Kamis, 15 Oktober 2026
09:04 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Kelembit Bok

Kelembit Bok

Perisai tradisional dari Kalimantan

Bagikan:
Kelembit Bok
330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Houten_schild_versierd_met_mensenhaar_TMnr_1552-8.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perisai Klebit Bok, dari tahun 1875–1925.
Jenis Perisai
Negara asal Borneo (Sarawak, Malaysia, Kalimantan Timur & Kalimantan Utara, Indonesia)
Sejarah pemakaian
Digunakan oleh Suku Dayak Kayan, Suku Dayak Kenyah
Spesifikasi
Panjang 110–130 cm

Kelembit Bok ( atau variasi ejaan: Klebit Bok dan Kelavit Bok) adalah perisai tradisonal suku Dayak Kayan dan Kenyah di Kalimantan.[1] Untuk varian perisai tampa rambut (bok) disebut Klebit, Kelembit, Kalbit, Kliau saja.

Deskripsi

Klebit Bok adalah perisai berbentuk 'kilau' dan dicat di kedua sisi. Di bagian depannya, sering dilukiskan tiga wajah setan, berwarna merah, putih dan hitam dan disusun secara vertikal. Bagian mata dan mulut bertaring dikelilingi oleh jumbai rambut manusia yang dilekatkan dengan resin.[2]

Bagian depan dihiasi dengan gumpalan rambut manusia yang ditekan ke celah-celah kayu yang sempit sebelum direkatkan dengan menggunakan lilin segar. Rambut itu berasal dari kepala yang diburu. Ini membuat perisai itu terlihat semakin menakutkan bagi musuh.[3]

Pada sisi belakang dari perisai ini sering digambarkan satu atau dua sosok yang kepala dan anggota tubuhnya menyambung dengan sulur-sulur yang fantastis. Namanya berasal dari klebit (berarti "perisai") dan bok (berarti "rambut") yang menunjukkan hubungan yang kuat antara perisai dan rambut yang menghiasinya.

Referensi

  1. ↑ Anton Willem Nieuwenhuis (1994). Di Pedalaman Borneo: Perjalanan Dari Pontianak Ke Samarinda, 1894. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Borneo Research Council, Indonesia Office. ISBN 978-979-605-051-2.
  2. ↑ Fraser, Douglas (1968). Early Chinese Art and the Pacific Basin: A Photographic Exhibition. Intercultural Arts Press. ISBN 0-913456-17-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Albert G Van Zonneveld (2002). Traditional Weapons of The Indonesian Archipelago. Koninklyk Instituut Voor Taal Land. ISBN 90-5450-004-2.
Senjata tradisional, pelindung, dan senjata berbasis bubuk mesiu wilayah Indonesia
Senjata tradisional
Pedang
Belati & pisau
Perimbas & parang
Senjata hantam
Senjata galah atau tombak
Senjata lentur
Senjata lainnya
Keris display
Meriam perunggu isian belakang dan garuda kayu
Peurise teumaga
Senjata berbasis Mesiu
Senjata api
Meriam
Dari nama
Pelindung dan pakaian
Perisai
Zirah
Helm


120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan