Minggu, 20 September 2026
18:02 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Lambang Rusia

Lambang Rusia

Lambang Federasi Rusia
250px-Coat_of_Arms_of_the_Russian_Federation.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Versions
250px-Coat_of_Arms_of_the_Russian_Federation_2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanpa perisai
Detail
PemangkuFederasi Rusia
Digunakan sejak30 November 1993
BadanElang kekaisaran berkepala dua dengan mahkota kekaisaran, cakar kanan menggenggam tongkat kekaisaran dan cakar kiri menggeggam globus cruciger (bola salib). Di mahkota tergantung pita Ordo Santo Andreas, di dada elang dikenakan perisai bergambar Santo Georgius dan Naga.
PerisaiGambar Santo Georgius dengan baju zirah, mengenakan jubah terbang Azure, menunggangi kuda dengan kecepatan penuh dan menusuk seekor naga yang merangkak; kepalanya ditusuk oleh penunggang kuda dengan tombak Argent.

Lambang negara Federasi Rusia berasal dari lambang Kekaisaran Rusia yang kembali digunakan Rusia pada tahun 1993. Meskipun lambang ini sering dimodifikasi sejak pemerintahan Ivan III (1462–1505), lambang ini berasal dari abad pertengahan. Tata warna kini berpatokan pada standar abad ke-15. Lambang burung elang dapat ditelusuri kembali ke pemerintahan Pyotr Agung dari Rusia (1682–1725), meskipun kini lambang elang berwarna emas sedangkan zaman kekaisaran berwarna hitam.

Deskripsi

Dua elemen utama lambang negara Rusia adalah elang berkepala dua dan perisai bergambar penunggang kuda tengah membunuh ular atau naga. Lambang ini sudah sejak sebelum pemerintahan Pyotr Yang Agung. Lambang lencana Ivan III, bangsawan penguasa Moskow, menggambarkan pengendara kuda membunuh (atau tengah bergulat) dengan naga. Figur ini belum secara resmi diidentifikasi sebagai Santo Georgius hingga tahun 1730, ketika ditetapkan melalui dekret kekaisaran. Dalam bentuk lamanya (pahlawan berkuda pembunuh naga disebut "Победоносец", "Santo Georgius Pembawa Kejayaan") selalu dikaitkan dengan keluarga bangsawan Muscovy, kemudian menjadi lambang kota Moskow. Santo Georgius kemudian menjadi pelindung Moskow dan lebih luas sebagai pelindung Rusia.

Lambang elang berkepala dua dijadikan oleh Ivan III sebagai lambangnya sejak pernikahannya dengan putri Byzantium, Sophia Palaiologina pada 2 November 1472, yang pamannya Konstantinus XI Palaiologos adalah kaisar terakhir Byzantium. Elang berkepala dua adalah lambang Kekaisaran Byzantium, melambangkan wilayahnya yang membentang di Barat dan Timur. Dalam aspek lain melambangkan persatuan antara negara dengan Gereja Ortodoks. Setelah jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Anatolia pada tahun 1453, Ivan III dan pewarisnya menganggap Moscovy (Moskow) sebagai benteng terakhir iman Kristen Ortodoks, sekaligus sebagai Kekaisaran Romawi terakhir, sehingga muncul julukan "Roma Ketiga" untuk Moskow dan seluruh Kekaisaran Rusia. Pada tahun 1497, lambang elang berkepala dua ini memproklamasikan kedaulatan Rusia setara dengan Kekaisaran Romawi, sehingga pewarisnya selalu mengklaim sebagai pewaris tradisi Kristen Romawi. Bukti tertua elang berkepala dua sebagai lambang resmi Rusia adalah lambang Pangeran Agung Rusia pada stempel tahun 1497 pada Bab mengenai pembagian kepemilikan para pangeran. Pada saat yang hampir sama gambar elang berkepala dua keemasan di atas latar merah muncul di dinding tembok istana di Kremlin.

Evolusi

Lihat pula

Pranala luar

Negara
berdaulat
Eropa Utara
Eropa Barat
Eropa Tengah
Eropa Timur
Eropa Selatan
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Asia, tergantung definisi perbatasan. 2 Negara lintas benua.
Lambang negara-negara di Asia
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
Asia Timur
Asia Selatan
Asia Tengah
Asia Barat
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan