Rabu, 28 Oktober 2026
13:53 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Fungsi phi Euler

Fungsi phi Euler

fungsi yang memberikan jumlah bilangan bulat yang relatif prima untuk inputnya

Bagikan:
Memberikan jumlah bilangan bulat yang relatif prima untuk masukannyaTemplat:SHORTDESC:Memberikan jumlah bilangan bulat yang relatif prima untuk masukannya
"Φ(n)" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat phi.
60px-Ambox_warning_blue_construction.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel atau bagian ini sedang dipersiapkan dan dikembangkan sehingga mungkin terjadi perubahan besar. Anda dapat membantu dalam penyuntingan halaman ini. Jika artikel atau bagian tidak disunting dalam beberapa hari, silakan hapus templat ini.
Jika Anda adalah pengguna yang menambahkan templat ini dan Anda sedang aktif menyunting, pastikan untuk mengganti templat ini dengan {{sedang ditulis}} saat hendak menyunting. Klik pranala untuk parameter templat yang akan digunakan. Artikel ini terakhir disunting oleh HsfBot (bicara | kontrib) 40 hari lalu. (Perbarui pewaktu)
250px-EulerPhi.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seribu nilai pertama φ(n). Titik di garis atas adalah φ(p) bila p adalah bilangan prima, yaitu p − 1.[1]

Dalam teori bilangan, untuk suatu bilangan asli n {\displaystyle n} {\displaystyle n}, fungsi phi Euler (bahasa Inggris:Euler's totient function), dilambangkan dengan menggunakan huruf Yunani phi sebagai φ ( n ) {\displaystyle \varphi (n)} {\displaystyle \varphi (n)} atau ϕ ( n ) {\displaystyle \phi (n)} {\displaystyle \phi (n)}, menyatakan banyak bilangan bulat positif yang kurang dari n {\displaystyle n} {\displaystyle n} dan saling prima dengan n {\displaystyle n} {\displaystyle n}.

Sebagai contoh, perhatikan bahwa terdapat enam bilangan bulat positif yang kurang dari 9 dan saling prima dengan 9 adalah 1, 2, 4, 5, 7, 8. Oleh sebab itu didapat bahwaφ(9) = 6.

Fungsi ini dikemukakan oleh Leonhard Euler (L. 15 April 1707, Swiss. w. 18 September 1783, Rusia).

Definisi dan contoh

Fungsi phi Euler didefinisikan sebagai φ : N + → N + {\displaystyle \varphi \colon \mathbb {N} ^{+}\to \mathbb {N} ^{+}} {\displaystyle \varphi \colon \mathbb {N} ^{+}\to \mathbb {N} ^{+}},

φ ( n ) := | { a ∈ N ∣ 1 ≤ a ≤ n ∧ FPB ⁡ ( a , n ) = 1 } | {\displaystyle \varphi (n)\;:=\;{\Big |}\{a\in \mathbb {N} \,\mid \,1\leq a\leq n\land \operatorname {FPB} (a,n)=1\}{\Big |}} {\displaystyle \varphi (n)\;:=\;{\Big |}\{a\in \mathbb {N} \,\mid \,1\leq a\leq n\land \operatorname {FPB} (a,n)=1\}{\Big |}}

dengan |·| menyatakan kardinalitas himpunan dan FPB adalah faktor persekutuan terbesar antara a dan n.

Sebagai contoh:

  • φ(1) = 1, karena diantara bilangan 1 sampai 1, terdapat satu bilangan, yaitu 1, yang saling prima dengan 1;
  • φ(8) = 4, karena diantara bilangan 1 sampai 8, terdapat empat bilangan, yaitu 1, 3, 5, dan 7, yang saling prima dengan 8;
  • φ(18) = 6, karena diantara bilangan 1 sampai 12, terdapat empat bilangan 1, 5, 7, 11, 13, dan 17, yang saling prima dengan 18;
  • φ(67) = 66, karena 67 adalah bilangan prima, maka 67 akan saling prima dengan keenam puluh enam bilangan antara 1 sampai 67 selain 67 itu sendiri.

Berikut nilai fungsi phi Euler untuk 99 bilangan asli pertama (untuk bilangan berikutnya lihat barisan  A000010 di OEIS):

φ ( n ) {\displaystyle \varphi (n)} {\displaystyle \varphi (n)} +0 +1 +2 +3 +4 +5 +6 +7 +8 +9
00+   01 01 02 02 04 02 06 04 06
10+ 04 10 04 12 06 08 08 16 06 18
20+ 08 12 10 22 08 20 12 18 12 28
30+ 08 30 16 20 16 24 12 36 18 24
40+ 16 40 12 42 20 24 22 46 16 42
50+ 20 32 24 52 18 40 24 36 28 58
60+ 16 60 30 36 32 48 20 66 32 44
70+ 24 70 24 72 36 40 36 60 24 78
80+ 32 54 40 82 24 64 42 56 40 88
90+ 24 72 44 60 46 72 32 96 42 60

Dalam grafik di kanan atas baris y = n − 1 {\displaystyle y=n-1} {\displaystyle y=n-1} adalah batas atas valid untuk semua n {\displaystyle n} {\displaystyle n} selain satu, dan dicapai jika dan hanya jika n {\displaystyle n} {\displaystyle n} adalah bilangan prima. Batas bawah sederhana adalah φ ( n ) ≥ n 2 {\displaystyle \varphi (n)\geq {\sqrt {\frac {n}{2}}}} {\displaystyle \varphi (n)\geq {\sqrt {\frac {n}{2}}}}, yang agak longgar: sebenarnya, lower limit dari grafik sebanding dengan n log ⁡ log ⁡ n {\displaystyle {\frac {n}{\log \log n}}} {\displaystyle {\frac {n}{\log \log n}}}.[2]

Sifat fungsi

Sifat perkalian fungsi phi Euler

Fungsi phi Euler adalah fungsi perkalian sehingga sehingga untuk dua bilangan asli m , n {\displaystyle m,n} {\displaystyle m,n} yang saling prima berlaku

φ ( m n ) = φ ( m ) φ ( n ) {\displaystyle \varphi (mn)=\varphi (m)\varphi (n)} {\displaystyle \varphi (mn)=\varphi (m)\varphi (n)}

Perhitungan

  • φ ( 1 ) = 0 {\displaystyle \varphi (1)=0} {\displaystyle \varphi (1)=0}, φ ( 2 ) = 1 {\displaystyle \varphi (2)=1} {\displaystyle \varphi (2)=1}
  • φ ( p ) = p − 1 {\displaystyle \varphi (p)=p-1} {\displaystyle \varphi (p)=p-1}, untuk p {\displaystyle p} {\displaystyle p} adalah bilangan prima
  • jika gcd ( m , n ) = 1 {\displaystyle \gcd(m,n)=1} {\displaystyle \gcd(m,n)=1}
  • φ ( p n ) = p n − 1 ( p − 1 ) {\displaystyle \varphi (p^{n})=p^{n-1}(p-1)} {\displaystyle \varphi (p^{n})=p^{n-1}(p-1)}
  • φ ( ∏ i = 1 n p i ) = ∏ i = 1 n ( p i − 1 ) {\displaystyle \varphi \left(\prod _{i=1}^{n}p_{i}\right)=\prod _{i=1}^{n}\left(p_{i}-1\right)} {\displaystyle \varphi \left(\prod _{i=1}^{n}p_{i}\right)=\prod _{i=1}^{n}\left(p_{i}-1\right)}

Rumus lainnya

Apabila rumus lain mengenai fungsi Euler phi, di antaranya

  • a ∣ b ⟹ φ ( a ) ∣ φ ( b ) {\displaystyle a\mid b\implies \varphi (a)\mid \varphi (b)} {\displaystyle a\mid b\implies \varphi (a)\mid \varphi (b)}
  • n ∣ φ ( a n − 1 ) {\displaystyle n\mid \varphi (a^{n}-1)} {\displaystyle n\mid \varphi (a^{n}-1)}, untuk setiap a , n > 1 {\displaystyle a,n>1} {\displaystyle a,n>1}
  • φ ( m , n ) = φ ( m ) ⋅ φ ( n ) {\displaystyle \varphi (m,n)=\varphi (m)\cdot \varphi (n)} {\displaystyle \varphi (m,n)=\varphi (m)\cdot \varphi (n)}
Perhatikan kasus khusus
  • φ ( 2 m ) = { 2 φ ( m )  jika  m  adalah genap φ ( m )  jika  m  adalah ganjil {\displaystyle \varphi (2m)={\begin{cases}2\varphi (m)&{\text{ jika }}m{\text{ adalah genap}}\\\varphi (m)&{\text{ jika }}m{\text{ adalah ganjil}}\end{cases}}} {\displaystyle \varphi (2m)={\begin{cases}2\varphi (m)&{\text{ jika }}m{\text{ adalah genap}}\\\varphi (m)&{\text{ jika }}m{\text{ adalah ganjil}}\end{cases}}}
  • φ ( n m ) = n m − 1 φ ( n ) {\displaystyle \varphi \left(n^{m}\right)=n^{m-1}\varphi (n)} {\displaystyle \varphi \left(n^{m}\right)=n^{m-1}\varphi (n)}
  • φ ( lcm ⁡ ( m , n ) ) ⋅ φ ( gcd ⁡ ( m , n ) ) = φ ( m ) ⋅ φ ( n ) {\displaystyle \varphi (\operatorname {lcm} (m,n))\cdot \varphi (\operatorname {gcd} (m,n))=\varphi (m)\cdot \varphi (n)} {\displaystyle \varphi (\operatorname {lcm} (m,n))\cdot \varphi (\operatorname {gcd} (m,n))=\varphi (m)\cdot \varphi (n)} Bandingkan dengan rumus
  • lcm ⁡ ( m , n ) ⋅ gcd ⁡ ( m , n ) = m ⋅ n {\displaystyle \operatorname {lcm} (m,n)\cdot \operatorname {gcd} (m,n)=m\cdot n} {\displaystyle \operatorname {lcm} (m,n)\cdot \operatorname {gcd} (m,n)=m\cdot n}
(Lihat kelipatan persekutuan terkecil.)
  • φ(n) genap untuk n ≥ 3. Selain itu, jika n memiliki r faktor prima ganjil yang berbeda, 2r | φ(n)
  • Untuk a > 1 dan n > 6 sehingga 4 ∤ n terdapat l ≥ 2n sedemikian sehingga l | φ(an − 1).
  • φ ( n ) n = φ ( rad ⁡ ( n ) ) rad ⁡ ( n ) {\displaystyle {\frac {\varphi (n)}{n}}={\frac {\varphi (\operatorname {rad} (n))}{\operatorname {rad} (n)}}} {\displaystyle {\frac {\varphi (n)}{n}}={\frac {\varphi (\operatorname {rad} (n))}{\operatorname {rad} (n)}}}
di mana rad ⁡ ( n ) {\displaystyle \operatorname {rad} (n)} {\displaystyle \operatorname {rad} (n)} adalah radikal dari n {\displaystyle n} {\displaystyle n}.
  • ∑ d ∣ n μ 2 ( d ) φ ( d ) = n φ ( n ) {\displaystyle \sum _{d\mid n}{\frac {\mu ^{2}(d)}{\varphi (d)}}={\frac {n}{\varphi (n)}}} {\displaystyle \sum _{d\mid n}{\frac {\mu ^{2}(d)}{\varphi (d)}}={\frac {n}{\varphi (n)}}} [3]
  • ∑ 1 ≤ k ≤ n ( k , n ) = 1 k = 1 2 n φ ( n ) {\displaystyle \sum _{1\leq k\leq n \atop (k,n)=1}\!\!k={\tfrac {1}{2}}n\varphi (n)} {\displaystyle \sum _{1\leq k\leq n \atop (k,n)=1}\!\!k={\tfrac {1}{2}}n\varphi (n)}, untuk n > 1 {\displaystyle n>1} {\displaystyle n>1}
  • ∑ k = 1 n φ ( k ) = 1 2 ( 1 + ∑ k = 1 n μ ( k ) ⌊ n k ⌋ 2 ) = 3 π 2 n 2 + O ( n ( log ⁡ n ) 2 3 ( log ⁡ log ⁡ n ) 4 3 ) {\displaystyle \sum _{k=1}^{n}\varphi (k)={\tfrac {1}{2}}\left(1+\sum _{k=1}^{n}\mu (k)\left\lfloor {\frac {n}{k}}\right\rfloor ^{2}\right)={\frac {3}{\pi ^{2}}}n^{2}+O\left(n(\log n)^{\frac {2}{3}}(\log \log n)^{\frac {4}{3}}\right)} {\displaystyle \sum _{k=1}^{n}\varphi (k)={\tfrac {1}{2}}\left(1+\sum _{k=1}^{n}\mu (k)\left\lfloor {\frac {n}{k}}\right\rfloor ^{2}\right)={\frac {3}{\pi ^{2}}}n^{2}+O\left(n(\log n)^{\frac {2}{3}}(\log \log n)^{\frac {4}{3}}\right)} ([4] dikutip dalam[5])
  • ∑ k = 1 n φ ( k ) k = ∑ k = 1 n μ ( k ) k ⌊ n k ⌋ = 6 π 2 n + O ( ( log ⁡ n ) 2 3 ( log ⁡ log ⁡ n ) 4 3 ) {\displaystyle \sum _{k=1}^{n}{\frac {\varphi (k)}{k}}=\sum _{k=1}^{n}{\frac {\mu (k)}{k}}\left\lfloor {\frac {n}{k}}\right\rfloor ={\frac {6}{\pi ^{2}}}n+O\left((\log n)^{\frac {2}{3}}(\log \log n)^{\frac {4}{3}}\right)} {\displaystyle \sum _{k=1}^{n}{\frac {\varphi (k)}{k}}=\sum _{k=1}^{n}{\frac {\mu (k)}{k}}\left\lfloor {\frac {n}{k}}\right\rfloor ={\frac {6}{\pi ^{2}}}n+O\left((\log n)^{\frac {2}{3}}(\log \log n)^{\frac {4}{3}}\right)} [4]
  • ∑ k = 1 n k φ ( k ) = 315 ζ ( 3 ) 2 π 4 n − log ⁡ n 2 + O ( ( log ⁡ n ) 2 3 ) {\displaystyle \sum _{k=1}^{n}{\frac {k}{\varphi (k)}}={\frac {315\,\zeta (3)}{2\pi ^{4}}}n-{\frac {\log n}{2}}+O\left((\log n)^{\frac {2}{3}}\right)} {\displaystyle \sum _{k=1}^{n}{\frac {k}{\varphi (k)}}={\frac {315\,\zeta (3)}{2\pi ^{4}}}n-{\frac {\log n}{2}}+O\left((\log n)^{\frac {2}{3}}\right)} [6]
  • ∑ k = 1 n 1 φ ( k ) = 315 ζ ( 3 ) 2 π 4 ( log ⁡ n + γ − ∑ p  prime log ⁡ p p 2 − p + 1 ) + O ( ( log ⁡ n ) 2 3 n ) {\displaystyle \sum _{k=1}^{n}{\frac {1}{\varphi (k)}}={\frac {315\,\zeta (3)}{2\pi ^{4}}}\left(\log n+\gamma -\sum _{p{\text{ prime}}}{\frac {\log p}{p^{2}-p+1}}\right)+O\left({\frac {(\log n)^{\frac {2}{3}}}{n}}\right)} {\displaystyle \sum _{k=1}^{n}{\frac {1}{\varphi (k)}}={\frac {315\,\zeta (3)}{2\pi ^{4}}}\left(\log n+\gamma -\sum _{p{\text{ prime}}}{\frac {\log p}{p^{2}-p+1}}\right)+O\left({\frac {(\log n)^{\frac {2}{3}}}{n}}\right)} [6]
(dengan γ {\displaystyle \gamma } {\displaystyle \gamma } adalah konstanta Euler–Mascheroni).
  • ∑ gcd ⁡ ( k , m ) = 1 1 ≤ k ≤ n 1 = n φ ( m ) m + O ( 2 ω ( m ) ) {\displaystyle \sum _{\stackrel {1\leq k\leq n}{\operatorname {gcd} (k,m)=1}}\!\!\!\!1=n{\frac {\varphi (m)}{m}}+O\left(2^{\omega (m)}\right)} {\displaystyle \sum _{\stackrel {1\leq k\leq n}{\operatorname {gcd} (k,m)=1}}\!\!\!\!1=n{\frac {\varphi (m)}{m}}+O\left(2^{\omega (m)}\right)}
dimana m > 1 {\displaystyle m>1} {\displaystyle m>1} adalah bilangan bulat positif dan ω ( m ) {\displaystyle \omega (m)} {\displaystyle \omega (m)} adalah jumlah faktor prima yang berbeda dari m {\displaystyle m} {\displaystyle m}.[7]

Fungsi pembangkit

Deret Dirichlet untuk φ ( n ) {\displaystyle \varphi (n)} {\displaystyle \varphi (n)} dapat ditulis dalam istilah fungsi zeta Riemann sebagai:[8]

∑ n = 1 ∞ φ ( n ) n s = ζ ( s − 1 ) ζ ( s ) . {\displaystyle \sum _{n=1}^{\infty }{\frac {\varphi (n)}{n^{s}}}={\frac {\zeta (s-1)}{\zeta (s)}}.} {\displaystyle \sum _{n=1}^{\infty }{\frac {\varphi (n)}{n^{s}}}={\frac {\zeta (s-1)}{\zeta (s)}}.}

Fungsi pembangkit deret Lambert adalah[9]

∑ n = 1 ∞ φ ( n ) q n 1 − q n = q ( 1 − q ) 2 {\displaystyle \sum _{n=1}^{\infty }{\frac {\varphi (n)q^{n}}{1-q^{n}}}={\frac {q}{(1-q)^{2}}}} {\displaystyle \sum _{n=1}^{\infty }{\frac {\varphi (n)q^{n}}{1-q^{n}}}={\frac {q}{(1-q)^{2}}}}

konvergen untuk | q | < 1 {\displaystyle |q|<1} {\displaystyle |q|<1}.

Keduanya dibuktikan dengan manipulasi deret dasar dan rumus untuk φ ( n ) {\displaystyle \varphi (n)} {\displaystyle \varphi (n)}.

Rasio bilangan berurutan

Pada tahun 1950 Somayajulu membuktikan[10][11]

lim inf φ ( n + 1 ) φ ( n ) = 0 {\displaystyle \lim \inf {\frac {\varphi (n+1)}{\varphi (n)}}=0} {\displaystyle \lim \inf {\frac {\varphi (n+1)}{\varphi (n)}}=0} dan lim sup φ ( n + 1 ) φ ( n ) = ∞ {\displaystyle \lim \sup {\frac {\varphi (n+1)}{\varphi (n)}}=\infty } {\displaystyle \lim \sup {\frac {\varphi (n+1)}{\varphi (n)}}=\infty }

Pada tahun 1954 Schinzel dan Sierpiński memperkuat ini, membuktikan[10][11] bahwa himpunan

{ φ ( n + 1 ) φ ( n ) , n = 1 , 2 , … } {\displaystyle \left\{{\frac {\varphi (n+1)}{\varphi (n)}},\;\;n=1,2,\ldots \right\}} {\displaystyle \left\{{\frac {\varphi (n+1)}{\varphi (n)}},\;\;n=1,2,\ldots \right\}}

adalah padat dalam bilangan riil positif. Mereka pun membuktikannya[10] bahwa himpunan

{ φ ( n ) n , n = 1 , 2 , … } {\displaystyle \left\{{\frac {\varphi (n)}{n}},\;\;n=1,2,\ldots \right\}} {\displaystyle \left\{{\frac {\varphi (n)}{n}},\;\;n=1,2,\ldots \right\}}

padat dalam interval ( 0 , 1 ) {\displaystyle (0,1)} {\displaystyle (0,1)}.

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ "Euler's totient function". Khan Academy. Diakses tanggal 2016-02-26.
  2. ↑ Hardy & Wright 1979, thm. 328
  3. ↑ Dineva (dalam referensi eksternal), prop. 1
  4. 1 2 Walfisz, Arnold (1963). Weylsche Exponentialsummen in der neueren Zahlentheorie. Mathematische Forschungsberichte (dalam bahasa Jerman). Vol. 16. Berlin: VEB Deutscher Verlag der Wissenschaften. Zbl 0146.06003.
  5. ↑ Lomadse, G., "The scientific work of Arnold Walfisz" (PDF), Acta Arithmetica, 10 (3): 227–237, diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-06-06, diakses tanggal 2020-04-22
  6. 1 2 Sitaramachandrarao, R. (1985). "On an error term of Landau II". Rocky Mountain J. Math. 15: 579–588.
  7. ↑ Bordellès di pranala luar
  8. ↑ Hardy & Wright 1979, thm. 288
  9. ↑ Hardy & Wright 1979, thm. 309
  10. 1 2 3 Ribenboim, p.38
  11. 1 2 Sándor, Mitrinović & Crstici (2006) p.16

Referensi

Disquisitiones Arithmeticae telah diterjemahkan dari bahasa Latin ke dalam bahasa Inggris dan Jerman. Edisi Jerman mencakup semua makalah Gauss tentang teori bilangan: semua bukti timbal balik kuadrat, penentuan tanda jumlah Gauss, penyelidikan timbal balik biquadratic, dan catatan yang tidak diterbitkan.

Referensi ke Disquisitiones adalah dari bentuk Gauss, DA, art. nnn.

Pranala luar

Fungsi polinomial
Fungsi aljabar
Fungsi dalam
teori bilangan
Fungsi trigonometri
Fungsi berdasarkan
huruf Yunani
Fungsi berdasarkan
nama matematikawan
Fungsi khusus
Fungsi lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan