Jumat, 23 Oktober 2026
17:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Fetisisme spandeks

Fetisisme spandeks

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Fetisisme spandeks" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
250px-BlackRose_zentai_crop.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pakaian spandeks Zentai

Fetisisme spandeks adalah fetisisme seksual berupa ketertarikan secara seksual kepada orang-orang yang mengenakan kain lentur yang pas dengan bentuk tubuh. Fetisisme juga mencakup ketertarikan seksual kepada pakaian yang terbuat dari spandeks. Pakaian spandeks sering dikenakan oleh perenang, pesenam, penari balet, pegulat, pendayung, pengendara sepeda, manusia karet dan pemain sirkus. Orang yang memiliki fetisisme spandeks dapat memasukkan fantasi tentang kegiatan ini ke dalam fantasi khusus mereka.

Salah satu alasan spandeks dan kain ketat lainnya mungkin dijadikan fetish adalah bahwa pakaian tersebut membentuk "kulit kedua", yang bertindak sebagai pengganti kulit pemakainya sendiri. Pemakai pakaian nilon dan katun spandeks yang ketat dapat tampil telanjang atau dilapisi bahan mengkilap atau matte seperti cat. Ketatnya pakaian juga dapat dilihat sebagai ikatan seksual. Alasan lain adalah bahwa kain nilon-spandeks (lebih disukai oleh kebanyakan orang yang memiliki spandeks) sering diproduksi dengan hasil akhir yang sangat halus dan seperti sutra, yang memberikan dimensi sentuhan dan visual. Tekanan pakaian ketat terhadap alat kelamin juga bisa menjadi sangat sensual.

Fetisisme pantyhose mungkin dapat dipandang sebagai bagian dari fetisisme spandeks.

Lihat pula

Referensi

Aksi atau kondisi
Anggota tubuh
Pakaian
Benda mati
Kontroversial/Ilegal
Budaya / media
Ras
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan