Minggu, 27 September 2026
22:57 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Kanadevia

Kanadevia

perusahaan Jepang

Kanadevia Corporation
カナデビア株式会社
250px-Kanadevia_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Kanadevia_Corporation_headquarters.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisPublik (K.K)
TYO: 7004
ISINJP3789000001 Sunting ini di Wikidata
IndustrIIndustri berat
Didirikan1881;145 tahun lalu (1881)
PendiriEdward H. Hunter
Kantor pusatOsaka, Jepang
Situs webkanadevia.com

Kanadevia Corporation (Jepang: カナデビア株式会社, Hepburn: Kanadebia Kabushiki-kaisha), sebelumnya bernama Hitachi Zosen Corporation (日立造船株式会社, Hitachi Zōsen Kabushiki-kaisha), adalah sebuah perusahaan industrial dan rekayasa asal Jepang. Perusahaan ini membuat fasilitas pengolahan limbah, fasilitas industrial, permesinan presisi, permesinan industrial, peralatan pabrik baja, struktur baja, alat berat, mesin bor terowongan, dan pembangkit listrik.

Meskipun nama lamanya adalah Hitachi Zosen, yang mana Zosen dalam bahasa Jepang berarti pembuatan kapal, perusahaan ini tidak lagi membuat kapal, setelah memisahkan bisnis pembuatan kapalnya ke Universal Shipbuilding Corporation pada tahun 2002, dan juga tidak lagi menjadi bagian dari keiretsu Hitachi. Oleh karena itu, perusahaan ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang pada bulan Oktober 2024.[1]

Sejarah

Kanadevia memulai sejarahnya pada tanggal 1 April 1881, saat pengusaha asal Britania Raya, Edward H. Hunter, mendirikan Osaka Iron Works (大阪鉄工所, Ōsaka Tekkosho) di Osaka untuk mengembangkan industri pembuatan kapal dan pembuatan baja di Jepang. Hunter telah tinggal di Jepang sejak tahun 1865 dan telah mendirikan Onohama Shipyard di Kobe sebelum kemudian pindah ke Osaka dan mendirikan galangan kapal baru di pertemuan antara Sungai Nakatsu dan Sungai Aki yang dapat digunakan untuk membuat kapal dengan berat benaman di bawah 1000 ton. Kapal pertamanya, Hatsumaru, pun diluncurkan pada tahun 1882.[2] Hunter berupaya membuat perusahaannya mandiri, dengan juga memproduksi mesin, pendidih, jembatan, dan peralatan irigasi.

Fasilitas tambahan kemudian dibangun di hilir Sungai Aji di Sakurajima pada tahun 1900 untuk membuat kapal dengan berat lebih dari 1000 ton. Kapal tanker minyak pertama buatan Jepang, Tora maru seberat 531 ton pun diluncurkan pada tahun 1908, untuk Standard Oil Company.[3]

Galangan kapal lain dibangun di Innoshima, Hiroshima pada tahun 1911. Hunter mengubah namanya menjadi "Hanta" pada tahun 1915 setelah menikahi seorang wanita Jepang. Setelah mengubah perusahaan ini menjadi sebuah perseroan terbatas, ia juga menyerahkan perusahaan ini ke putranya, Ryutarō Hanta, pada tahun 1915. Perusahaan ini pun terus tumbuh, dengan mulai mengoperasikan Bingō Dockyard pada tahun 1919, Harada Shipbuilding Works pada tahun 1920, dan Hikojima Dockyard pada tahun 1924. Sejumlah jembatan besi di Osaka dan sekitarnya juga dirancang dan dibuat oleh perusahaan ini. Perusahaan ini juga mulai memproduksi peralatan PLTA pada tahun 1924.[4]

Perusahaan ini direorganisasi pada tahun 1934, dan menjadi bagian dari zaibatsu Nissan dengan nama K.K. Nihon Sangyō Osaka Tekkoshō.[5]

Walaupun sebagian besar kontrak pembuatan kapal perang untuk Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dimenangkan oleh kompetitornya, perusahaan ini masih mendapat kontrak untuk membuat banyak kapal bantu yang lebih kecil, seperti kapal penyapu ranjau, kapal pendarat, kapal selam angkut, dan terlibat dalam konversi kapal niaga tua menjadi kapal perang. Perusahaan ini juga membuat Kumano Maru, sebuah kapal induk angkut, di Innoshima Works pada tahun 1945. Selama Perang Dunia II, perusahaan ini membuka galangan kapal baru di Kanagawa dan mengakuisisi galangan kapal Mukaishima pada tahun 1943. Perusahaan ini juga mengubah namanya menjadi Hitachi Zosen Corporation pada tahun 1943.

Setelah penyerahan diri Jepang pada akhir Perang Dunia II, sesuai kebijakan demokratisasi ekonomi dari Panglima Tertinggi Sekutu (pembubaran zaibatsu dan perusahaan besar), perusahaan ini pun dipisah dari Hitachi pada tahun 1947. Sejak saat itu, perusahaan ini menjadi independen dari Hitachi maupun Nissan Group, tetapi masih menjadi anggota dari Shunko-kai dan Shunko Kowa-kai.[6] Perusahaan ini pun kembali beroperasi dengan membuat kapal ikan dan kapal pesisir. Pada tahun 1955, perusahaan ini telah menjadi salah satu pembuat kapal terbesar di Jepang. Perusahaan ini juga berekspansi ke luar Jepang. Pada tahun 1957, sebagai bagian dari kerja sama teknis dengan B&W Diesel asal Denmark, perusahaan ini membuat mesin diesel terbesar di dunia. Perusahaan ini juga menyelesaikan proyek EPC pertamanya di luar Jepang, yakni pembangunan pabrik pupuk kimia di India pada tahun 1964. Di bidang pembuatan kapal, perusahaan ini mulai fokus pada kapal tanker minyak berukuran besar, dengan mempelopori metode CAD dan teknik pembuatan modular terotomatisasi. Perusahaan ini juga mengakuisisi galangan kapal lain, Maizuru Heavy Industries, pada tahun 1971 dan membuka galangan kapal baru di Ariake di Kyushu pada tahun 1973.

Namun, krisis minyak global tahun 1973 kemudian menurunkan permintaan akan kapal, sehingga perusahaan ini mengalami masalah keuangan. Dengan lebih dari separuh pendapatannya berasal dari kapal, perusahaan ini pun sangat terdampak oleh pembatalan pesanan kapal tanker minyak berukuran besar dan berupaya bertahan dengan beralih memproduksi anjungan lepas pantai, fasilitas penyimpanan minyak, dan struktur baja. Namun, naiknya harga bahan baku dan kerugian akibat nilai kontrak yang tidak dapat diubah membuat perusahaan ini harus melakukan restrukturisasi pada dekade 1980-an. Pada tahun 1988, perusahaan ini hanya mempekerjakan 5.596 orang, turun dari 24.660 orang pada tahun 1978.[7]

Perusahaan ini juga berupaya untuk beralih dari bisnis pembuatan kapal, terutama ke bisnis pembuatan fasilitas pembuangan limbah industri dan kota. Pada bulan Oktober 2002, perusahaan ini resmi menjual bisnis pembuatan kapalnya ke sebuah perusahaan patungan dengan NKK Corporation (kini JFE Holdings) yang bernama Universal Shipbuilding Corporation (kini Japan Marine United).

Pada bulan Maret 2021, perusahaan ini meluncurkan baterai padat dengan kapasitas 1000mAh, yang perusahaan ini klaim sebagai yang tertinggi di kelasnya.[8]

Pada bulan Februari 2024, Menteri Luar Negeri Jepang, Yoko Kamikawa, menyatakan bahwa keputusan terbaru dari pemerintah Korea Selatan yang mengizinkan pengiriman uang dari perusahaan ini ke penggugat asal Korea Selatan yang menggugat kompensasi atas isu ketenagakerjaan pada masa pendudukan Jepang di Semenanjung Korea mulai tahun 1910 hingga 1945 membuat perusahaan ini mengalami "kerugian yang tidak masuk akal."[9] Pembayaran kompensasi tersebut didasarkan pada sebuah putusan dari Mahkamah Agung Korea Selatan pada bulan Desember 2023.[9]

Pada tanggal 1 Oktober 2024, perusahaan ini mengubah namanya menjadi Kanadevia Corporation.[10]

Catatan

  1. ↑ "日立造船がカナデビアに 新社名で環境企業めざす". 日本経済新聞 (dalam bahasa Jepang). 2024-10-01. Diakses tanggal 2025-02-13.
  2. ↑ Lindberg. Brown-, Green- and Blue-Water Fleets. page 78
  3. ↑ Pederson. International Directory of Company Histories
  4. ↑ Pederson. International Directory of Company Histories
  5. ↑ Inkster. Japanese Industrialisation. Page 124.
  6. ↑ Organizational Structure Shunko Konwa-kai
  7. ↑ Pederson. International Directory of Company Histories
  8. ↑ "'World's highest-capacity' solid-state battery developed in Japan". Nikkei Asia (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2021-03-04.
  9. 1 2 "Japan, South Korea agree to work on North Korea issues". Kyodo News. Februari 22, 2024. Diakses tanggal Februari 22, 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "As Kanadevia Corporation, we are entering a new stage today. ~ Changing its name from Hitachi Zosen Corporation, with a focus on sustainability ~" (PDF). Kanadevia Corporation (dalam bahasa Inggris). 2024-08-01. Diakses tanggal 2024-12-18.

Referensi

  • Inkster, Ian (2001). Japanese Industrialisation: Historical and Cultural Perspectives. Routledge. ISBN 0-415-24444-7.
  • Lindberg, Michael (2001). Brown-, Green- and Blue-Water Fleets: The Influence of Geography on Naval Warfare, 1861 to the Present. Praeger Publishers. ISBN 0-275-96486-8.
  • Pederson, Jap P (2008). International Directory of Company Histories. St James Press. ISBN 978-1-55862-614-0.
  • Samuels, Richard J (1996). Rich Nation, Strong Army": National Security and the Technological Transformation of Japan. Cornell University Press. ISBN 0-8014-9994-1.

Pranala luar

Jepang Perusahaan Nikkei 225 di Jepang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan