Sabtu, 24 Oktober 2026
06:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Haji Miskin

ulama dari Sumatera Barat

Bagikan:
Haji Miskin
LahirAbad ke-18
MeninggalAbad ke-19
Kerajaan Pagaruyung Minangkabau
AlmamaterUniversitas Al-Azhar, Kairo, Mesir
PekerjaanUlama, militer
Dikenal karenaTokoh penting kaum Padri

Haji Miskin adalah seorang ulama Minangkabau terkemuka dari Luhak Agam dan merupakan tokoh penting Kaum Padri. Ia bersama dua orang tokoh Padri lainnya, yaitu Haji Piobang dari Luhak Limopuluah dan Haji Sumanik dari Luhak Tanah Datar merintis gerakan pemurnian Islam di Minangkabau pada awal abad ke-19. Ketiga ulama tersebut memulai gerakan pemurnian Islam, atau yang disebut juga Gerakan Padri, sekembalinya mereka dari Mekkah.

Kehidupan

Haji Miskin menjadi salah satu tokoh sentral dalam gerakan perang Padri. Haji Miskin pada mulanya berdakwah di Nagari Pandai Sikek. la berupaya menerapkan ajaran agama Islam dan mengajak masyarakat yang kerap melakukan bid'ah untuk bertaubat. Di Nagari Pandai Sikek, ia dibantu oleh salah seorang penghulu yang berpengaruh, yakni Datuk Batuah.[1]: 29 

Pada tahun 1803, Haji Miskin kembali ke Minangkabau dan menetap di Batu Taba. Tak berapa lama kemudian, dia pindah ke Nagari Pandai Sikek yang makmur berkat perdagangan kopi dan akasia. Di sini, Haji Miskin berkhotbah tentang penerapan ajaran Islam dan berusaha memperbaiki kondisi masyarakat yang telah jauh dari syiar-syiar Islam. Haji Miskin dibantu oleh salah seorang penghulu berpengaruh di Nagari Pandai Sikek yang bernama Datuk Batuah.

Haji Miskin dan Datuk Batuah menjalankan gerakannya di Pasar Pandai Sikek. Di pasar ini, sering terjadi aktivitas-aktivitas masyarakat yang bertentangan dengan ajaran Islam seperti adu ayam, minum tuak, dan mengisap candu. Ajakan Haji Miskin kepada masyarakat Pandai Sikek untuk kembali hidup sesuai dengan pedoman Islam tidak membuahkan hasil. Akibatnya, Haji Miskin dan Datuk Batuah membakar pasar tersebut dan kemudian melarikan diri ke Kota Lawas.[2]

Referensi

  1. ↑ Malia, Indiana (2025). Ve (ed.). Sejarah Ringkas Perang Padri. Yogyakarta: DIVA Press.{{cite book}}: parameter daftar nama penulis ditentukan lebih dari satu kaliPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Dobbin, Christine (2008). Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam, dan Gerakan Padri. Depok: Komunitas Bambu. hlm. 206–207. ISBN 979-3731-26-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan