Senin, 19 Oktober 2026
20:41 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Meriam antitank 47 mm APX

Meriam antitank 47 mm APX

meriam anti-tank Perancis

Bagikan:
Canon de 47 mm SA mle 1937
330px-47_mm_APX_CFB_Borden_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
47 SA 37 disimpan di Museum Militer Base Borden, Kanada
Jenis Meriam antitank
Negara asal Prancis
Sejarah pemakaian
Digunakan oleh Prancis
Nazi Jerman
Kerajaan Italia
Pada perang Perang Dunia II
Sejarah produksi
Tahun 1936
Produsen Atelier de Puteaux
Diproduksi 1939–1940
Jumlah produksi 1.268
Spesifikasi
Berat 1.070 kg (2,359 lbs)
Panjang 4,1 m (13 ft 5 in)
Panjang laras 2,49 m (8 ft 2 in) L/50
Lebar 1,6 m (5 ft 3 in)
Tinggi 1,1 m (3 ft 7 in)[1]
Awak 6[2]
Selongsong peluru Fixed QF 47x380 mm. R APCBC
Berat Selongsong peluru 1,7 kg (3.74 lbs)
Kaliber 47 milimeter (1,9 in)
Rangka pembawa Kaki belah
Elevasi -13° hingga +16.5°
Sudut putar 68°[2]
Rata² tembakan 15 hingga 20 peluru per menit
Kecepatan peluru 855 m/s (2,805 ft/s)
Jarak efektif 2.000 m (2.187 yds)

Meriam 47 mm APX adalah meriam antitank Prancis yang digunakan pada tahun-tahun pertama Perang Dunia Kedua.

Pada 1930-an Angkatan Darat Prancis mencari sebuah pengganti untuk artileri medan 75 mm mle 1897 yang digunakan sebagai meriam antitank. Meriam soixante-quinze (75) adalah meriam antitank yang baik tetapi terlalu berat dan jauh lebih sulit disembunyikan dibandingkan senjata antitank model baru yang kecil, dan berkecepatan luncur tinggi. Senjata yang dipilih adalah rancangan pabrik senjata milik negara Atelier de Puteaux (Puteaux, disingkat APX), dan menamainya canon de 47 mm semi-automatique mle 1937. Model serupa yang dinamakan canon de 47 mm semi-automatique mle 1939 juga diproduksi. Keduanya merupakan senjata yang efektif, terutama karena perisai tank Jerman saat itu relatif tipis. Meriam ini dapat menembus lapisan baja setebal 60 mm (2,4 in) pada jarak 550 meter (600 yd) atau 80 mm (3,1 in) pada jarak 180 meter (200 yd).[1] Naasnya bagi Prancis, 47mm SA mle 1937 dan 47mm SA mle 1939 tergolong senjata yang tersedia dalam jumlah sedikit pada saat Pertempuran Prancis berlangsung.

Penggunaan

Unit meriam yang direbut oleh pasukan Jerman digunakan dengan penamaan 4.7 cm Pak 181(f) untuk model mle 1937 dan 4.7 cm Pak 183(f) untuk model mle 1939. Meriam ini digunakan pada pertahanan Tembok Atlantik dan untuk mempersenjatai sejumlah penghancur tank swagerak.

Panzerjäger:

  • 4.7 cm Pak 181(f) oder 183(f) auf PzJäg Lorraine Schlepper(f) - dipasang pada sasis traktor artileri Prancis
  • 4.7 cm Pak(f) auf Panzerspähwagen P204(f) - dipasang pada sasis mobil lapis baja Prancis
  • 4.7 cm Pak(f) auf PzKpfW I - dipasang pada sasis Panzer I
  • 4.7 cm Pak(f) auf PzKpfW Mk.II 748(e) - dipasang pada sasis Matilda II
  • 4.7 cm Pak 181(f) oder 183(f) auf PzKpfW 35R(f) - dipasang pada sasis tank infanteri Prancis

Varian

  • 47mm SA mle 1939 TAZ - varian dengan tripod, mampu diputar 360°, yang tidak diproduksi.
  • 47mm SA 35 mle 1935 - varian awal, dipasang pada tank seperti Somua S35 dan Char B1

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 "47mm Mle1937 Anti Tank Gun". www.tbof.us. Diakses tanggal 2017-09-26.
  2. 1 2 Chamberlain, Peter (1974). Anti-tank weapons. Gander, Terry. New York: Arco Pub. Co. hlm. 9. ISBN 0668036079. OCLC 1299755.
Artileri Prancis pada Perang Dunia II
Meriam antipesawat
Meriam antitank
Artileri pesisir
Artileri lapangan
Meriam infanteri
Artileri sedang dan berat
Mortir
Artileri gunung
Artileri jalur kereta api
Artileri pengepungan
Meriam tank
Artileri Jerman pada Perang Dunia II
Meriam tank
Meriam antitank
Meriam infanteri dan gunung
Meriam tanpa tolak balik
Mortir
Mortir berat
Artileri roket
Artileri medan, sedang, dan berat
Artileri superberat dan pengepungan
Artileri jalur kereta
Artileri laut
Meriam antipesawat
Peledak


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan