Senin, 02 November 2026
17:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Saartje Specx

Bagikan:

Saartje Specx (1617–1636) adalah putri dari Jacques Specx, gubernur Vereenigde Oostindische Compagnie dan seorang selir asal Jepang. Saartje lahir di basis perdagangan Belanda di pulau Hirado. Pada tahun 1629, pada saat berusia 12 tahun ia tinggal di Batavia, di bawah perlindungan Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Ia jatuh cinta dengan Pieter Cortenhoeff yang pada saat itu berusia 15 tahun, seorang penjaga rendahan di dalam tentara VOC dan berhubungan seksual di kediaman Coen. Ketika Gubernur mendengar hal ini, seorang penulis kontemporer menyaksikan, "wajahnya menjadi putih dan kursi dan meja bergetar." Coen telah memenggal Cortenhoeff dipenggal dan Saartje juga dicegah untuk menerima hukuman yang sama. Sebaliknya ia dipukuli di depan Balai Kota Batavia.

Berdasarkan aturan yang mengatur kepemilikan di Asia oleh VOC, Saartje Specx, sebagai bagian dari Asia, tidak memiliki hak untuk hidup di Belanda. Setelah ayahnya kembali ke Jawa dia membuat pernikahan yang baik dengan Georgius Candidius, seorang pendeta Calvinis, dan menemaninya ke basis dagang Belanda di Formosa (Taiwan), di mana dia meninggal, usia 19 pada tahun 1636.

Jacob Cats menulis sebuah pamflet tentang pasangan, yang dijual di 50.000 eksemplar. Pada tahun 1931 J. Slauerhoff menulis drama tentang Jan Pieterszoon Coen di mana kisah itu diceritakan lagi.

Referensi

  • C. Gerretson. Coen's Eerherstel. Amsterdam: Van Kampen. 1944.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan