Kamis, 01 Oktober 2026
06:06 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Kakap

Kakap

Ikan

Bagikan:
"Ikan kakap" beralih ke halaman ini. Untuk perahu layar Nusantara, lihat Kakap (perahu).
Kakap
250px-Lutjanus_campechanus_SI.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kakap merah utara (L. campechanus)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Lutjanidae
T. N. Gill, 1861
Genera[1]
Artikel takson sembarang

Kakap (famili Lutjanidae) adalah keluarga ikan laut dasaran (demersal) yang hidup secara berkelompok di dasar-dasar karang atau terumbu karang. Ikan ini mempunyai ciri tubuh yang bulat pipih dengan sirip memanjang sepanjang punggung. Jenis ikan kakap yang banyak ditemui di Indonesia adalah jenis kakap merah (L. campechanus). Beberapa jenis yang lain yang juga banyak ditemui adalah kakap kuning, kakap hitam dan lain-lain.

Kakap merah merupakan fauna khas provinsi Kepulauan Riau karena provinsi ini merupakan tempat tinggal banyak kakap, dan kakap sendiri sering dijadikan bahan makanan khas yaitu asam pedas.

Jenis

Kakap termasuk jenis ikan[2] dan termasuk jenis ikan terumbu karang.[3] Jenis kakap dapat dibedakan berdasarkan warna tubuhnya. Ada kakap merah, kakap putih dan kakap hitam.[4]

Kakap merah

250px-Red_snapper.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kakap merah

Nama ilmiah untuk ikan kakap merah adalah Lutjanus malabaricus.[5] Spesiesnya termasuk jenis ikan demersal[6] yang berukuran besar.[7] Ikan kakap merah hanya hidup di perairan laut.[8] Habitat ikan kakap merah dapat ditemukan di dasar perairan dangkal maupun perairan laut dalam. Tubuh ikan kakap merah bentuknya memanjang dan melebar. Ada yang bentuknya gepeng dan ada yang melonjing. Bagian kepalanya ada yang cembung dan ada yang sedikit cekung.[5]

Kakap putih

Kakap putih termasuk dalam famili Latidae yang termasuk bagian dari ordo Perciformes.[9] Spesies kakap putih awalnya berasal dari Thailand.[10] Habitat kakap putih kemudian ditemukan menyebar di bagian barat kawasan Indo-Pasifik. Kakap putih ditemukan di Teluk Persia hingga ke sepanjang Asia Tenggara dan mencapai Papua Nugini dan bagian utara Australia.[9] Di kawasan tersebut, ikan kakap putih dapat ditemukan di perairan pesisir dan perairan air tawar.[11] Kadar garam di lingkungan yang mampu ditinggali oleh kakap putih berkisar antara 0–40 ppt.[12]

Persebaran

Di Indonesia terdapat tiga genus kakap yang dikenal, yaitu Lutjanidae, Labotidae, dan Centropomidae. Ketiga genus ini hidup pada habitat yang berbeda. Habitat Lutjanidae hanya dapat ditemukan di laut. Habitat Labotidae dapat ditemukan di perairan payau dan laut. Habitat Centropomidae dapat ditemukan di laut, perairan payau maupun perairan tawar.[13]

Komposisi

Kakap termasuk ikan karnivor.[14] Daging kakap utamanya terdiri dari air, protein dan lemak. Persentase kandungan air pada daging kakap rata-rata 70% dari seluruh tubuhnya. Kandungan protein di dalam daging kakap sebesar 20%. Sementara kandungan lemak di dalam daging kakap hanya 0,7%. Selebihnya, daging kakap mengandung kalsium sebanyak 20 mg/100 g, besi sebanyak 1 mg/100 g, fosfor sebanyak 200 mg/100 g. Daging kakap juga mengandung vitamin A sebanyak 300 mg/100 g dan vitamin B sebanyak 0,05 mg/100 g.[15] Selain itu, kakap juga mengandung 2,3 g abu tiap 100 g.[16]

Eksploitasi dan budidaya

Kakap merupakan salah satu komoditas perikanan karang yang paling banyak dieksploitasi selain kerapu. Alasannya adalah belum ada pembatasan dalam penangkapan kakap. Alasan lainnya adalah harga jual kakap yang lebih mahal dibandingkan dengan jenis ikan karang lain.[17] Kakap merupakan salah satu ikan budi daya di Indonesia di air laut.[18]

Indikator

Kakap dari genus Lutjanidae dapat dijadikan sebagai salah satu indikator kesehatan terumbu karang.[19] Ikan kakap juga menjadi salah satu jenis makanan yang menyebabkan alergi.[20]

Penyakit

Jenis kakap putih diketahui telah dapat terinfeksi oleh spesies vibrio bernama Vibrio alginolyticus.[21]

Referensi

  1. ↑ Froese, Rainer, and Daniel Pauly, eds. (2013). "Lutjanidae" in FishBase. December 2013 version.
  2. ↑ Yusriadi. Orang Bugis di Sungai Kakap Kalimantan Barat. IAIN Pontianak Press. hlm. 23.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Zulham, A., dan Subaryono (Desember 2017). Pengembangan Perikanan Tangkap Laut Kota Kendari (PDF). Depok: Rajawali Pers. hlm. 56. ISBN 978-602-425-447-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Yasa Boga (2010). Koleksi 120 Resep Masakan Ikan dan Hasil Laut Lainnya. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 7. ISBN 978-602-03-3006-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 Wahyuni, N. I., Luthfia, dan Syukroni, I. "Proses Pembekuan Ikan Kakap Merah (Lutjanus malabaricus) di PT. Global Maju Pratama Pattene Sulawesi Selatan". Seminar Nasional Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan“Sustainability and Environmentally of Agricultural System for Safety, Healthy and Security Human Life”: 914.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  6. ↑ Haya, U., Tangke, U., dan Daeng, R. A. (November 2022). "Pengaruh Penggunaan Campuran Es Curah dan Garam Dapur Terhadap Suhu dan Mutu Ikan Kakap". Jurnal Biosainstek. 5 (1): 42.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Simbolon, Domu (Januari 2011). Bioekologi dan Dinamika Daerah Penangkapan Ikan. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB. hlm. 27.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Pandit, I Gde Surayana (Desember 2018). Nilai Nyat-Nyat, Lezat dan Bergizi (PDF). Denpasar: Warmadewa University Press. hlm. 1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. 1 2 Mulyono, Mugi (2011). Budidaya Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer Bloch). Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. hlm. 1–2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Hartati, I. L., Cokrowati, N., dan Lestari, D. P. (2020). "Addition of Yeast Bread (Saccharomyces cerevisiae) in Feed to Increase Growth of Barramundi (Lates calcarifer)". Jurnal Biologi Tropis. 20 (2): 271. doi:10.29303/jbt.v20i2.1984.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  11. ↑ Irmawati, dkk. (Februari 2021). Budidaya Ikan Kakap Putih: Tinjauan Kelayakan di Keramba Jaring Apung dan Tambak Tradisional. Makassar: Penerbit Nas Media Pustaka. hlm. 9. ISBN 978-623-6093-32-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. ↑ Tim Perikanan WWF-Indonesia (Maret 2015). Budidaya Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer , Bloch., 1790) di Karamba Jaring Apung dan Tambak (PDF). WWF-Indonesia. hlm. 2. ISBN 978-979-1461-71-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. ↑ Said, Ahmad. Budi Daya Ikan Kakap. Ganeca Exact. hlm. 4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. ↑ Rahmat, A. N., dkk. (Agustus 2021). Junda, M., dkk. (ed.). Modul Pengujian Parameter Perairan Tambak (PDF). Makassar: Penerbit Jurusan Biologi FMIPA UNM. hlm. 39. ISBN 978-623-94869-2-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. ↑ Damongilala, Lena Jeane (Maret 2021). Kandungan Gizi Pangan Ikani (PDF). Bandung: CV. Patra Media Grafindo. hlm. 9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ↑ Amelia, S., Lubis, N. D. A., dan Balatif, R. (2020). Tim Qiara Media (ed.). Mikroorganisme dan Bahan Pangan (PDF). Pasuruan: CV. Penerbit Qiara Media. hlm. 41. ISBN 978-623-7925-06-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  17. ↑ Tim Perikanan WWF-Indonesia (Februari 2015). Perikanan Kerapu dan Kakap: Panduan Penangkapan dan Penanganan (PDF) (Edisi 2). Jakarta Selatan: WWF-Indonesia. hlm. 3. ISBN 978-979-1461-67-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  18. ↑ Dewi, K. E. S., dan Fatah, A. A. (2021). Atase Keuangan KBRI Brussel (ed.). Merespon Potensi Ekonomi Pasar Produk Perikanan Eropa dan Tuntutan Perlindungan Lingkungan; Kajian Strategi Peningkatan Kapasitas Sektor Perikanan dan Kelautan Indonesia yang Berkelanjutan. hlm. 22.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  19. ↑ Giyanto, dkk. (2014). Suharsono dan Sumadhiharga, O. K. (ed.). Panduan Monitoring Kesehatan Terumbu Karang: Terumbu Karang, Ikan Karang, Megabenthos dan Penulisan Laporan (PDF). Jakarta: COREMAP CTI LIPI. hlm. 35. ISBN 978-979-3378-84-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  20. ↑ Harlim, Ago (2016). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin: Penyakit Alergi Kulit (PDF). Jakarta: FK UKI. hlm. 9. ISBN 978-623-6789-03-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  21. ↑ Novriadi, R., dkk.. (2014). Penyakit Infeksi pada Budidaya Ikan Laut di Indonesia. Balai Perikanan Budidaya Laut Batam. II.2.1.2 Agen Penyebab. ISBN 978-602-70003-1-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Kelompok-kelompok sumberdaya perikanan utama
Perairan bebas
Pelagis besar
Pelagis kecil
Demersal
Biota laut lain
Ikan air tawar
Atlantic cod

Lobster

Pacific oysters
Budi daya
Laut
Air tawar
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan