Kamis, 29 Oktober 2026
13:30 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Lambang Armenia

Lambang Armenia

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Lambang Negara Armenia - Bahasa Armenia: Հայաստանի Զինանշան
250px-Coat_of_arms_of_Armenia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Detail
PemangkuRepublik Armenia
Digunakan sejak19 April 1992
PerisaiSebuah perisai dengan 4 lambang wangsa Armenia Artaxia, Arshakunian, Bagratuni, dan Rubinian; Di tengah menampilkan Gunung Ararat dengan Bahtera Nuh di atasnya
PenopangSeekor Elang dan Singa
KompartemenHimpunan bunga gandum, bulu burung, rantai terputus, pita, dan pedang[1]
Versi awal1918-1920, Republik Demokratik Armenia
Penggunaanpada mata uang; di Parlemen; pada gedung resmi pemerintahan; paspor; kop surat resmi (termasuk ijazah)

Lambang negara Armenia (Bahasa Armenia:Հայաստանի Զինանշան, Hayastani Zinanshan) terdiri atas seekor Elang dan seekor Singa menopang perisai. Lambang ini memadukan lambang lama dan baru. Elang dan Singa adalah simbol Armenia sejak zaman purba pada masa kerajaan pertama Armenia sejak sebelum kelahiran Yesus Kristus.

Lambang kini mulai digunakan sejak 19 April 1992. Pada 15 Juni 2006, undang-undang mengenai lambang negara Armenia ditetapkan oleh Parlemen Armenia.

Simbolisme

Perisai

Perisai ini menampilkan banyak komponen. Di bagian tengah menampilkan Gunung Ararat dengan Bahtera Nuh di atasnya. Menurut tradisi legenda, bahtera Nabi Nuh akhirnya menyangkut di puncak gunung Ararat setelah banjir besar. Gunung Ararat adalah lambang nasional Armenia. Mengelilingi Gunung Ararat adalah lambang wangsa dalam sejarah Armenia. Di bagian bawah adalah dua elang yang saling berhadapan, melambangkan wilayah Armenia pada masa wangsa Artaxia pada abad pertama SM. Di bagian atas kiri terdapat Singa dan salib, lambang wangsa Bagratuni yang berkuasa pada Abad Pertengahan pada kurunabad ke-7 hingga ke-11 M.[2] Di bagian atas kanan terdapat elang berkepala dua, melambangkan wangka Kristen pertama Armenia, wangsa Arsacia. Pada kanan bawah terdapat seekor Singa dengan salib melambangkan wangsa Rubenia.

Elang dan Singa

Perisai diapit oleh Elang yang menopang sisi kiri sedangkan Singa menopang sisi kanan. Elang adalah lambang wangsa Artaxia, sementara Singa merupakan lambang wangsa Bagratuni dan kemudian menjadi lambang wangsa Rubeni. Kedua hewan ini melambangkan kekuatan, keberanian, kesabaran, kebijaksanaan, dan keagungan.

Lima unsur penting

  1. Pedang melambangkan kekuatan negara yang memutuskan rantai penindasan
  2. Rantai yang terputus melambangkan usaha merebut kemerdekaan terbebas dari belenggu penindasan
  3. Untaian gandum melambangkan sifat pekerja bertani pada masyarakat Armenia
  4. Bulu melambangkan warisan budaya dan intelektual masyarakat Armenia[3]
  5. Pita melambangkan warna bendera Armenia.

Pranala luar

Referensi

Lambang negara-negara di Asia
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
Asia Timur
Asia Selatan
Asia Tengah
Asia Barat
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.


Ikon rintisan

Artikel bertopik lambang negara ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan