Selasa, 27 Oktober 2026
13:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Fetisisme ketiak

Fetisisme ketiak

Bagikan:
Americanfemalearmpithair.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Beberapa orang yang tertarik secara seksual pada ketiak wanita lebih menyukai ketiak yang tidak dicukur
250px-ShavedArmpit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mencukur ketiak dengan sedikit sisa rambut juga dikatakan populer di kalangan orang-orang yang tertarik secara seksual dengan ketiak wanita

Fetishisme ketiak (juga dikenal sebagai maschalagnia) adalah jenis parsialisme di mana seseorang tertarik secara seksual dengan ketiak[1]-orang dengan fetisisme ini mungkin juga memiliki fantasi tentang aksilisme, atau sanggama ketiak (aktivitas seksual dengan salah satu atau kedua ketiak).[2]

Bau badan alami adalah kekuatan yang kuat dalam daya tarik seksual,[3] termasuk bau alami ketiak yang kuat dan menyengat. Alex Comfort berpendapat bahwa seorang wanita yang mencukur ketiaknya adalah "vandalisme bodoh", karena mengurangi daya tarik seksual. Di sisi lain ia memuji Prancis yang memiliki kesadaran seksual yang lebih besar daripada budaya deodoran Amerika dalam hal ini.[4]

Ketiak, bulu ketiak, dan keringat dari ketiak seorang wanita dapat dipandang sebagai komponen penting dari kewanitaan mereka, mengenai apakah ini bernilai positif[5] atau negatif.[6] Havelock Ellis menyatakan bahwa (dalam konteks non-seksual) mencium ketiak sendiri dapat bertindak sebagai penambah energi sementara.[7]

Fetisisme

Mereka yang memiliki fetish ringan untuk ketiak sering menikmati ciuman, pengecapan, menggelitik dan mencium ketiak pasangannya selama pemanasan seksual, mungkin meminta pasangannya untuk tidak mandi atau mencuci ketiaknya atau tidak memakai deodoran selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari.

Adanya persamaan simbolis dari ketiak dan vagina mungkin merupakan salah satu pemicu fetisisme ini, termasuk baunya.[8] Namun Sigmund Freud melihat bahwa fetisisme ini hanya menjadi masalah ketika tindakan seksual itu menggantikan sepenuhnya hubungan seksual sebagai tujuan akhir.[9]

Referensi

  1. ↑ Aggrawal, Anil (2008). Forensic and Medico-Legal Aspects of Sexual Crimes and Unusual Sexual Practices. CRC Press. hlm. 376. ISBN 978-1-4200-4308-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-20. Diakses tanggal 2021-11-03.
  2. ↑ D. A. Voorhees, Quickies (2004) p. 122
  3. ↑ Alex Comfort, The Joy of Sex (1974) p. 71
  4. ↑ Alex Comfort, The Joy of Sex (1974) pp. 71-3 and p. 98
  5. ↑ Nancy Friday, Women on Top (1991) p. 195
  6. ↑ Doris Lessing, The Golden Notebook (1972) p. 590
  7. ↑ Ellis, Havelock (1905). "Sexual Selection in Man". Studies in the Psychology of Sex. 4: 64–67. ISBN 978-1-55445-828-8. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-11-30. Diakses tanggal 2021-11-03.{{cite journal}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggalPemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  8. ↑ Otto Fenichel, The Psychoanalytic Theory of Neurosis (1946) pp. 342-3
  9. ↑ Sigmund Freud, On Sexuality (PFL 7) pp. 68-70
Aksi atau kondisi
Anggota tubuh
Pakaian
Benda mati
Kontroversial/Ilegal
Budaya / media
Ras
Topik terkait
Ikon rintisan

Artikel bertopik seks ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan