Sabtu, 07 November 2026
00:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
NTT Docomo

NTT Docomo

perusahaan asal Jepang

Bagikan:
NTT Docomo
250px-NTT_Docomo_2025.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Sanno-Park-Tower-03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
IndustriTelekomunikasi nirkabel
Kantor pusat
Tokoh kunci
Kazuhiro Yoshizawa, Presiden & CEO
ProdukPDC, i-mode, W-CDMA, FOMA, HSDPA, PHS, Xi, PREMIUM 4G, dan 5G
PendapatanKenaikan ¥6.06 triliun (2022)
Kenaikan ¥771.8 triliun (2022)
Jumlah karyawan
27.558 (2019)
IndukNippon Telegraph and Telephone (100%)

NTT Docomo, Inc. (株式会社NTTドコモ, Kabushiki-gaisha Enutiti Dokomo) adalah nama perusahaan operator telekomunikasi seluler di Jepang, sekaligus merek layanan telekomunikasi seluler perusahaan tersebut. NTT Docomo adalah anak perusahaan Nippon Telegraph and Telephone (NTT).

NTT Docomo merupakan salah satu operator telekomunikasi seluler yang utama di Jepang. Populer dengan sebutan Docomo yang merupakan singkatan dari "Do Communications Over The Mobile Network". Selain itu, Docomo dalam bahasa Jepang berarti "di mana saja", dengan maksud telepon genggam Docomo bisa digunakan di mana saja.

Selain sebagai operator telepon genggam, Docomo juga menyediakan layanan PHS (Personal Handy-phone System). Layanan PHS tidak lagi menerima pelanggan baru sejak 30 April 2005, dan dihentikan pada 7 Januari 2008. Pada 31 Agustus 2006, Docomo meluncurkan HSDPA dalam bentuk layanan FOMA High Speed.

Diluncurkan bulan Agustus 1991, Docomo menyediakan layanan 3G dan 2G yang memungkinkan pengguna mengunduh video serta menjelajahi internet dengan kecepatan tinggi.

Pada tanggal 29 Juli 2010, Docomo mengumumkan layanan jaringan generasi berikutnya, yaitu berbasis LTE dan diberi nama Xi™ (dibaca: Crossy). Layanan ini dijadwalkan akan diluncurkan pada bulan Desember 2010. Layanan Xi™ berbasis LTE ini pada awalnya menawarkan kecepaan downlink hingga 75 Mbps, 10 kali lebih cepat dibandingkan jaringan 3G FOMA™ dan 37.5 Mbps di area lainnya.

Pada 27 Maret 2015, Docomo meluncurkan layanan LTE-Advanced dengan merek "PREMIUM 4G" dengan kecepatan uplink hingga 225Mbps dan downlink hingga 50Mbps.[1]

Pada 25 Maret 2020, bersama dengan KDDI (au) dan SoftBank, Docomo menjadi operator telekomunikasi seluler pertama di Jepang yang meluncurkan layanan komunikasi seluler generasi generasi kelima (5G). Layanan ini menawarkan downlink hingga 3,4Gbps dan pada bulan Juni tahun yang sama, mencapai 4,1Gbps.[2]

Pada 25 Desember 2020, tepatnya pada hari raya natal, NTT mengakuisisi 100% saham NTT Docomo dan dihapuskan dari Bursa Saham Tokyo pada hari yang sama.[3]

Pada 1 Januari 2022, NTT Docomo mengakuisisi NTT Communications dan juga sebagian saham NTT Comware dari perusahaan induknya, sehingga bisnis telekomunikasi jarak jauh dan bisnis telekomunikasi seluler secara efektif tersentralisasi ke perusahaan tersebut.[4]

Referensi

Pranala luar

Perusahaan teknologi informasi besar
Konsultasi dan
alih daya
Foto
Penyimpanan informasi
Internet
Bingkai utama
Peralatan genggam
Peralatan jaringan
OEM
Komputer pribadi
dan server
Server saja
Terminal jual
Semikonduktor
Pabrik
Perangkat lunak
Telekomunikasi
Metodologi: Pendapatan tahun fiskal 2012/13 pendapatan yang berlaku lebih dari: kelompok 1-3, 6-12 - US $ 3 miliar, kelompok 4 - US $ 2 miliar, kelompok 5 - US $ 1 miliar, kelompok 13 - US $ 10 miliar
Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan