Minggu, 04 Oktober 2026
09:02 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Kerucut bara

Kerucut bara

Bagikan:
250px-SP_Crater.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kepundan SP, suatu kerucut bara yang sudah mati di Arizona, Amerika Serikat

Kerucut bara (Bahasa Inggris : Cinder Cone) adalah jenis gunung berapi yang terbentuk dari bara basal dan abu vulkanik piroklastik hasil suatu letusan eksplosif.[1] Kerucut bara biasanya tampak seperti bukit kerucut curam dengan kepundan membulat atau silindris di tengahnya. Ketika suatu letusan eksplosif terjadi, lava yang didorong oleh gas dari dalam permukaan menyembur cepat ke atas, lalu terpisah menjadi kepingan-kepingan kecil yang mengeras dan jatuh menjadi bara, arang besi, atau skoria di sekitar kepundan yang membentuk kerucut yang biasanya simetris, dengan kemiringan lereng antara 30–40°, dengan permukaan tepi yang hampir melingkar. Kebanyakan kerucut bara memiliki kepundan berbentuk mangkuk di puncaknya.[2]

Kemunculan

Kerucut bara secara umum dapat ditemukan di lereng Gunung berapi perisai, kerucut, atau kaldera[3] Para geolog AS telah mengenali hampir seratus kerucut bara di lereng gunung Mauna Kea, Hawaii, Amerika Serikat.[3] Kerucut ini juga dinamakan sebagai kerucut skoria atau kerucut sembur (spatter cone).[3]

Kerucut bara yang paling terkenal adalah Paricutín di Michoacán, Meksiko, yang muncul di tengah ladang jagung pada tahun 1943.[3] Gunung berapi ini terus meletus selama sembilan tahun sampai kerucutnya naik setinggi 424 meter, dan menghasilkan aliran lava mencakup 25 km2.[3]

Kerucut bara yang teraktif di Bumi adalah Cerro Negro di Nikaragua, di mana sejak letusan awalnya pada tahun 1850, kerucut ini sudah meletus lebih dari 20 kali, dengan letusan terakhir pada tahun 1995 dan 1999.[3]

Kerucut monogenetis

Beberapa kerucut bara bersifat monogenetis, yaitu merupakan hasil dari letusan tunggal yang tidak terulang kembali, seperti Diamond Head di Hawaii, Amerika Serikat.

Rujukan

  1. ↑ Ips, Guru. "8 Bentuk Gunung Api | Jenis, Tipe Letusan Gunung Api". Guru IPS. Diakses tanggal 2019-01-04.
  2. ↑ Poldervaart, A (1971). "Volcanicity and forms of extrusive bodies". Dalam Green, J; Short, NM (ed.). Volcanic Landforms and Surface Features: A Photographic Atlas and Glossary. New York: Springer-Verlag. hlm. 1–18. ISBN 978-3-642-65152-6.
  3. 1 2 3 4 5 6  Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari United States Geological Surveydokumen "Photo glossary of volcano terms: Cinder cone".
Struktural
Vulkanis
Fluvial
Glasial
Denudasional/
Erosional
Marin
Solusional/
Karst
Aeolian
Antropogenik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan