Kamis, 15 Oktober 2026
04:48 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Schwerer Gustav

Schwerer Gustav

Bagikan:
330px-DoraSchwererGustav.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Meriam Gustav tipe 'Dora'
Jenis Meriam rel
Negara asal Nazi Jerman
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1941–1945
Digunakan oleh Wehrmacht
Pada perang Perang Dunia II
Sejarah produksi
Perancang Krupp
Tahun 1937
Produsen Krupp
Biaya produksi 7 juta Reichsmark
Diproduksi 1941
Jumlah produksi 2
Spesifikasi
Berat 1,350 ton (1,488 ton pendek; 1,329 ton panjang)
Panjang 473 meter (1.551 ft 10 in)
Panjang laras 325 meter (1.066 ft 3 in) L/40,6
Lebar 71 meter (232 ft 11 in)
Tinggi 116 meter (380 ft 7 in)
Kaliber 80 sentimeter (31 in)
Elevasi Maksimal 48°
Kecepatan peluru 820 m/s (2.700 ft/s) (HE)
720 m/s (2.400 ft/s) (AP)
Jarak efektif ca 39,000 meter (42,651 yd)
Jarak jangkauan 47,000 meter (51,400 yd) (HE)
38,000 meter (41,557 yd) (AP)

Schwerer Gustav (Gustav Besar) adalah meriam rel berkaliber 80 cm buatan Jerman. Meriam rel ini dikembangkan pada tahun 1930-an oleh Krupp sebagai artileri pengepungan untuk tujuan eksplisit menghancurkan benteng utama dari Garis Pertahanan Maginot Prancis. Meriam yang sepenuhnya dirakit beratnya hampir 1.350 ton, dan bisa menembakkan peluru seberat tujuh ton ke berbagai 47 kilometer (29 mil).[1]

Dua meriam rel jenis ini dipesan pemerintah Jerman, dan keduanya dikirim ke front timur pada tahun 1942, Gustav dikirim ke Krimea dan pengepungan Sevastopol adalah pertempuran pertama meriam rel ini dengan melibatkan 4000 serdadu untuk menyiapkannya dan 500 serdadu untuk mengoperasikannya, sedangkan Dora dikirim ke Stalingrad untuk bertempur di Stalingrad. Meriam rel ini adalah meriam rel terbesar yang pernah digunakan dalam pertempuran.[2][3]

Pengembangan meriam

Pada tahun 1934, Komando Tinggi Angkatan Darat Jerman (Oberkommando des Heeres) memesan meriam dari Pabrik Krupp dan meminta untuk membuatkannya meriam besar untuk menghancurkan benteng Maginot di Prancis yang hampir selesai. Dalam pemesanannya, proyektil harus dirancang agar bisa menembus beton selebar tujuh meter atau dinding dengan satu meter lapis baja dari luar jangkauan artileri milik Prancis, yang berarti meriam tersebut perlu untuk ditempatkan di lokasi yang jauh dari jangkauan musuh. Seorang insinyur dari Pabrik Krupp, Erich Müller menghitung bahwa permintaan tersebut akan membutuhkan proyektil/peluru dengan kaliber sekitar 80 cm dari laras senapan sepanjang 30 meter. Meriam tersebut diperkirakan akan memiliki berat lebih dari 1000 ton. Ukuran dan beratnya dimaksudkan agar dapat digerakkan, ia harus didukung pada dua set rel kereta api. Krupp menyiapkan beberapa rancangan meriam dengan kaliber 70 cm, 80 cm, 85 cm, dan 1 m.[4]

Selama kunjungan ke Essen, Adolf Hitler menanyakan kelayakan meriam raksasa tersebut. Namun tidak ada pernyataan pasti yang diberikan oleh Hitler mengenai tenggat atau tuntutan pengerjaan, proses produksi meriam tersebut dimulai dari kaliber sepanjang 80 cm. Rencana tersebut diselesaikan pada awal 1937 dan dinilai layak. Pembuatan senjata pertama dimulai pada pertengahan 1937. Kerumitan teknis dalam penempatan potongan-potongan baja yang sangat besar membuatnya tidak dapat diselesaikan dalam kurun waktu dekat.

Krupp berhasil memproduksi sebuah purwarupa pada akhir tahun 1939 dan dikirim ke Hillersleben untuk pengujian. Penetrasi proyektil diuji coba dan ditembak pada ketinggian tinggi, selongsong seberat 7,1 ton mampu menembus beton tujuh meter dan pelat baja satu meter sesuai dengan permintaan.[5]

Dalam pertempuran, meriam dipasang pada bogie yang dirancang khusus, didukung oleh delapan bogie di dua rel kereta api. Masing-masing bogie memiliki 5 as, menghasilkan total 40 as (80 roda). Krupp menamai meriam tersebut sebagai Schwerer Gustav (Heavy Gustav) yang diambil dari nama direktur senior Krupp, yakni Gustav Krupp von Bohlen und Halbach.

Meriam tersebut bisa menembakkan proyektil dengan berat dan ukuran yang besar. Proyektil roket jarak jauh juga direncanakan dengan jangkauan 150 km, yang akan membutuhkan laras diperpanjang hingga 84 meter.

Sesuai dengan tradisi perusahaan Krupp, tidak ada pembayaran yang diminta untuk produksi senjata pertama.[6] Mereka menagih tujuh juta Reichsmark (sekitar 24 juta USD pada 2015) untuk meriam kedua yang diberi nama Dora.

Sejarah penggunaan

  • 5 Juni
    • Artileri di tepi pantai pada jarak 25.000 m. Delapan peluru ditembakkan.
    • Benteng Stalin . Enam peluru ditembakkan.
  • 6 Juni
    • Benteng Molotov . Tujuh peluru ditembakkan.
    • "White Cliff" juga dikenal sebagai "Ammunition Mountain": Sembilan peluru ditembakkan.[7]
  • 7 Juni
    • Menembak untuk mendukung serangan infanteri di Südwestspitze, benteng terpencil. Tujuh peluru ditembakkan.
  • 11 Juni
    • Fort Siberia. Lima peluru ditembakkan.
  • 17 Juni
    • Benteng Maxim Gorky. Lima peluru ditembakkan.[8]

Pasca-perang

Pada 14 April 1945, sehari sebelum kedatangan pasukan AS, Schwerer Gustav dihancurkan untuk mencegah pengambilan paksa. Pada tanggal 22 April 1945, reruntuhannya ditemukan di 15 kilometer (9,3 mil) utara dari hutan Auerbach dan sekitar 50 kilometer (31 mil) barat daya dari Chemnitz. Pada musim panas 1945, Schwerer Gustav diteliti oleh pakar Uni Soviet dan pada musim gugur di tahun yang sama dipindahkan ke Merseburg, tempat dimana Soviet mengumpulkan bahan rampasan dari militer Jerman.[9]

Model meriam

  • 80 cm "Schwerer Gustav" (Heavy Gustav) - Dikerahkan pada Maret 1942 melawan Sevastopol.
  • 80 cm "Dora" - Dikerahkan melawan Stalingrad pada bulan September 1942. Tidak pernah ditembakkan.
  • 52 cm "Langer Gustav" (Long Gustav) - Dimulai tetapi belum selesai.

Galeri

  • Peluru untuk meriam Gustav dengan model Dora, ditemukan setelah Perang Dunia II usai.
    Peluru untuk meriam Gustav dengan model Dora, ditemukan setelah Perang Dunia II usai.
  • Maxim Gorky I yang berhasil dihancurkan oleh meriam Gustav pada 17 Juni 1942
    Maxim Gorky I yang berhasil dihancurkan oleh meriam Gustav pada 17 Juni 1942
  • Seorang tentara AS berpose dengan meriam 800mm 'Dora'
    Seorang tentara AS berpose dengan meriam 800mm 'Dora'
  • Miniatur Gustav di Museum der Bundeswehr
    Miniatur Gustav di Museum der Bundeswehr

Referensi

  1. ↑ Zimmer, Gary. "1500-ton Self-Propelled 80cm Gun".
  2. ↑ Taube: Eisenbahngeschütz DORA. p.92
  3. ↑ "80 cm cannon "Dora"". hpwt.de.
  4. ↑ Hahn, Fritz (1986). Waffen und Geheimwaffen des deutschen Heeres 1933–1945. (Band 1: Infanteriewaffen, Pionierwaffen, Artilleriewaffen, Pulver, Spreng- und Kampfstoffe.). Koblenz: Bernard und Graefe. hlm. 191. ISBN 3-7637-5831-3.
  5. ↑ Rue, John L. "Oil-Electric Engines for 'Dora', The History of the V 188". Diarsipkan dari asli tanggal Februari 21, 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Taube: Eisenbahngeschütz DORA. p.95
  7. ↑ "The 80cm 'Gustav' in Action". Diarsipkan dari asli tanggal 21 Februari 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Taube: Eisenbahngeschütz DORA. p. 92.
  9. ↑ "Журнал Техника и вооружение 2009 № 07 - стр 22". profilib.net (dalam bahasa Rusia). Diakses tanggal 2018-02-07.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai 80-cm-Kanone (E).
Artileri Jerman pada Perang Dunia II
Meriam tank
Meriam antitank
Meriam infanteri dan gunung
Meriam tanpa tolak balik
Mortir
Mortir berat
Artileri roket
Artileri medan, sedang, dan berat
Artileri superberat dan pengepungan
Artileri jalur kereta
Artileri laut
Meriam antipesawat
Peledak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan