Kamis, 08 Oktober 2026
20:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Haji Piobang

Bagikan:
Haji Piobang
Lahir
AlmamaterUniversitas Al-Azhar, Kairo, Mesir
PekerjaanUlama
Dikenal karenaUlama Padri

Haji Piobang adalah seorang ulama dan tokoh penting dalam pergerakan Padri di Minangkabau. Haji Piobang yang lahir di Luhak Limopuluah, Ranah Minang bersama dua orang temannya yaitu Haji Sumanik dan Haji Miskin, merantau menuntut ilmu ke Timur Tengah pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Ketika ia berada di Hijaz, Semenanjung Arab, ia begitu terkesima dengan ulama-ulama Wahabi yang menjalani syariat Islam secara ketat.[1]

Kehidupan

Haji Piobang lahir di Piobang, Paykumbuh, Lima Puluh Kota pada tahun 1772. Ia memiliki nama kecil Muhammad Amir bin Abdurrahman. Ia merantau ke Pariaman saat dewasa untuk memperdalam ilmu agamanya. Hingga akhirnya ia menunaikan ibadah haji ke Makkah dan di sana ia berguru pada Muhammad bin Abdul Wahhab.[2]: 28 

Pada tahun 1803, Haji Piobang bersama dua orang kawannya pulang ke kampung halamannya di Minangkabau.[3] Kepulangan mereka disambut Tuanku Nan Renceh, seorang pimpinan ulama Minangkabau. Bersama dengan pimpinan ulama lainnya, mereka berusaha memurnikan ajaran Islam di Minangkabau dari kebiasaan yang berlaku seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat, minuman keras, tembakau, sirih, dan juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan, serta longgarnya pelaksanaan kewajiban ritual formal agama Islam. Gerakan mereka yang disebut gerakan Padri berkembang pesat dengan kekuatan militer yang kuat yang pada akhirnya menimbulkan pertentangan dengan kaum adat.

Referensi

  1. ↑ Hamka, Tuanku Rao: Antara Khayal dan Fakta, Bulan Bintang, 1974
  2. ↑ Malia, Indiana (2025). Ve (ed.). Sejarah Ringkas Perang Padri. Yogyakarta: DIVA Press.{{cite book}}: parameter daftar nama penulis ditentukan lebih dari satu kaliPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Jajat Burhanudin, Ulama dan Kekuasaan: Pergumulan Elite Politik Muslim Dalam Sejarah Indonesia, Mizan Publika, 2012

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan