Minggu, 04 Oktober 2026
03:28 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Masjid Asasi Padang Panjang

Masjid Asasi Padang Panjang

masjid di Indonesia

Bagikan:
Masjid Asasi
330px-Mesjid_Asasi_Padangpanjang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Agama
AfiliasiIslam
Lokasi
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Masjid_Asasi_Padang_Panjang&revid=29975040&groups=_4fce5f5bb354ea2ac692c8405fd480f4c6e5b185&parser=parsoid
Peta interaktif Masjid Asasi Padang Panjang
LokasiKota Padang Panjang, Sumatera Barat, Indonesia
Koordinat0°28′06″S 100°25′36″E / 0.4682°S 100.42667°E / -0.4682; 100.42667
Arsitektur
TipeMasjid
GayaMinangkabau tradisional
Spesifikasi
Kapasitas200 orang[1]
Tinggi maksimum25 meter (82 kaki)[2]

Masjid Asasi (awalnya bernama Surau Gadang)[3] terletak di Kelurahan Sigando, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Masjid ini diperkirakan berdiri sejak abad ke-17 dan tercatat sebagai masjid tertua di Padangpanjang. Arsitekturnya mengikuti bentuk masjid tradisional Minangkabau.

Sejak didirikan, konstruksi masjid tidak mengalami kerusakan berarti, walaupun dilanda gempa besar pada 1926 dan 2009. Pemugaran yang dilakukan berupa penggantian atap ijuk dan dinding tidak mengubah keaslian bentuk masjid. Pemerintah Indonesia telah menetapkannya sebagai benda cagar budaya di bawah Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.

Saat ini, Masjid Asasi menjadi salah satu daya tarik wisata di Padangpanjang.

Sejarah

Cikal bakal Masjid Asasi berawal dari surau kaum Datuk Kayo Suku Koto Nan Baranam yang berdiri sejak abad ke-17. Bangunannya terbuat dari kayu dengan atap terbuat dari ijuk. Dalam perjalanannya, surau tersebut menjadi pusat ibadah penduduk Nagari Ampek Koto, yakni Nagari Gunung, Paninjauan, Tambangan, dan Jaho sehingga dijuluki sebagai Surau Gadang.

Catatan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Ganuang menyebutkan, pembangunan Surau Gadang pendahulu Masjid Asasi dilakukan sekitar tahun 1770.[4][5] Tukang-tukangnya didatangkan dari Nagari Pandai Sikek yang dikenal ahli dalam bertukang kayu dan seni ukir. Pembangunan diperkirakan selesai pada tahun 1775. Pada 1912, atap surau yang terbuat dari ijuk diganti dengan menggunakan seng. Selanjutnya, dinding-dinding yang sudah lapuk diperbarui pada 1956.[6]

Salah seorang ulama yang pernah mengajar di Surau Gadang adalah Mohammad Zein. Ia mengajarkan penduduk membaca ayat Al-Quran, ilmu umum seperti logika, dan ilmu bela diri silat. Sebelumnya, ia pernah belajar di Surau Haji Miskin. Ia ikut terlibat dalam pemberontakan Belasting pada 1908. Pada masa sebelum kemerdekaan, masjid ini pernah menjadi basis pengembangan Islam melalui kehadiran Madrasah Thawalib Gunuang yang berlokasi di sekitar masjid.

Sampai awal abad ke-20, masjid ini masih menjadi pusat aktivitas keagamaan penduduk Nagari Ampek Koto. Namun, seiring pertambahan penduduk, sejumlah surau-surau ikut dialihfungsikan menjadi masjid, seperti Surau Ngalau, Surau Koto Katiak, Surau Gantiang, dan Surau Lubuak Padang Marapulai.

Nama

Masjid Asasi semula dikenal dengan Surau Gadang. Penamaan Asasi sendiri baru muncul setelah tahun 1950. Asasi berasal dari kata "asas" dalam bahasa Arab yang berarti dasar atau sesuatu yang jadi tumpuan.[5]

Konstruksi

Secara umum, komponen bahan bangunan masjid terbuat dari kayu, mulai dari dinding, lantai, dan tiang penyangga.[6]

Ruang utama ditopang oleh delapan tiang penyangga dan sebuah tonggak macu di tengah. Tonggak macu berukuran lebih besar dari tiang-tiang lainnya dengan diameter 1,5 m dan tinggi 15 meter, berbahan kayu dilapisi beton.

Dinding bangunan dipenuhi dengan ragam hias motif flora, ukiran khas tradisional Minangkabau. Terdapat jendela kaca berdaun dua pada dinding sisi utara dan selatan, masing-masing berjumlah empat. Jendela serupa terdapat pula di bagian mihrab, masing-masing satu di sisi utara dan selatan mihrab.[6]

Atap masjid terbuat dari seng, berundak-undak sebanyak tiga tingkat. Berbentuk limas, permukaan atap dibuat cekung, cocok untuk daerah beriklim tropis karena dapat lebih cepat mengalirkan air hujan. Adapun atap mihrab berbentuk gonjong, terpisah dari atap ruang utama.

Ruangan

Masjid Asasi berdiri di atas tanah berukuran 25 x 22 m. Ruang utama yang merupakan ruang salat memiliki denah dasar berukuran 13,1 m x 13,1 m. Letaknya ditinggikan sekitar satu meter dari permukaan tanah, membentuk kolong. Mihrab dibuat menjorok pada sisi barat, berdenah 2,2 m x 4,6 m. Terdapat serambi pada sisi timur berupa ruangan tertutup berukuran 5 m x 4,4 m tanpa jendela. Tangga masuk masjid berada pada sisi kiri dan kanan serambi berupa coran semen.[6]

Ruangan serambi difungsikan sebagai ruangan pengurus masjid dan disekat dari ruang utama. Di ruang belakang, terdapat sekumpulan benda kuno, berupa brankas peninggalan Belanda dan beberapa lembar tafsir Alquran beraksara Arab-Melayu.[5]

Pada bagian mihrab, terdapat mimbar yang terbuat dari kayu papan.

Bangunan lain

Masjid dikelilingi pagar besi di bagian selatan dan pagar tembok di bagian barat dan utara. Untuk memasuki area masjid, terdapat pintu gerbang di sebelah selatan.

Terpisah dari bangunan induk, terdapat bangunan panggung di sebelah utara seperti tempat penyimpanan padi. Bangunan ini digunakan untuk tempat bedug yang terbuat dari kayu kelapa.[2]

Tempat wudhu berada di luar pagar, di bawah bangunan rumah garin masjid. Sumber air berasal dari mata air di sekitar masjid yang oleh masyarakat disebut "bulaan". Pintu masuknya berada di sebelah barat, melalui tangga menurun.

Galeri

250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Tampak_dari_depan%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Tampak dari depan)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Sisi_kiri_masjid%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Sisi kiri masjid)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Jendela_masjid_dari_luar%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Jendela masjid dari luar)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Sisi_kanan_masjid%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Sisi kanan masjid)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Atap_gonjong_masjid_dengan_penuh_relief_di_badan_masjid%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Atap gonjong masjid dengan penuh relief di badan masjid)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Bedug_masjid%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Bedug masjid)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Pintu_masjid_dari_luar%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Pintu masjid dari luar)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Gapura_masjid%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Gapura masjid)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Plang_masjid%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Plang masjid)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Informasi_mengenai_masjid_bagian_kiri%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Informasi mengenai masjid bagian kiri)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Informasi_mengenai_masjid_dari_bagian_kanan%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Informasi mengenai masjid dari bagian kanan)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Tampak_dalam_masjid_dari_belakang%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Tampak dalam masjid dari belakang)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Tampak_dalam_masjid_bagian_depan%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Tampak dalam masjid dari depan)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Tiang_tengah_masjid%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Tiang tengah masjid)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Foto_pajangan_masjid%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Foto pajangan masjid)
250px-Masjid_Asasi_Nagari_Gunung_2025_%28Penghargaan_masjid_percontohan_dan_ramah_kategori_Masjid_Berserjarah_tingkat_Sumatera_Barat_tahun_2024%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Asasi Nagari Gunung 2025 (Penghargaan masjid percontohan dan ramah kategori Masjid Berserjarah tingkat Sumatera Barat tahun 2024)


Rujukan

Catatan kaki
Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Asasi Mosque.
Masjid utama di Indonesia menurut provinsi
Aceh
Bengkulu
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Kep. Bangka Belitung
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DIY
Jawa Timur
Bali
NTB
NTT
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Papua Barat Daya
Papua Pegunungan
Papua Selatan
Papua Tengah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan