Kamis, 22 Oktober 2026
14:31 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Ilmuwan

Ilmuwan

seseorang yang menggunakan metode ilmiah secara profesional

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Akademikus, Cendekiawan, Intelektual, Peneliti, atau Sarjana.
Female_scientist_with_DNA_sample_pippetting.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Seorang ilmuwan wanita sedang menguji percontoh DNA

Ilmuwan (bahasa Inggris:scientist) adalah orang yang ahli atau memiliki banyak pengetahuan mengenai suatu ilmu. Dalam arti yang lain, ilmuwan adalah orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan.[1]

Ilmuwan dikenal sebagai orang yang menekuni bidang ilmiah atau ilmu pengetahuan alam (IPA). Meskipun penyebutan ilmuwan ini juga berlaku secara umum karena sebagian kalangan ada yang membagi ilmuwan ke dalam dua area berdasarkan bidang ilmunya, yaitu ilmuwan dalam bidang Ilmu Alam dan ilmuwan dalam bidang Ilmu Sosial.

Ilmuwan dapat dibedakan ke dalam dua kategori yakni:

  • Ilmuwan Murni
  • Ilmuwan Terapan

Ilmuwan mempelajari berbagai aspek-aspek tertentu dari alam secara terorganisasi, sistematik dan melalui berbagai metode ilmiawi yang terbakukan. Ruang lingkup ilmiah terbatas pada berbagai hal yang dapat dipahami oleh indra (penglihatan, sentuhan, pendengaran, rabaan dan pengecapan) atau dapat dibilang sains itu pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian secara konkret.

Para ilmuwan bertujuan untuk menghasilkan model yang dapat berguna tentang kenyataan dan memberikan sumbangsih bagi perkembangan ilmu pengetahuan alam. Ilmuwan mengenal beberapa metode ilmiah yang digunakan dalam berpraktik yakni:

  • Pengamatan
  • Hipotesis
  • Prediksi
  • Penelitian
  • Kesimpulan

Etimologi

Hingga akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20, Saintis hanya disebut sebagai filsuf alam.[2] Mereka ini sehari-harinya mengkaji secara mendalam tentang filsafat hingga akhirnya dapat merumuskan suatu teori-teori baru untuk menjelaskan berbagai fenomena alam yang terjadi. Hingga saat ini, penyebutan istilah Saintis sangat jarang digunakan sehingga pemaknaannya semakin meluas.

Pendidikan Ilmuwan di Indonesia

Seorang ilmuwan umumnya merupakan lulusan Sarjana Sains dengan gelar "S.Si.", meskipun dari bidang ilmu lain juga dapat menyebut dirinya sebagai Ilmuwan. Ilmuwan murni terbagi ke dalam bidang ilmu antara lain: matematika, fisika, biologi, kimia, astronomi, dan lain-lain. Sedangkan sains terapan pada umumnya merupakan lulusan pendidikan kejuruan. Pendidikan sarjana ilmiah baik murni maupun terapan dapat diselesaikan dalam waktu 4 tahun. Perhatian bangsa dan negara Indonesia terhadap pengembangan pendidikan ilmiah dan teknologi dinilai masih sangat rendah dan masih harus ditingkatkan.[3]

Ilmuwan murni mendapatkan predikat sebagai Ilmuwan hanya apabila mereka telah menghasilkan karya-karya ilmiah yang turut memberikan andil bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, tidak semua lulusan sarjana ilmiah di Indonesia dapat disebut sebagai Ilmuwan. Jika ingin mengetahui lebih lanjut penjelasan tentang ilmuwan, silakan kunjungi wikipedia berbahasa Inggris dengan kata "Scientist"

Karier Saintis

Menjadi seorang saintis tidak hanya berprofesi sebagai dosen, peneliti, atau tenaga teknis di laboratorium-laboratorium riset. Banyak studi dan berbagai sumber menyebutkan bahwa Saintis juga bekerja di berbagai jenis perkerjaan lainnya.[4][5]

Daftar Ilmuwan

Referensi

  1. ↑ "Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-29. Diakses tanggal 30 Desember 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  2. ↑ Friedrich Ueberweg, History of Philosophy: From Thales to the Present Time. C. Scribner's sons v.1, 1887
  3. ↑ Redaksi, Tim. "Pengembangan Sains di Indonesia Dinilai Rendah". JPNN.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-08-18. Diakses tanggal 2020-09-27.{{cite news}}: |last= memiliki nama generik
  4. ↑ http://news.okezone.com/read/2013/04/01/373/784345/sarjana-sains-jadi-apa-sih
  5. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-25. Diakses tanggal 2020-09-27.

Lihat juga

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan