Selasa, 20 Oktober 2026
02:17 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Meriam antitank AC 37

Meriam antitank AC 37

meriam anti-tank Perancis

Bagikan:
AC 37
330px-AC37.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis Antitank
Negara asal Prancis
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1930-an
Digunakan oleh Prancis
Pada perang Perang Dunia II
Sejarah produksi
Perancang Ateliers de Puteaux
Spesifikasi
Kaliber 37 mm (1.45 in)
Lop/Laras Tunggal
Rata² tembakan 20 peluru per menit
Kecepatan peluru 850 meter per detik (2.800 ft/s)

Meriam AC 37 adalah sebuah meriam antitank Prancis kaliber 37 mm yang dikembangkan oleh Ateliers de Puteaux. Meriam ini umumnya digunakan pada ouvrages dan kasemat dari Garis Maginot pada akhir 1930an. Sering kali dipasangkan dengan senapan mesin ganda model JM.[1]

Meriam AC 37 digantikan oleh meriam antitank AC 47 .

Karakteristik

  • Panjang laras : 1,97 m (6.46 ft)
  • Ulir laras: 16
  • Penetrasi pada jarak 1000 m : 30 sampai 40 mm
  • Kecepatan tembak: 20 peluru per menit
  • Kecepatan luncur: 850 m/s

Referensi

  1. ↑ van Lierop, Marcel (2010). "37mm antitank gun model 1934". The Maginot Line. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-02. Diakses tanggal 19 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Artileri Prancis pada Perang Dunia II
Meriam antipesawat
Meriam antitank
Artileri pesisir
Artileri lapangan
Meriam infanteri
Artileri sedang dan berat
Mortir
Artileri gunung
Artileri jalur kereta api
Artileri pengepungan
Meriam tank


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan