Sabtu, 03 Oktober 2026
04:00 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Llukalkan

Bagikan:
Llukalkan
Rentang waktu: Santonium, 86–83 jtyl
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
(tanpa takson):
(tanpa takson):
(tanpa takson):
Famili:
(tanpa takson):
Genus:
†Llukalkan
Spesies tipe
†Llukalkan aliocranianus
Gianechini et al., 2021
Artikel takson sembarang

Llukalkan (dari bahasa Mapuche yang berarti "sesuatu yang menyebabkan ketakutan") adalah sebuah genus dinosaurus theropoda abelisaurid dari Formasi Bajo de la Carpa di Argentina pada zaman Kapur Akhir. Spesies tipenya adalah Llukalkan aliocranianus.[1]

Penemuan dan penamaan

Holotipe Llukalkan, MAU-Pv-LI-581, terdiri dari tengkorak parsial, ditemukan di situs La Invernada di Provinsi Neuquén, Argentina di batuan Formasi Bajo le Carpa. Ditemukan hanya berjarak 700 meter (2300 kaki) dari sisa-sisa dinosaurus abelisaurid lain bernama Viavenator. Fosil ini dideskripsikan sebagai takson baru bernama Llukalkan aliocranianus pada 2021; nama umumnya adalah bahasa Mapuche untuk "Sesuatu yang menakuti" atau "Sesuatu yang menyebabkan ketakutan", dan nama spesifiknya adalah bahasa Latin yang berarti "tengkorak yang berbeda"

Deskripsi

Llukalkan sangat mirip dengan Viavenator, hal yang membedakannya diantaranya: ukurannya yang lebih kecil, lubang di tengkorak yang dilalui vena lebih besar dan lebih jauh terpisah dari jambul supraoksipital. Ia juga memiliki sinus kecil berisi udara posterior di zona telinga tengah, sebuah recessus tympanicus caudalis , yang belum ditemukan pada anggota famili Abelisauridae yang lain dan dengan demikian merupakan autapomorfi[2]

Paleobiologi

Karena telinganya yang tidak biasa, teori yang mengatakan bahwa Llukalkan memiliki indra pendengaran yang lebih tajam daripada abelisaurid lain, hampir seperti milik buaya.[2]

Klasifikasi

Gianechini dkk. menempatkan Llukalkan sebagai abelisaurid turunan, di klad Furileusauria . Kladogram mereka ditunjukkan di bawah ini.

Referensi

  1. ↑ Gianechini, Federico A.; Méndez, Ariel H.; Filippi, Leonardo S.; Paulina-Carabajal, Ariana; Juárez-Valieri, Rubén D.; Garrido, Alberto C. (2021). "A New Furileusaurian Abelisaurid from La Invernada (Upper Cretaceous, Santonian, Bajo De La Carpa Formation), Northern Patagonia, Argentina". Journal of Vertebrate Paleontology: e1877151. doi:10.1080/02724634.2020.1877151.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  2. 1 2 Taylor & Francis Group (30 Maret 2021). "The 'one who causes fear' - new meat-eating predator discovered". ScienceDaily. Diakses tanggal 31 Maret 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Avemetatarsalia
Theropoda
    • lihat dibawah↓
Coelophysoidea
Coelophysidae
Averostra
    • lihat di bawah↓
Neotheropoda yang diperdebatkan
Coelophysis bauri
Dilophosaurus wetherilli
Ceratosauridae
Abelisauroidea
Noasauridae
Elaphrosaurinae
Noasaurinae
Abelisauridae
Majungasaurinae
Carnotaurinae
Brachyrostra
Furileusauria
Tetanurae
    • lihat di bawah↓
Ceratosaurus nasicornis
Limusaurus inextricabilis
Rajasaurus narmadensis
Aucasaurus garridoi
Piatnitzkysauridae
Megalosauridae
Megalosaurinae
Afrovenatorinae
Baryonychinae
Ceratosuchopsini
Spinosaurinae
Spinosaurini
Avetheropoda
    • lihat di bawah↓
Piatnitzkysaurus floresi

Torvosaurus tanneri

Spinosaurus aegyptiacus
Metriacanthosauridae
Metriacanthosaurinae
Allosauridae
Carcharodontosauria
Neovenatoridae
Carcharodontosauridae
Carcharodontosaurinae
Giganotosaurini
Megaraptora?
Megaraptoridae
Coelurosauria
    • lihat di bawah↓
Xuanhanosaurus qilixiaensis
Allosaurus fragilis

Neovenator salerii Carcharodontosaurus saharicus

Australovenator wintonensis
Coeluridae?
Proceratosauridae
Albertosaurinae
Tyrannosaurinae
Alioramini
Daspletosaurini
Teratophoneini
Tyrannosaurini
Maniraptoromorpha
    • lihat di bawah↓
Coelurosauria yang diperdebatkan
Zuolong salleei
Stokesosaurus clevelandi

Alioramus remotus

Tarbosaurus bataar
Compsognathidae
Sinosauropterygidae?
Ornithomimosauria
Macrocheiriformes
Deinocheiridae
Ornithomimidae
Maniraptora
Sinosauropteryx prima

Deinocheirus mirificus

Qiupalong henanensis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan