Minggu, 27 September 2026
03:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Oculolinctus

Oculolinctus

250px-An_eye_with_viral_conjunctivitis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menjilat bola mata dapat menyebabkan konjungtivitis (gambar)

Oculolinctus, juga dikenal sebagai "worming" atau fetishisme menjilat bola mata, merujuk kepada praktik parafilia dari menjilat bola-bola mata untuk kepuasan birahi. Pada pertengahan 2013, surat-surat kabar berbahasa Inggris mengabarkan bahwa fetish tersebut diduga menjadi populer di Jepang, di mana tindakan tersebut disebut sebagai Gankyū name purei (眼球舐めプレイ, "permainan menjilat bola mata").[1] Namun, media lain mengabarkan bahwa keberadaan praktik tersebut adalah sebuah kebohongan berdasarkan pada sebuah cerita dalam sebuah tabloid Jepang[2][3] dan beberapa artikel laporan awal dikoreksi[4] atau ditarik[5] karena dianggap sebagai sebuah kebohongan.

Karakteristik

Pada 2013, oculolinctus dikabarkan menjadi populer di kalangan remaja di Jepang, menyebabkan peningkatan kasus infeksi mata menjadi signifikan, diyakini karena tindakan tersebut ditampilkan dalam sebuah video musik karya grup musik Jepang Born.[5]

Dampak menjilat bola mata

Praktik tersebut diasosiasikan dengan risiko-risiko kesehatan signifikan, karena lidah memiliki sejumlah mikroorganisme, yang dapat menyebabkan infeksi pada mata, seperti konjungtivitis, herpes dan kamidia. Tindakan tersebut juga dapat menimbulkan abrasi kornea[5] dan bisul kornea.[6] Bakteria mulut di lidah dapat berpotensi memasukki selip-selip kornea yang disebabkan akibat menjilat mata, yang berujung pada infeksi.[7]

Selain itu, terdapat juga risiko kebutaan dari akibat infeksi, serta bintitan. Perbedaan bakteria antara mata dan mulut adalah alasan kenapa menjilat lensa kontak tidak lagi direkomendasikan sebelum dipasang ke mata seseorang.[8]

Referensi

  1. ↑ 2013-06-07, 小学生に眼球なめ変態プレイが大流行 Diarsipkan 2015-06-10 di Wayback Machine., 読めるモ
  2. ↑ "LICK THIS! Mark Schreiber". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-06. Diakses tanggal 2019-04-17.
  3. ↑ "Blind spot: How a hoax about eye licking went global". CNET.
  4. ↑
  5. 1 2 3 Heritage, Stuart (14 Juni 2013). "Eyeball-licking: the fetish that is making Japanese teenagers sick". The Guardian. Diakses tanggal 14 Juni 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Narcisse, Quenton (14 Juni 2013). "Eyeball Licking: Japan's Craziest New Fetish". Mashable. Diakses tanggal 14 Juni 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Ashik Siddique, 2013-06-12, "Eyeball Licking ‘Oculolinctus’ Fetish Spreads Pink Eye Among Japanese Preteens Diarsipkan 2013-07-18 di Wayback Machine.", Medical Daily
  8. ↑
Aksi atau kondisi
Anggota tubuh
Pakaian
Benda mati
Kontroversial/Ilegal
Budaya / media
Ras
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan