Senin, 28 September 2026
02:43 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Autapomorfi

Autapomorfi

Autapomorphy.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Diagram filogeni yang menunjukkan terminologi-terminologi yang digunakan untuk mendeskripsikan pola-pola berbeda dalam perkembangan ciri turunan.[1]

Dalam filogenetika, autapomorfi adalah ciri khusus, dikenal sebagai ciri derivat, yang menjadi ciri khas suatu takson. Dengan kata lain, autapomorfi adalah ciri yang hanya ditemukan di satu takson, dan tidak ditemukan di takson lainnya atau di takson luarnya, bahkan tidak ditemukan juga di takson yang paling berkerabat dekat dengan suatu takson (yang dapat berupa sebuah spesies, famili atau klad apapun secara umum).[2] Oleh karena itu autapomorfi dapat dianggap sebegai apomorfi untuk takson tunggal.[3] Kata autapomorfi, dikenalkan pada 1950 oleh entomolog Jerman Willi Hennig, berasal dari kata bahasa Yunani αὐτός, autos "diri"; ἀπό, apo "menjauh dari"; dan μορφή, morphḗ = "bentuk".[4]

Referensi

  1. ↑ Page RD, Holmes EC (14 Juli 2009). Molecular Evolution: A Phylogenetic Approach. John Wiley & Sons. ISBN 978-1-4443-1336-9. OCLC 609843839.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Futuyma DJ (1998). Evolutionary Biology (Edisi 3rd). Sinauer Associates, Inc. hlm. 95.
  3. ↑ Appel RD, Feytmans E (2009). "Chapter 3: Introduction of Phylogenetics and its Molecular Aspects". Bioinformatics: a Swiss Perspective (Edisi 1st). World Scientific Publishing Company.
  4. ↑ Calow PP (2009). Encyclopedia of Ecology and Environmental Management. John Wiley & Sons. ISBN 978-1-4443-1324-6. OCLC 1039167559.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan