Minggu, 20 September 2026
23:25 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Gletser

Gletser

padatan es

250px-Bondhusbreen05.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Endapan salju yang telah membatu dalam jangka waktu yang lama

Gletser (serapan dari bahasa Belanda:gletser, ejaan modern: gletsjer)[1] adalah sebuah bongkahan atau endapan es yang besar dan tebal yang terbentuk di atas permukaan tanah yang merupakan akibat akumulasi endapan salju atau es yang mengeras dan membatu selama kurun waktu tertentu yang sangat lama. Saat ini, es abadi menutupi sekitar 10% daratan yang ada di bumi.[2]

Etimologi

Kata "gletser" merupakan serapan dari bahasa Belanda gletser,[a][1] yang juga diserap dari bahasa Alemannik gletscher,[3] yang juga diserap dari bahasa Arpitan glacier,[4] diturunkan dari bahasa Latin glaciēs, yang berarti "es".[5]

Ciri

Gletser merupakan cadangan air tawar terbesar di Bumi.[6] Gletser juga dapat terbentuk dari pembekuan air akibat musim dingin, lalu ketika temperatur tinggi gletser akan mencair sehingga menjadi sumber air tawar bagi mahluk hidup. Karena massa glasial dipengaruhi oleh perubahan jangka panjang iklim, misalnya, curah hujan, suhu rata-rata, dan awan, perubahan massa glasial dianggap salah satu indikator yang paling sensitif dari perubahan iklim dan merupakan sumber utama dari variasi permukaan laut.

Meskipun banyak orang yang mengira gletser selalu ada di daerah kutub, sesungguhnya juga dapat berada di daerah pegunungan tinggi di seluruh benua, kecuali Australia, bahkan juga terdapat di pegunungan tinggi di daerah dekat khatulistiwa.

Bongkahan besar gletser yang berwarna biru disebabkan karena besarnya kuantitas air yang terakumulasi pada gletser. Sebab, molekul air sangat baik dalam menyerap berbagai warna kecuali biru. Alasan lain, karena kandungan gelembung udara pada gletser kurang.

Jenis gletser

Terdapat beberapa jenis gletser, termasuk gletser Piedmont dan gletser kutub. Gletser Piedmont berbentuk kipas atau lobus, terletak di depan pegunungan. Gletser Piedmont terbentuk ketika satu atau lebih lembah gletser mengalir dari lembah ke dataran dengan gaya mengambang. Sementara itu, Gletser Kutub terbentuk dengan rezim termal atau terbentuk akibat suhu es selalu berada di bawah titik beku.[7]

Gletser

Catatan

  1. bentuk ejaan modern: [gletsjer] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan).

Rujukan

  1. 1 2 Van der Sijs, Nicoline (2001). "Chronologisch woordenboek". De Digitale Bibliotheek voor de Nederlandse Letteren (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-26. Diakses tanggal 2022-06-26.
  2. Times, I. D. N.; Anggara, Dahli. "5 Fakta Ilmiah tentang Gletser, Dulunya Pernah Menutupi Sepertiga Bumi". IDN Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-27. Diakses tanggal 2021-01-11.
  3. "DWDS – Digitales Wörterbuch der deutschen Sprache". DWDS (dalam bahasa Jerman). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-24. Diakses tanggal 2022-06-26.
  4. "GLACIER : Définition de GLACIER". www.cnrtl.fr (dalam bahasa Prancis). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-31. Diakses tanggal 2022-06-26.
  5. "Charlton T. Lewis, An Elementary Latin Dictionary, glaciēs". www.perseus.tufts.edu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-21. Diakses tanggal 2022-06-26.
  6. Brown, Molly Elizabeth; Ouyang, Hua; Habib, Shahid; Shrestha, Basanta; Shrestha, Mandira; Panday, Prajjwal; Tzortziou, Maria; Policelli, Frederick; Artan, Guleid; Giriraj, Amarnath; Bajracharya, Sagar R.; Racoviteanu, Adina (2010). "HIMALA: Climate Impacts on Glaciers, Snow, and Hydrology in the Himalayan Region". Mountain Research and Development. 30 (4): 401. doi:10.1659/MRD-JOURNAL-D-10-00071.1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-18. Diakses tanggal 2020-12-29.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. "Glossary of Glacier Terminology - Text Version". pubs.usgs.gov. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-11-16. Diakses tanggal 2021-12-06.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Glacier.
Struktural
Vulkanis
Fluvial
Glasial
Denudasional/
Erosional
Marin
Solusional/
Karst
Aeolian
Antropogenik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan