Selasa, 27 Oktober 2026
01:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Maarten Sonck

gubernur Formosa Belanda pertama

Bagikan:

Maarten Sonck (juga dieja Martinus Sonck atau Marten Sonk; lahir k. 1590, Amsterdam? – Agustus 1625, Anping) adalah gubernur pertama Formosa Belanda pada tahun 1624–1625.

Sonck pada tahun 1612 tinggal di Amsterdam, berkuliah di Universitas Leiden dari Oktober 1612 hingga Maret 1616.[1] Pada tahun 1618, Sonck dikirim oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda sebagai advocaat-fiscaal (jaksa wilayah) ke Batavia, tiba pada tahun 1619. Dia juga menjadi gubernur Kepulauan Banda. Pada tahun 1623, Sonck dipanggil kembali ke Batavia untuk bertanggung jawab atas penggunaan amunisi yang berlebihan pada penghormatan senjata (dia membayar sejumlah uang untuk hukuman tersebut).[2] Pada 4 Mei 1624, badan pemerintahan di Batavia memutuskan untuk mengirimnya menggantikan Cornelis Reijersen sebagai komandan benteng dan basis perdagangan Belanda di Peng-hu, pulau utama Pescadores di sebelah barat pulau Taiwan.[2] Pescadores adalah wilayah Tiongkok Dinasti Ming, dan setelah kesepakatan yang gagal, Nan Juyi yang menjabat sebagai gubernur Fujian mengirim pasukan untuk menyerang Peng-hu pada Juli 1624.[3]

Sonck tiba di Pescadores pada 1 Agustus di atas kapal Zeelandia.[4] Pada tanggal 25 Agustus, setelah negosiasi melalui Li Dan, kepala pedagang ilegal di Taiwan, Sonck menyerah di bawah tekanan dan menarik kontingennya ke Formosa, di mana dia mendirikan Benteng Zeelandia, dekat kota Anping.[3] Belanda memonopoli pelabuhan, sementara Zheng Zhilong, atau Nicolas Iquan, menjadi privateer untuk Pemerintah Belanda, menyerang perdagangan antara Tiongkok dan Manila.[3] Peristiwa tersebut merupakan awal dari kehadiran pemerintah Belanda di Formosa.

Sonck menjadi gubernur Formosa Belanda hanya selama satu tahun, karena meninggal tenggelam di pelabuhan Anping pada Agustus 1625.[5] Menurut penulis lain, dia meninggal pada Desember 1626.[6] Ia dimakamkan di Fort Zeelandia. Jabatan gubernur digantikan oleh Gerard Frederikszoon de With.

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Ahsmann, Margreet J. A. M. (2000). Collegium und Kolleg: Der juristische Unterricht an der Universität Leiden 1575–1630 unter besonderer Berücksichitigung der Disputationen (dalam bahasa Jerman). Diterjemahkan oleh Sagel-Grande, Irene. Frankfurt am Main: Vittorio Klostermann. hlm. 665. ISBN 3-465-02766-3.
  2. 1 2 Groeneveldt, W. P. (1898). De Nederlanders in China. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië (dalam bahasa Belanda). 's-Gravenhage: Martinus Nijhoff. hlm. 255. doi:10.1163/22134379-90000042. (in Dutch, with a picture of Martinus Sonck's signature)
  3. 1 2 3 Howgego, Ray; Engels, Andre (n.d.). "The Dutch on Formosa". Discoverers Web. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-10-25.
  4. ↑ Valentijn (1903), hlm. 34.
  5. ↑ 荷蘭駐台長官表. TaiwanUS.net (dalam bahasa Tionghoa). Diarsipkan dari asli tanggal 2008-07-16. Diakses tanggal 2008-09-04.
  6. ↑ Valentijn (1903), hlm. 37.

Daftar pustaka

Jabatan politik
Pertama Gubernur Formosa Belanda
1624–1625
Diteruskan oleh:
Gerard Frederikszoon de With
Organisasi
120px-1640_Map_of_Formosa-Taiwan_by_Dutch_%E8%8D%B7%E8%98%AD%E4%BA%BA%E6%89%80%E7%B9%AA%E7%A6%8F%E7%88%BE%E6%91%A9%E6%B2%99-%E8%87%BA%E7%81%A3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peristiwa
Tempat
Desa
Benteng
Orang
Gubernur
Misionaris
lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan