkan bulan Agustus 1991, Docomo menyediakan layanan 3G dan 2G yang memungkinkan pengguna mengunduh video serta menjelajahi internet dengan kecepatan tinggi.

Pada tanggal 29 Juli 2010, Docomo mengumumkan layanan jaringan generasi berikutnya, yaitu berbasis LTE dan diberi nama Xi™ (dibaca: Crossy). Layanan ini dijadwalkan akan diluncurkan pada bulan Desember 2010. Layanan Xi™ berbasis LTE ini pada awalnya menawarkan kecepaan downlink hingga 75 Mbps, 10 kali lebih cepat dibandingkan jaringan 3G FOMA™ dan 37.5 Mbps di area lainnya.

Pada 27 Maret 2015, Docomo meluncurkan layanan LTE-Advanced dengan merek "PREMIUM 4G" dengan kecepatan uplink hingga 225Mbps dan downlink hingga 50Mbps.[1]

Pada 25 Maret 2020, bersama dengan KDDI (au) dan SoftBank, Docomo menjadi operator telekomunikasi seluler pertama di Jepang yang meluncurkan layanan komunikasi seluler generasi generasi kelima (5G). Layanan ini menawarkan downlink hingga 3,4Gbps dan pada bulan Juni tahun yang sama, mencapai 4,1Gbps.[2]

Pada 25 Desember 2020, tepatnya pada hari raya natal, NTT mengakuisisi 100% saham NTT Docomo dan dihapuskan dari Bursa Saham Tokyo pada hari yang sama.[3]

Pada 1 Januari 2022, NTT Docomo mengakuisisi NTT Communications dan juga sebagian saham NTT Comware dari perusahaan induknya, sehingga bisnis telekomunikasi jarak jauh dan bisnis telekomunikasi seluler secara efektif tersentralisasi ke perusahaan tersebut.[4]

Referensi

Pranala luar

Perusahaan teknologi informasi besar
Konsultasi dan
alih daya
Foto
Penyimpanan informasi
Internet
Bingkai utama
Peralatan genggam
Peralatan jaringan
OEM
Komputer pribadi
dan server
Server saja
Terminal jual
Semikonduktor
Pabrik
Perangkat lunak
Telekomunikasi
Metodologi: Pendapatan tahun fiskal 2012/13 pendapatan yang berlaku lebih dari: kelompok 1-3, 6-12 - US $ 3 miliar, kelompok 4 - US $ 2 miliar, kelompok 5 - US $ 1 miliar, kelompok 13 - US $ 10 miliar
Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan