Selasa, 20 Oktober 2026
02:16 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Meriam antitank AC 47

Meriam antitank AC 47

meriam anti-tank Perancis

Bagikan:
AC 47
330px-Schoenenbourg_1_4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
AC 47 Blok 1, Ouvrage Schoenenbourg pada 1940
Jenis Anti tank
Negara asal Prancis
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1930-an - 1940-an
Digunakan oleh Prancis
Pada perang Perang Dunia II
Sejarah produksi
Varian Meriam laut
Spesifikasi
Kaliber 47 mm (1,85 in)
Rata² tembakan 20 peluru per menit
Kecepatan peluru 900 meter per detik (3.000 ft/s)

Meriam AC 47 adalah sebuah meriam antitank Prancis kaliber 47 mm. Meriam ini umumnya digunakan pada ouvrages dan kasemat dari Garis Maginot pada akhir 1930-an, versi lainnya dibuat untuk kegunaan Angkatan Laut.

Meriam AC 47 pada dasarnya digunakan sebagai senjata pertahanan, sebab mobilitasnya sengaja dibatasi untuk mencegah senjata ini digunakan oleh musuh untuk melawan pasukan pertahanan lainnya jika sebuah perkubuan dikuasai musuh.

Karakteristik

  • Panjang laras : 2,52 m (8,26 ft)
  • Ulir laras: 16
  • Penetrasi pada jarak 1000 m : 45 – 60 mm (1,77 - 2,36 inci)
  • Kecepatan tembak: 20 peluru per menit
  • Kecepatan luncur: 900 m/s

Lihat juga

Artileri Prancis pada Perang Dunia II
Meriam antipesawat
Meriam antitank
Artileri pesisir
Artileri lapangan
Meriam infanteri
Artileri sedang dan berat
Mortir
Artileri gunung
Artileri jalur kereta api
Artileri pengepungan
Meriam tank


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan