Minggu, 20 September 2026
22:03 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Georgius Candidius

Georgius Candidius (1597 – 30 April 1647) adalah misionaris Gereja Reformasi Belanda yang diutus ke Formosa Belanda dari tahun 1627 hingga 1637.[1] Dia adalah misionaris pertama yang ditempatkan di pulau itu

Nama

Nama depan "Georgius" dalam bahasa Latin[2] terkadang dijermanisasi menjadi "Georg"[3] atau dianglifikasi menjadi "George".[1][4][5] Nama dia disinifikasi sebagai , yang diromanisasikan bersistem pinyin sebagai Gān Zhìshì.

Kehidupan

Candidius lahir pada tahun 1597 di Kirchardt, Pfalz (kini Jerman). Dia belajar Leiden, Republik Belanda dari tahun 1621 hingga 1623, lalu dibujuk oleh Sebastiaen Dankaerts untuk berkhotbah di luar negeri. Sebelum tiba di Formosa pada tahun 1627, Candidius bekerja di Ternate, Maluku.[2] Setelah tiba di Taiwan, dia menolak untuk tinggal di Benteng Zeelandia dan malah menetap di desa suku Sinkang (kini Sinshih).[2]

Pada tahun 1632, dia menikah dengan Saartje Specx, putri Gubernur Jenderal bernama Jacques Specx. Specx sebelumnya pernah menimbulkan skandal di Batavia dan Belanda ketika dia ditemukan bercinta dengan seorang prajurit muda di kamar pribadi pendahulu Specx, Jan Pieterszoon Coen, yang dikenal karena disiplinnya yang keras. Hampir lolos dari hukuman mati, Saartje Specx dicambuk dan kekasihnyaa dipenggal.[3]

Setelah satu tahun tinggal di wilayah Tayouan (kini Tainan), Candidius berkomentar mengenai tugas misionarisnya bahwa:

"Saya telah menggunakan ketekunan besar untuk mempelajari bahasa mereka, dan dari awal untuk mengajar mereka dalam iman Kristen; dan saya telah berhasil sejauh dua minggu sebelum Natal tahun 1628, ada seratus dua puluh delapan orang yang tahu doa-doa dan dapat menjawab dengan cara yang paling memuaskan sehubungan dengan pasal-pasal utama iman Kekristenan kita; tetapi karena alasan-alasan tertentu tidak satu pun dari ini yang dibaptis."[6]

Candidius kembali ke Belanda pada tahun 1639 dan pergi ke Batavia (Jakarta) pada tahun 1643. Di sana, dia menjabat sebagai rektor sekolah tinggi bahasa Latin sampai kematiannya pada 30 April 1647.[2]

Danau Matahari Bulan di Taiwan bagian tengah, pernah dinamai "Danau Candidius" untuk menghormatinya dan sering disebut dalam catatan-catatan berbahasa Inggris dahulu, meskipun nama ini tidak diadopsi oleh penduduk setempat dan kemudian tidak digunakan lagi.[7]

Karya terbitan

  • Georgius Candidus. Discours ende Cort verhaal, van't Eylant Formosa, ondersocht ende beschreven, door den Eerwaardingen (Catatan Singkat Pulau Formosa di Hindia) (dalam bahasa Belanda).

Referensi

  1. 1 2 Donald Frederick Lach & Edwin J. Van Kley (1993). Asia in the Making of Europe. University of Chicago Press. hlm. 277. ISBN 9780226467535. OCLC 221772798.
  2. 1 2 3 4 Gerald H. Anderson (1998). Biographical Dictionary of Christian Missions. New York: Macmillan Reference. hlm. 113. ISBN 9780028646046. OCLC 36017191. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-01. Diakses tanggal 2022-03-02.
  3. 1 2 "Specx, Sara (1616/1617-ca. 1636)". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2010-03-28. Diakses tanggal 2022-03-02.
  4. Campbell, Formosa under the Dutch, Introduction, p. viii.
  5. Campbell, Sketches, p. 336.
  6. Candidius, G. (1903). "Account of the Inhabitants". Dalam Campbell, William (ed.). Formosa under the Dutch: described from contemporary records, with explanatory notes and a bibliography of the island. London: Kegan Paul. hlm. 25. OCLC 644323041.
  7. Campbell, William (1915). Sketches of Formosa. London: Marshall Brothers. OL 7051071M.
Organisasi
120px-1640_Map_of_Formosa-Taiwan_by_Dutch_%E8%8D%B7%E8%98%AD%E4%BA%BA%E6%89%80%E7%B9%AA%E7%A6%8F%E7%88%BE%E6%91%A9%E6%B2%99-%E8%87%BA%E7%81%A3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peristiwa
Tempat
Desa
Benteng
Orang
Gubernur
Misionaris
lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan