Minggu, 27 September 2026
09:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Ineawi

Ineawi atau dikenal juga dengan nama Sagueru adalah salah satu minuman tradisional khas suku Tolaki di Sulawesi Tenggara. Minuman ini berasal dari pohon Nira. Dalam masyarakat Tolaki, Ineawi dihidangkan bersama kulit kayu agar memiliki rasa pahit dan manis sekaligus. Komposisi Ineawi dan kulit kayu haruslah seimbang, jika salah satu kurang, maka rasa yang dihasilkan bisa berupa lebih pahit atau lebih manis.

Minuman ini biasanya dihidangkan dalam berbagai acara adat dan bersifat memabukkan jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Jika Ineawi dikonsumsi dalam jumlah sedikit dan ditambahkan es, maka akan menjadi minuman penyegar.[1]

Etimologi

Kata Ineawi berasal dari istilah yang dilakukan saat proses pengambilan cairan dari pohon Nira. Bakal buah dari pohon Nira atau Enau akan dipukul selama berbulan-bulan. Setelah dirasa cukup, bakal buah akan diiris untuk mendapatkan airnya. Selain dari pohon Enau, Ineawi juga bisa didapatkan dari pohon Kelapa tetapi tidak sebanyak dan sepopuler Ineawi dari pohon Enau.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Udu, Sumiman (2018). MAKANAN TRADISI SUKU TOLAKI: POTENSI PENGEMBANGAN WISATA KULINER DALAM KONTEKS POLITIK GLOBAL. Kendari: Prosiding Seminar Nasional dan Pra Lokakarya Asosiasi Departemen/Jurusan Antropologi Seluruh Indonesia.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)[pranala nonaktif permanen]
Minuman beralkohol
Minuman fermentasi
120px-Alcoholic_beverages.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman suling
Anggur fortifikasi
Minuman fermentasi berdasarkan bahan
Mikro-organisme
Sayuran akar
Minuman suling berdasarkan bahan
Buah
60px-Alambic.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sereal
Lain-lain
Likeur dan minuman suling berperisa berdasarkan bahan


Ikon rintisan

Artikel bertopik minuman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan