Minggu, 11 Oktober 2026
19:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Gerayang

Gerayang

Bagikan:
120px-Chikan_Sign.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah tanda di luar sepeda yang diparkirkan di Chiba, Jepang, yang bertuliskan "Jangan menggerayang"
250px-Bullying_Sexual.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerayang

Ketika digunakan dalam konteks seksual, gerayang[1] adalah menyentuh atau meraba orang lain dengan cara seksual yang tidak dipersilahkan menggunakan tangan. Istilah tersebut umumnya memiliki pengartian yang negatif dalam beberapa masyarakat, dan dianggap sebagai serangan seksual. Menyentuh tubuh seseorang saat aktivitas seksual, pemijatan, atau pengujian pengobatan tidak selalu dianggap menggerayang. Bagian tubuh yang biasanya digerayangi meliputi bokong, buah dada, dan paha pada wanita, dan penis, buah zakar dan bokong pada pria. Penggerayang tak hanya menggunakan tangan mereka, tetapi dapat menggunakan bagian tubuh mereka yang lain terhadap orang lain yang dapat digunakan untuk menggerayang.

Di bagian-bagian Asia Selatan, yakni India,[2] Nepal[3] dan Bangladesh,[4] pelecehan seksual di tempat publik (sering disebut sebagai "pelecehan jalanan") terhadap wanita oleh pria biasanya disebut sebagai pelecehan perempuan.

Jepang

120px-Ladies_Only_Train.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah tanda pada sebuah platform stasiun di Osaka, Jepang, yang menunjukan bagian gerbong yang hanya khusus untuk perempuan.

Pada Jepang, pria yang menggerayang wanita di tempat publik disebut chikan (痴漢, チカン, or ちかん); dan istilah tersebut juga digunakan untuk menyebut tindakan itu sendiri. Gerbong-gerbong kereta adalah tempat kesukaan untuk menggerayang dan sebuah survei 2001 yang diadakan di dua sekolah tinggi Tokyo menemukan bahwa lebih dari 70% pelajar digerayang ketika berada dengan mereka. Sebagai bagian dari menumpas masalah tersebut, beberapa perusahan kereta api merancang gerbong khusus penumpang perempuan pada saat jam kerja.[5][6][7]

Lihat pula

Wiktionary logo
Lihat entri grope di kamus bebas Wikikamus.

Referensi

  1. ↑ "Gerayang". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ↑ The Express Tribune, 8 Juli 2013: Eve teasing: The power game, oleh Tehniya S Afridi.
  3. ↑ Smriti Lakhey, "Eve Teasing" Diarsipkan 2010-06-20 di Wayback Machine, Wave # 55, Juli 2000.
  4. ↑ "Eve-teasers beat dead youth in Dhaka", Daily Star, 11 Oktober 2014.
  5. ↑ "The His and Hers Subway". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-12-26. Diakses tanggal 2007-12-26.
  6. ↑ "Japan Tries Women Only Train Cars to Stop Groping: Tokyo Subway Experiment Attempts to Slow Epidemic of Subway Fondling" Sebuah artikel ABC News.
  7. ↑ ""Women Only Cars on Commuter Trains Cause Controversy in Japan"". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-12-18. Diakses tanggal 2007-12-18.
Aksi atau kondisi
Anggota tubuh
Pakaian
Benda mati
Kontroversial/Ilegal
Budaya / media
Ras
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan