Senin, 28 September 2026
08:12 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Fetisisme hidung

Fetisisme hidung

330px-Young_woman_with_a_pen_in_the_nose.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sorang gadis memasukkan pena ke dalam lubang hidung

Fetisisme hidung,[1] parsialisme hidung, atau nasofilia[2][3] adalah parsialisme (atau parafilia) yang melibatkan hidung. Parafilia ini mungkin berupa ketertarikan seksual pada bentuk tertentu dari variasi penampilan fisik (seperti bentuk dan ukuran hidung), atau area tertentu (misalnya; batang atau lubang hidung). Fetisisme dapat berupa keinginan untuk melakukan kontak fisik dan interaksi yang sebenarnya, atau hanya berupa fantasi tertentu seperti keinginan untuk melakukan ke penetrasi lubang hidung[2] dengan penis atau dengan jari (sebanding dengan fingering).[4] Fetisisme hidung juga dapat mencakup keinginan untuk berejakulasi ke dalam lubang hidung atau diatas hidung.

Fantasi lain dalam parafilia ini mungkin termasuk keinginan untuk mengamati atau mengalami transformasi hidung, mengacu pada elemen karya fiksi seperti Pinokio. Bisa berupa juga fantasi tentang transformasi hidung menjadi makhluk lain seperti moncong babi atau [anjing]] sebagai sarana mempermalukan orang lain secara seksual. Fantasi ini dapat dibantu dengan penggunaan alat peraga, permainan peran atau fiksi transformasi, dalam bentuk tulisan, karya seni, atau foto orang yang dimodifikasi (dikenal sebagai morphing).[4]

Sigmund Freud sendiri menafsirkan hidung sebagai perlambang dari penis.[5]

Referensi

  1. ↑ Magnus Hirschfeld Archive for Sexology. Variations in Sexual Behavior, Two Examples: 1. Fetishism, A Partial List of Fetishisms. Diarsipkan 2013-02-06 di Archive.is Retrieved 2007-12-15.
  2. 1 2 Kick (2005) pp.125-6
  3. ↑ Love (1994) p.176
  4. 1 2 "Nose no bounds: A beginner's guide to nasophilia". drmarkgriffiths (dalam bahasa Inggris). 2012-07-13. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-20. Diakses tanggal 2021-03-29.
  5. ↑ Jay Geller, "On Freud's Jewish body: mitigating circumcisions", Fordham University Press, 2007, ISBN0-8232-2782-0, p. 95-105

Sumber

Daftar pustaka

  • Anil Aggrawal, "Forensic and Medico-Legal Aspects of Sexual Crimes and Unusual Sexual Practices", CRC Press, 2008, ISBN1-4200-4308-0, p. 110,377
  • Eric W. Hickey, "Sex crimes and paraphilia", Pearson Education, 2006, ISBN0-13-170350-1, p. 83
  • Ronald M. Holmes, Stephen T. Holmes, "Sex crimes: patterns and behavior", Sage Publications, 2001, ISBN0-7619-2417-5, p. 246
  • Viren Swami, Adrian Furnham, The psychology of physical attraction, Routledge, 2008, ISBN0-415-42250-7, p. 134
Aksi atau kondisi
Anggota tubuh
Pakaian
Benda mati
Kontroversial/Ilegal
Budaya / media
Ras
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan