Senin, 19 Oktober 2026
19:03 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Hiranyagarba

Hiranyagarba

Bagikan:
330px-Golden_cosmic_egg_Hiranyagarbha_by_Manaku.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan khas Pahari yang menggambarkan teluk kosmik emas "Hiranyagarbha", karya Manaku, ca 1740.
Bagian dari seri
Mitologi Hindu
Samudramantana, pengadukan Lautan Susu.
Portal Agama Hindu

Hiranyagarba (Dewanagari: हिरण्यगर्भ; ,IAST:  Hiraṇyagarbha,;  arti: "rahim emas" atau "telur emas", secara puitis diterjemahkan menjadi "benih alam semesta") adalah asal mula pengadaan alam semesta, atau perwujudan kosmos menurut filsafat Weda.[1] Istilah itu disebutkan dalam sebuah himne Regweda (RV 10.121), yang dikenal sebagai Hiraṇyagarbha Sūkta, merujuk kepada suatu hyang pencipta tunggal (ayat 8: yo deveṣv ādhi devā eka āsīt, terjemahan Griffith: "Ia adalah Dewa dari segala dewa, dan tak ada yang setara dengan-Nya."), yang diistilahkan dalam himne tersebut sebagai Prajāpati. Konsep "rahim emas" pertama kali disebutkan dalam Wiswakarma Sūkta (RV 10.82) yang menjabarkan bahwa "benih purba" tersebut terletak di atas pusar Wiswakarma.

Kutipan

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan